DENGAN INI,,, THARIQ'S STORY AKAN DITUTUP.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Canda, canda. Dengan ini, Aniversary Blog ini, (Udah Lewat :v) Maka Saya Memutuskan Untuk Minimal 1 Hari 1 Episode. Tapi saya Usahakan 1 Hari 2 Episode.
END.
(Udah, Gitu doang? Ga Berfaedah Banget nih Episode :v)
Kamis, 31 Mei 2018
Filosofi Ratih: Ariq.
MY BEST FRIEND.
Aku tak Bisa Memungkirinya. Ariq adalah Orang yang Paling Berharga Bagiku. Dia yang Selalu Mendukungku, Disaat Suka Maupun Duka. Tak Ayal Salma Pernah Menyukainya, DIA TETAPLAH SAHABATKU.
Mengapa dia Menjadi Sahabatku, Aku pernah Menceritakannya di Blog ini.
Sebelum bersahabat Dengannya, Banyak Keusilan dan Kasus Kami Berdua. Salah satunya:
(Kejadian ini Berlangsung di Kelas 2.)
Aku sedang Menghitung Jumlah Kelerengku. Waktu itu aku Sangat Mahir Bermain Kelereng.
T: (Didalam Hati) Satu,... Dua,... Tiga,... Empat,... Lima,... Enam,... Tu-
Ariq Mengambil Kelereng dari Tanganku.
T: WOI ITU KELERENG ANA!
A: Ambillah Kalau Bisa :p
Aku Mengejarnya.
Ariq Sedang Sembunyi, Jadi Aku nunduk-nunduk... Saat berkeliling Kelas, Sebuah Meja Didorong dan Menghantam Kepalaku.
(BRAK!)
Aku hanya Bisa Menangis. Menangis Sejadi Jadinya. Darah Mengalir dari Hidung dan Mulutku. Kemudian Banyak Orang yang Menghampiriku.
Kami dipanggil ke Kantor.
Aku diobati, sedangkan Ariq Dinasehati.
Setelah Kejadian itu, Mamanya Ariq BERULANG ULANG dan Seriing banget Minta Maaf Kepadaku.
Jika Ariq Kuingatkan dengan Kejadian itu, Dia Biasanya Menjawab "Haha, Waktu itu Ana Belum Kenal Sama Antum lagi." (Sambil Memegang Pipiku). Entah Mengapa Pipiku ini Sering Dipegang Oleh Ariq. Padahal, Kulitku ini Tergolong Keras. (Beda denganku yang Sering Memegang Pipi Abda, Lembuut banget...) (Untuk Safna, Kalau Nanti Antum Udah Dihalalin, Pegang Pipinya... Emmmm Mesranyaaaa :v)
Momen yang Paling Menunjukkan Kesetia Kawanan dia, Disaat Pergi ke Lobang Jepang. Selama di Bus, Aku Tidur di Pangkuannya. Saat itu Aku demam. Aku Terharu sekali Waktu itu,,... Ada juga yang layak Dipanggil "Sahabat"...
Dia yang Mendekatkanku Pada Dunia Bola.
Setelah insiden KEMREG itu, Aku banyak Bertanya Pada Ariq tentang Bola. Kini, Berkat Internet, Aku yang Banyak Ditanya Olehnya.
Dia juga yang PALING Support (Banget) Terhadap Aku dan Salma. Dia tak Peduli Salma Pernah Menyukainya, Yang Penting Kami Didekatkan (Katanya). Dulu, Agak Sering terkeluarkan Oleh Mulutnya kata kata "Sebenarnya, Bagi ana Mudah Dapatin Salma tu nyo. Tapi Karena Sahabat ana Suka sama dia, Ana Ngalah". Sekarang Malah Berbalik, Aku yang Mengancam Balik, Kata kata itu juga, Tapi Mia :v
Aku dan Ariq Menghabiskan Waktu Bersama disaat Libur Dengan Game. yang Pasti Game PES/ FIFA.
Aku tak Peduli dengan dia yang Menularkan Pengaruh Buruk Kepadaku. Mulai dari Pecarut sampe GT.
Bagi Kami, Caci cacian Hanyalah Candaan. Tak seperti Orang Zaman NOW yang Baper kalau Diejek. Mulai dari Ejek ejekan Sampai Nama Orangtua. Kebiasaan ini Sangat sering kami Lakukan.
