Kamis, 26 April 2018

PDS: Pencitraan dari Senin

Penegak Disiplin Sekolah Ditunjuk pada Hari Senin.

Aku sudah lama Mendambakan Title itu. Semenjak Diberitahu Ustadzah Nur dikelas 5, Aku sangat tertarik. Aku membayangkan aku bisa merubah diri dengan jalur PDS. Pada kelas 5 aku masih Agak Pendiam. 

Pertama kali aku tau penunjukan diselenggarakan Hari Senin, Aku sudah Melonjak lonjak kegirangan. Tetapi semua kegirangan itu sirna begitu saja saat mendengar perkataan Naufal; "Yang KEMREG-KEMREG aja nyoo... antum kayaknya ga akan dipilih". 

BOOM!!!


Diriku Kembali Menyesal. MENGAPA KUTINGGALKAN SEBUAH PENGALAMAN YANG MUNGKIN TAKKAN TERLUPAKAN HANYA DEMI UANG DAN SALMA?! 

Huft. Lupakan. Aku tak ingin mengingatnya lagi.

Back to Topic

Aku stay positive aja'. Ga mungkin Ustadz/Ustadzah Setega Itu Ke Gua.

Shalat Dzuhur Telah Usai.

DEGG,, DEGG,, DEGG !!!

Aku Memasukkan Baju, Bersiap Siap Maju.

Dan...

Ternyata Ustz/Ustzh Memang TEGA.

Aku Hanya Bisa Tersenyum Menahan Rasa SAKIT di Dada ini.
Tau? NYESEK.

Saat Itu Aku Hanya Ingin Bicara Kepada Orang Orang Didepanku.

BISA BISANYA KALIAN TERSENYUM BAHAGIA,, BERSENANG SENANG DISANA...?!
APAKAH KALIAN TAK MERASA ADA YANG TERSAKITI DISINI??
BAHKAN NABIILA, ARIQ,...
Wait.
Ariq?
Gua Ga Nyangka Ustadz Sebegitunya.
Ga niat Amat tuh orang Jadi PDS... Baju aja masih keluar...
...dan Rompi Kehormatan itu Akan Tersandang dibajunya??

CIH!

Jijik gua sama Guru Zaman Now!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku Berjalan ke Kelas dengan Penuh Kebingungan. 

ANJING !!!!

Kata itu Terkeluarkan Oleh Mulut yang Hina ini.

Hmmm... Mungkin Allah Punya Tujuan...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setibanya di Kelas, tak seperti biasanya yang Aku Langsung keatas, Melainkan Berfikir Keras di Bangkuku. 

Mulut Mereka Masih Terlihat Tersenyum.

Setelah Sekian Lama Berfikir, yang Sampai Jam PKN Terpakai untuk Memikirkan itu, Aku Menemukan Solusi.

PENCITRAAN... YA!
GUA HARUS TEGAS !.

Kuingat Juga Kebiasaanku. Menatap Tajam. AHA. Keduanya Bisa Dipadukan. Aku ujicoba Ke selvy. WTF? It's Work !

Beberapa Hari Kujalani Dengan Tegas.

Terlihat Ada Lowongan yang Kuanggap tak Sebanding dengan "Rompi", yaitu Ketua Kelas.

Kutambah dosis Tegasku.

B: Bambang
S: Selvy
O-O: Orang Orang

B: Gimana, Kalau Aklamasi aja..?
S: Thoriq Stadz!
O-O: Iya Stadz, THARIQ, THARIQ, THARIQ...!
B: Gausah lagi, Banad aja.

ANJING. Bambang Sumanjiang (Julukan dari Aulad) menggagalkan Upaya dan Kerja Kerasku.

Ya. Aku SANGAT Benci Dia.

PENCITRAANKU SAMPAI DISITU SAJA.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akhirnya Sifat Itu Terbawa Bawa Sampai sekarang. Aku Sekarang Sering Mengingatkan orang, Menegur dan lain lain.

Yap, Aku Hanya Bisa Menjuluki Diri Sendiri, Meskipun rasanya Ngenes Banget tapi Gapapalah. Sebagai "PAHLAWAN TANPA ROMPI".

Sampai Detik Ini, Kamis 26 April 2018 01:50 Sudah 3 Putaran 6-5b-5a Aku Tak Kunjung Dapat Rompi Itu. 
NGENES.

~Dan Ternyata Kalau Difikir fikir Sifat Tegas Inilah yang Membuat Selvy ada Perasaan Ke Gua.~

THE END

<PDS: Pencitraan Dari Senin Tamat.>