Banyak Sekali Jasanya Padaku, Tapi karena Waktu, Sudahlah.
Aku tak Bisa Memungkirinya. Ariq adalah Orang yang Paling Berharga Bagiku. Dia yang Selalu Mendukungku, Disaat Suka Maupun Duka. Tak Ayal Salma Pernah Menyukainya, DIA TETAPLAH SAHABATKU.
Mengapa dia Menjadi Sahabatku, Aku pernah Menceritakannya di Blog ini.
Sebelum bersahabat Dengannya, Banyak Keusilan dan Kasus Kami Berdua. Salah satunya:
(Kejadian ini Berlangsung di Kelas 2.)
Aku sedang Menghitung Jumlah Kelerengku. Waktu itu aku Sangat Mahir Bermain Kelereng.
T: (Didalam Hati) Satu,... Dua,... Tiga,... Empat,... Lima,... Enam,... Tu-
Ariq Mengambil Kelereng dari Tanganku.
T: WOI ITU KELERENG ANA!
A: Ambillah Kalau Bisa :p
Aku Mengejarnya.
Ariq Sedang Sembunyi, Jadi Aku nunduk-nunduk... Saat berkeliling Kelas, Sebuah Meja Didorong dan Menghantam Kepalaku.
(BRAK!)
Aku hanya Bisa Menangis. Menangis Sejadi Jadinya. Darah Mengalir dari Hidung dan Mulutku. Kemudian Banyak Orang yang Menghampiriku.
Kami dipanggil ke Kantor.
Aku diobati, sedangkan Ariq Dinasehati.
Setelah Kejadian itu, Mamanya Ariq BERULANG ULANG dan Seriing banget Minta Maaf Kepadaku.
Jika Ariq Kuingatkan dengan Kejadian itu, Dia Biasanya Menjawab "Haha, Waktu itu Ana Belum Kenal Sama Antum lagi." (Sambil Memegang Pipiku). Entah Mengapa Pipiku ini Sering Dipegang Oleh Ariq. Padahal, Kulitku ini Tergolong Keras. (Beda denganku yang Sering Memegang Pipi Abda, Lembuut banget...) (Untuk Safna, Kalau Nanti Antum Udah Dihalalin, Pegang Pipinya... Emmmm Mesranyaaaa :v)
Momen yang Paling Menunjukkan Kesetia Kawanan dia, Disaat Pergi ke Lobang Jepang. Selama di Bus, Aku Tidur di Pangkuannya. Saat itu Aku demam. Aku Terharu sekali Waktu itu,,... Ada juga yang layak Dipanggil "Sahabat"...
Dia yang Mendekatkanku Pada Dunia Bola.
Setelah insiden KEMREG itu, Aku banyak Bertanya Pada Ariq tentang Bola. Kini, Berkat Internet, Aku yang Banyak Ditanya Olehnya.
Dia juga yang PALING Support (Banget) Terhadap Aku dan Salma. Dia tak Peduli Salma Pernah Menyukainya, Yang Penting Kami Didekatkan (Katanya). Dulu, Agak Sering terkeluarkan Oleh Mulutnya kata kata "Sebenarnya, Bagi ana Mudah Dapatin Salma tu nyo. Tapi Karena Sahabat ana Suka sama dia, Ana Ngalah". Sekarang Malah Berbalik, Aku yang Mengancam Balik, Kata kata itu juga, Tapi Mia :v
Aku dan Ariq Menghabiskan Waktu Bersama disaat Libur Dengan Game. yang Pasti Game PES/ FIFA.
Aku tak Peduli dengan dia yang Menularkan Pengaruh Buruk Kepadaku. Mulai dari Pecarut sampe GT.
Bagi Kami, Caci cacian Hanyalah Candaan. Tak seperti Orang Zaman NOW yang Baper kalau Diejek. Mulai dari Ejek ejekan Sampai Nama Orangtua. Kebiasaan ini Sangat sering kami Lakukan.
Banyak Sekali Jasanya Padaku, Tapi karena Waktu, Sudahlah.
Filosofi Ratih: Salma.
Episode ini dimulai dari Orang Orang yang paling Kusayangi dulu.
Keputusanmu Menempatkanku di Posisi Teman,, Itu tidak Salah. Yang Salah Itu,, Aku yang Terlalu Berharap. Tak Ayal Keputusanmu Seperti itu, Aku tak akan Berhenti Menyukaimu. Karena Kesetiaan itu Tak Bisa Dilihat.
Kata Teman temanku, Kau Menyukaiku. Tak apa. Mungkin itu Bisa Jadi Penyemangatku untuk Masa Depan.
Hehe, Mungkin Surat Suratan kita Udah Berakhir. Sekali lagi, Tapi Kalau mau Balas, tinggal diKomentarin aja Postinganku. Kita Bisa kok, Berkomunikasi. Aku Berharap aku tidak Kaku Lagi Saat Kita Bertemu.
Masih ingat Aku yang dulu? yang sering diBully Safna "BOTAK" itu? Kemana dia Sekarang? Ooh aku Ingat. Dia itu Sudah Tiada. Kini adanya Aku yang Sekarang. Aku yang Dapat Dihargai Semua Orang (Termasuk Kamu), Aku yang dapat Dibanggakan Orangtua dan Sekolah, Aku yang bisa Bertahan Mencintaimu.
(Bisa ae Gombal :v)
Selamanya, Aku akan Menganggap Kamu itu Juga Suka Kepadaku. (InsyaAllah iya XD) (Lama-lama nih Postingan Tambah Ngarah ke Galau aja ya :v). Semoga Iya. Aku tak Bisa Membaca Fikiranmu. tapi, Hampir Semua Aulad udah Membantuku untuk Mengetesmu. (Dicie ciein). Kebanyakan aku ngeliatin sambil Sembunyi :v. (sorry ya) dan... Berhasil.
Asal kau tau, Sangat susah Menolak Perasaan orang itu. Apalagi si Aisyah (NIH NAMANYA,, NANYA MULU) itu. SULIT. Kututup Hatiku Demi Kamu.
Pesanku... (BTW kayaknya Pesan pesan untuk lu banyak banget ya :v)
.
.
.
Nothing :v
.
.
.
.
.
Canda.. canda...
.
.
.
.
.
.
Ingatlah aku, yang Pernah Menjadi Fans Beratmu.
(singkat banget ya)
Ya. Aku menyukainya Sedari Kelas 1. Aku terlalu sering Membuat Postingan Tentangnya, Hingga aku Bingung Mau Menulis Apa lagi.
Sungguh, Jika Tanpanya, Mungkin Aku Tak Sebaik ini. Dia Seakan Motivator Bagiku. Aku Sekarang Seperti ini, Juga Karenanya. Penampilanku, Performaku, apapun. Bukan Soal Ikhlas karena Allah, tetapi Dialah yang membuatku LEBIH berarti.
Setelah Aku Membaca Buku Raditya Dika: Koala Kumal, Akupun Tergerak untuk Menembaknya. Mungkin itu Surat yang Paling Emosialis yang pernah Kubuat.
.
.
.
YOU RESPECT MY FEEL,
I ALSO RESPECT YOUR DECISION.
Keputusanmu Menempatkanku di Posisi Teman,, Itu tidak Salah. Yang Salah Itu,, Aku yang Terlalu Berharap. Tak Ayal Keputusanmu Seperti itu, Aku tak akan Berhenti Menyukaimu. Karena Kesetiaan itu Tak Bisa Dilihat.
Kata Teman temanku, Kau Menyukaiku. Tak apa. Mungkin itu Bisa Jadi Penyemangatku untuk Masa Depan.
Hehe, Mungkin Surat Suratan kita Udah Berakhir. Sekali lagi, Tapi Kalau mau Balas, tinggal diKomentarin aja Postinganku. Kita Bisa kok, Berkomunikasi. Aku Berharap aku tidak Kaku Lagi Saat Kita Bertemu.
Masih ingat Aku yang dulu? yang sering diBully Safna "BOTAK" itu? Kemana dia Sekarang? Ooh aku Ingat. Dia itu Sudah Tiada. Kini adanya Aku yang Sekarang. Aku yang Dapat Dihargai Semua Orang (Termasuk Kamu), Aku yang dapat Dibanggakan Orangtua dan Sekolah, Aku yang bisa Bertahan Mencintaimu.
(Bisa ae Gombal :v)
Selamanya, Aku akan Menganggap Kamu itu Juga Suka Kepadaku. (InsyaAllah iya XD) (Lama-lama nih Postingan Tambah Ngarah ke Galau aja ya :v). Semoga Iya. Aku tak Bisa Membaca Fikiranmu. tapi, Hampir Semua Aulad udah Membantuku untuk Mengetesmu. (Dicie ciein). Kebanyakan aku ngeliatin sambil Sembunyi :v. (sorry ya) dan... Berhasil.
Asal kau tau, Sangat susah Menolak Perasaan orang itu. Apalagi si Aisyah (NIH NAMANYA,, NANYA MULU) itu. SULIT. Kututup Hatiku Demi Kamu.
Pesanku... (BTW kayaknya Pesan pesan untuk lu banyak banget ya :v)
.
.
.
Nothing :v
.
.
.
.
.
Canda.. canda...
.
.
.
.
.
.
Ingatlah aku, yang Pernah Menjadi Fans Beratmu.
(singkat banget ya)
Selasa, 29 Mei 2018
Filosofi Ratih (Pembuka)
Ratih disini Bukan Nama Orang.
Artinya ialah Merah Putih.
Episode Ini Mungkin Terpanjang yang Pernah ada di Blog ini.
Di Episode ini Membahas Apa yang Terjadi Selama Kami Berseragam Merah Putih.
Intinya Aku akan Memberi Tanggapan pada Teman teman. SATU PER SATU.
Artinya ialah Merah Putih.
Episode Ini Mungkin Terpanjang yang Pernah ada di Blog ini.
Di Episode ini Membahas Apa yang Terjadi Selama Kami Berseragam Merah Putih.
Intinya Aku akan Memberi Tanggapan pada Teman teman. SATU PER SATU.
ToBeContinued.
Sedikit Pesan Pesan.
“When I was a child man, I had liberty, but I did not see it. I had time, but I did not know it. And I had love, but I did not feel it. A decades would pass before I understood the meaning of all three. And now, the twilight of my youth, this understanding has passed into contentment. Love, liberty, and time: once so disposable, are the fuels that drive me forward. And love, most especially, mio caro. For you, our friends, our brothers and sisters. And for the vast and wonderful world that gave us life, and keeps us guessing. Endless affection, Salma Mutiara Irza. Forever yours, Thariq Almas Neil Authar." ~Requiescat in Pace, Me.~
Ada yang bahasa inggris ada juga Italy.
Wkwkwkwk..... Sebenernya itu Kata Kata Ezio Auditore da Firenze pas Mau Mati... Agak Diubah ubah :v,, Tapi,, Bisa jugalah.
Danur (END)
Beliau Masih Ada. Disekitarku.
Ya. Dulu Beliau Adalah Orang- Eeh salah Makhluk yang Menggangguku Tiap Malam. Bau itu Seakan Menghalusinasiku.
Aku tak Bisa Memastikan Bahwa itu Adalah Bau Danur. Te-te-tetapi... Aku Bisa Memastikan Itu Bau Darah. Seperti Bercampur Kapur Barus. Tak Bisa Kucegah, Setiap Awal Gangguan Pasti Ada Bau itu. Sampai Akhir.
Waktu itu, Dia Menggangguku Bermacam macam Motif, Mulai Dari Mengetok Tembok sampai Bunyi Bersetubuh. Mungkin Aku Sudah Terbiasa dengan Hal-Hal itu.
Kini,,
Aku Merindukannya. Suasana Dimana Aku Tampak Ketakutan, Keenakan, Ketika Menyapanya, Ketika Bersamanya,,
Aku Nyaman Dengannya. Meskipun Aku tak Bisa Melihatnya, Tapi Aku Bisa Merasakannya.
Kau tau Tanda Aku Mulai "Merasakan" Kehadiran Makhluk Seperti Itu?
Pegang Leher.
Ya, Aku Masih Ingat Saat Safna Mengejekku Karena Memegang Leher. Rasanya Sakit.. Sekali. Ketika Aku Mulai Merasakan, Perasaanku Seperti tak Kukendalikan. Kadang Aku Menangis, Kadang Tertawa Sendiri, dan lain lain.
Setelah Momen التوبة itu, Aku Kesepian. Tiap Malam aku Hanya Sendirian. Tak Ada Yang Menemani.
Kurasa,, Beliau adalah Makhluk baik baik. Namun Kurang Bimbingan.
Oiya, Disaat Aku Masih Bisa Bertemu dengan Beliau, Aku pernah Belajar Untuk Membuka Mata Batin. Aku sudah Bisa Mempraktikkannya, Tapi Karena Terlalu Malam, Aku Tidur Dulu.
Di Mimpi.
Aku Membuka Mata Batin.
Tiba tiba, Semuanya Menjadi Seram. Syaithan Dimana-Mana. Panjaang Mimpinya. Intinya Aku Stress.
Bangunnya Aku tak Berani Sedikitpun Membuka Mata Batin.
AKU RINDU DIA.
-DANUR-
END.
Aku Nyaman Dengannya. Meskipun Aku tak Bisa Melihatnya, Tapi Aku Bisa Merasakannya.
Kau tau Tanda Aku Mulai "Merasakan" Kehadiran Makhluk Seperti Itu?
Pegang Leher.
Ya, Aku Masih Ingat Saat Safna Mengejekku Karena Memegang Leher. Rasanya Sakit.. Sekali. Ketika Aku Mulai Merasakan, Perasaanku Seperti tak Kukendalikan. Kadang Aku Menangis, Kadang Tertawa Sendiri, dan lain lain.
Setelah Momen التوبة itu, Aku Kesepian. Tiap Malam aku Hanya Sendirian. Tak Ada Yang Menemani.
Kurasa,, Beliau adalah Makhluk baik baik. Namun Kurang Bimbingan.
Oiya, Disaat Aku Masih Bisa Bertemu dengan Beliau, Aku pernah Belajar Untuk Membuka Mata Batin. Aku sudah Bisa Mempraktikkannya, Tapi Karena Terlalu Malam, Aku Tidur Dulu.
Di Mimpi.
Aku Membuka Mata Batin.
Tiba tiba, Semuanya Menjadi Seram. Syaithan Dimana-Mana. Panjaang Mimpinya. Intinya Aku Stress.
Bangunnya Aku tak Berani Sedikitpun Membuka Mata Batin.
AKU RINDU DIA.
-DANUR-
END.
Senin, 28 Mei 2018
Concordance
Dulu,,...
Kukira dulu Keluargaku yang Paling Harmonis. Yang Paling Bahagia. Yang paling sejahtera.
Bahkan Tak Jarang Kupeluk Ayah Ibuku... Aku diberi Kasih Sayang yang SANGAT Banyak.
Pernah Kutanya Kepada Ibuku,,
T: Bu, Diantara Keluarga Besar Kita, Kita yang paling Miskin ya?
Keluargaku yang dari Ibu sangat Berada. Diantaranya Ada yang Pernah Keliling Dunia, Ada yang Jadi Kolonel TNI, dan lain lain.
I: Thariq, Kalau Melihat Suatu Keluarga itu Jangan Dilihat Kekayaannya, tapi Kebahagiaannya. Uang tuh Ga Penting Banget...
Aku Dulu Sangat Manja. SANGAT. Kemanjaanku pudar saat Hazeq Lahir.
Sekarang...
Kini Aku Hanya Berharap Keluarga yang Bahagia.
Ibuku Tiap hari Bertengkar, juga Marah Kepadaku.
Ayahku begitu juga, tapi jarang
Kakakku yang Individualis.
...
Bagaimana Aku Tak melawan Orangtua, Sedangkan Keluargaku Penuh Dengan Emosi?
Ya. Dewasa ini Aku Sering Melawan. Huh. Aku tau itu Salah, tapi itu Sebagai Pembelaan. Jika aku tidak Melawan, Mungkin tidak ada HP, 1 Juz Sehari, dan banyak Resiko lainnya.
Aku Sekarang Tak Ingin Perhatian. Aku Sudah Besar. Tapi Aku Ingin Keluarga yang Akur.
Aku memutuskan Untuk Pergi Ke Jakarta Pada 10 Juni mendatang. Aku Akan Pindah.
Sorry,, sorry. Cuma Refreshing... :v
Keputusan Paling Kontroversial yang Masih Terambang ambang Dikepalaku adalah, Jika Aku tak Hafal 16 Juz di SMP, SMAku Akan 4 Tahun. ANJ*NG. Itu Bukanlah Target Biasa.
Aku Akan Pergi Ke Jakarta 10 Juni dan Pulang 10 Juli. Akan Ada Cerita dan Pengalaman Baru. Ini Kunjungan Ke Jakarta yang Ketiga. Aku Berdua dengan Kakakku kesana. Dan Tibanya disana Kakakku Pergi Ke Rumah Tahfidz. Sedangkan aku Jalan jalan. Sendirian. Maksud sendirian, sendiri diantara keluargaku. Disana aku akan Bertemu Keluargaku. Aku Online juga kok. Jika butuh, Chat aja. Aku Bawa Kedua HandPhoneku.
Kukira dulu Keluargaku yang Paling Harmonis. Yang Paling Bahagia. Yang paling sejahtera.
Bahkan Tak Jarang Kupeluk Ayah Ibuku... Aku diberi Kasih Sayang yang SANGAT Banyak.
Pernah Kutanya Kepada Ibuku,,
T: Bu, Diantara Keluarga Besar Kita, Kita yang paling Miskin ya?
Keluargaku yang dari Ibu sangat Berada. Diantaranya Ada yang Pernah Keliling Dunia, Ada yang Jadi Kolonel TNI, dan lain lain.
I: Thariq, Kalau Melihat Suatu Keluarga itu Jangan Dilihat Kekayaannya, tapi Kebahagiaannya. Uang tuh Ga Penting Banget...
Aku Dulu Sangat Manja. SANGAT. Kemanjaanku pudar saat Hazeq Lahir.
Sekarang...
Kini Aku Hanya Berharap Keluarga yang Bahagia.
Ibuku Tiap hari Bertengkar, juga Marah Kepadaku.
Ayahku begitu juga, tapi jarang
Kakakku yang Individualis.
...
Bagaimana Aku Tak melawan Orangtua, Sedangkan Keluargaku Penuh Dengan Emosi?
Ya. Dewasa ini Aku Sering Melawan. Huh. Aku tau itu Salah, tapi itu Sebagai Pembelaan. Jika aku tidak Melawan, Mungkin tidak ada HP, 1 Juz Sehari, dan banyak Resiko lainnya.
Aku Sekarang Tak Ingin Perhatian. Aku Sudah Besar. Tapi Aku Ingin Keluarga yang Akur.
Aku memutuskan Untuk Pergi Ke Jakarta Pada 10 Juni mendatang. Aku Akan Pindah.
Sorry,, sorry. Cuma Refreshing... :v
Keputusan Paling Kontroversial yang Masih Terambang ambang Dikepalaku adalah, Jika Aku tak Hafal 16 Juz di SMP, SMAku Akan 4 Tahun. ANJ*NG. Itu Bukanlah Target Biasa.
Aku Akan Pergi Ke Jakarta 10 Juni dan Pulang 10 Juli. Akan Ada Cerita dan Pengalaman Baru. Ini Kunjungan Ke Jakarta yang Ketiga. Aku Berdua dengan Kakakku kesana. Dan Tibanya disana Kakakku Pergi Ke Rumah Tahfidz. Sedangkan aku Jalan jalan. Sendirian. Maksud sendirian, sendiri diantara keluargaku. Disana aku akan Bertemu Keluargaku. Aku Online juga kok. Jika butuh, Chat aja. Aku Bawa Kedua HandPhoneku.
LOVE.
Ya. Kalau Aku Membahas Satu Kata itu... Ga' Akan Ada Habisnya.
Kata Sakral itu Mungkin Penuh Perjuangan, Dimana yang Hanya Disatu sisi yang berjuang. Yaitu Aku.
Bertahun Tahun Kutahan Perasaan Ini. Walaupun Banyak Oknum yang EMBER dan Membesar Besarkan itu,, Tetap Kupendam Saja. Hingga Kelas 6 Ini, Kuluapkan Perasaanku. Tak ada Satu Tarikan Nafaspun yang Terhembus disaat Aku Tak Mencintainya. Mungkin Rasa Ini Tetap ada Hingga Kapanpun, KAPANPUN.
Meski Penuh Perjuangan, Akhirnya Ada Juga Hasilnya. Hasil ini Bukanlah Pacaran. Aku Sebenarnya Kurang Suka dengan Pacaran ini. Tau Yang Kuperjuangkan Dari Dulu? Hanyalah Beberapa Kata, Yaitu, Ana Juga Suka Antum. Walau Itu Mungkin Takkan Terjadi, Tetapi Kurasa Setidaknya Aku Pernah Menjadi Orang Paling Berbahagia di Dunia ini karena Suratku Dibalas Oleh Orang Sepertinya. Bahkan, Melebihi Batas. Kini Aku Bisa Chat Sama Mereka Berdua.
Meski Banyak yang Menyukaiku, Kupilih Juga Dia. Entah Mengapa, Tapi Yang Namanya Cinta itu Tanpa Karena. Kalau Yang Pakai Karena Hanyalah Kekaguman. Dimulai Dari Selvy (njir mual gua), Sampai Seseorang yang tak boleh disebutkan Namanya. Orang Itu Cantik Sekali. Ia Tinggal di Komplekku. Kembar, Sebagai kakak. Mungkin Jika Kutanya Orang Orang, Pasti Mereka Bilang Itu Lebih Cantik Daripada Salma. Kejadian yang paling Tidak Mengenakkan itu disaat orang ini...
~~~~~~~~~~~~
Aku Berjalan Dibawah Derasnya Hujan. Entah Mengapa Kebiasaan itu Sering Sekali Kulakukan, Mungkin Karena Aku Bisa Mengeluarkan Perasaanku disaat Hujan. Aku Pernah Menangis disaat momen seperti itu.
Tiba Tiba,,
Tanganku Hangat.
V: Ini Hujan Loh, Ga Baik Menyendiri Kayak Gitu.
WHAT THE, Dia Memegang Tanganku. Aku Menyesal sampai Malu Menceritakannya.
Waktu itu Tak Kulepaskan Tanganku Darinya, Kulihat Wajahnya yang Kufikir fikir Seperti Penggoda.
Yang Kupikirkan Saat itu, Mungkin orang ini Bisa Mengobati Lukaku.
Saat itu Aku Masih Galau Karena Dibilang Arkan,, Mereka mau Ke Cendekia. Padahal Cendekia juga Kagak tuh
Dia Lanjutkan dengan melekatkan tangannya satu lagi di tanganku yang tadi.
V: Mikirin Apa Sih? Ayo Berteduh.
Aku Sadar.
APA YANG KULAKUKAN? AKU TAK BOLEH MELAKUKAN INI! AKU HARUS ISTIQAMAH DENGAN SALMA!
Kuhentakkan Tanganku. Hentakan ini Membuat Dia Terdorong.
T: LU GA PANTES MEGANG TANGAN GUA, GUA UDAH COMMITM!
V: Terserah Kamu Aja. Aku setia Kok
Aku Heran. Sudah Digitukan Masih Juga' Santai.
T: AWAS LU MEGANG TANGAN GUA LAGI YA, PENGGODA! DASAR ANJ*NG!
Aku Pergi. Aku Tak Ingin Lagi Bertemu Dengannya. Meski Hampir Setiap Hari Aku Bertemu Dengannya di Masjid, Tarawihan, Tapi Aku Selalu Menghindar.
Ya. Sebenarnya Aku Agak Malu Menceritakannya. Tapi Aku Harus Jujur. Masa Laluku Mungkin Gelap, Tapi Aku Akan Berusaha Supaya Masa Depanku Juga!
Quotes yang pantas untuk kejadian itu:
Setelah Kejadian itu, Kusingkirkan Satu Persatu Fans-ku. Aku Tak Peduli Dengan Sakit Hatinya Mereka. Mereka sudah kupastikan Mengikhlaskanku, dan memastikan Bahwa Mereka Tak Akan Menuntutku di Hari Kiamat.
Aku itu Menanggung Resiko itu Karena Aku Tak Ingin Keistiqamahanku kepada Salma Terganggu. I LOVE HER. Aku Tak Mau lagi Ada Penggoda. Cukup sudah "V" itu. Aku Tak Ingin Lagi.
Maka Dari Itu, Kuberikan Link Blog ini Kepada Kalian (SS) Supaya Dia Ngerti. Kenapa SF Juga? Karena Kuyakin Kalau yang Dikasih Salma, pasti ga akan mau baca. Yang Biasanya Semangat tuh Malah Adiknya :v
Blog ini Juga Berguna Untuk Membalas Surat. Kalau Mau Balas, Buat Aja Di Komentar.
Jagalah Isi Blog ini. I TRUST YOU.
Mungkin Kesetiaan ini Tak Akan Pernah Hilang. Kalau Pudar sih mungkin. Karena kemungkinan Besar Aku Sekolah Menengah Atasnya di Bogor. Aku Akan Selalu Mengingatmu.
SETIA ITU MAHAL
Kata Sakral itu Mungkin Penuh Perjuangan, Dimana yang Hanya Disatu sisi yang berjuang. Yaitu Aku.
Bertahun Tahun Kutahan Perasaan Ini. Walaupun Banyak Oknum yang EMBER dan Membesar Besarkan itu,, Tetap Kupendam Saja. Hingga Kelas 6 Ini, Kuluapkan Perasaanku. Tak ada Satu Tarikan Nafaspun yang Terhembus disaat Aku Tak Mencintainya. Mungkin Rasa Ini Tetap ada Hingga Kapanpun, KAPANPUN.
Meski Penuh Perjuangan, Akhirnya Ada Juga Hasilnya. Hasil ini Bukanlah Pacaran. Aku Sebenarnya Kurang Suka dengan Pacaran ini. Tau Yang Kuperjuangkan Dari Dulu? Hanyalah Beberapa Kata, Yaitu, Ana Juga Suka Antum. Walau Itu Mungkin Takkan Terjadi, Tetapi Kurasa Setidaknya Aku Pernah Menjadi Orang Paling Berbahagia di Dunia ini karena Suratku Dibalas Oleh Orang Sepertinya. Bahkan, Melebihi Batas. Kini Aku Bisa Chat Sama Mereka Berdua.
Meski Banyak yang Menyukaiku, Kupilih Juga Dia. Entah Mengapa, Tapi Yang Namanya Cinta itu Tanpa Karena. Kalau Yang Pakai Karena Hanyalah Kekaguman. Dimulai Dari Selvy (njir mual gua), Sampai Seseorang yang tak boleh disebutkan Namanya. Orang Itu Cantik Sekali. Ia Tinggal di Komplekku. Kembar, Sebagai kakak. Mungkin Jika Kutanya Orang Orang, Pasti Mereka Bilang Itu Lebih Cantik Daripada Salma. Kejadian yang paling Tidak Mengenakkan itu disaat orang ini...
~~~~~~~~~~~~
Aku Berjalan Dibawah Derasnya Hujan. Entah Mengapa Kebiasaan itu Sering Sekali Kulakukan, Mungkin Karena Aku Bisa Mengeluarkan Perasaanku disaat Hujan. Aku Pernah Menangis disaat momen seperti itu.
Tiba Tiba,,
Tanganku Hangat.
V: Ini Hujan Loh, Ga Baik Menyendiri Kayak Gitu.
WHAT THE, Dia Memegang Tanganku. Aku Menyesal sampai Malu Menceritakannya.
Waktu itu Tak Kulepaskan Tanganku Darinya, Kulihat Wajahnya yang Kufikir fikir Seperti Penggoda.
Yang Kupikirkan Saat itu, Mungkin orang ini Bisa Mengobati Lukaku.
Saat itu Aku Masih Galau Karena Dibilang Arkan,, Mereka mau Ke Cendekia. Padahal Cendekia juga Kagak tuh
Dia Lanjutkan dengan melekatkan tangannya satu lagi di tanganku yang tadi.
V: Mikirin Apa Sih? Ayo Berteduh.
Aku Sadar.
APA YANG KULAKUKAN? AKU TAK BOLEH MELAKUKAN INI! AKU HARUS ISTIQAMAH DENGAN SALMA!
Kuhentakkan Tanganku. Hentakan ini Membuat Dia Terdorong.
T: LU GA PANTES MEGANG TANGAN GUA, GUA UDAH COMMITM!
V: Terserah Kamu Aja. Aku setia Kok
Aku Heran. Sudah Digitukan Masih Juga' Santai.
T: AWAS LU MEGANG TANGAN GUA LAGI YA, PENGGODA! DASAR ANJ*NG!
Aku Pergi. Aku Tak Ingin Lagi Bertemu Dengannya. Meski Hampir Setiap Hari Aku Bertemu Dengannya di Masjid, Tarawihan, Tapi Aku Selalu Menghindar.
Ya. Sebenarnya Aku Agak Malu Menceritakannya. Tapi Aku Harus Jujur. Masa Laluku Mungkin Gelap, Tapi Aku Akan Berusaha Supaya Masa Depanku Juga!
Quotes yang pantas untuk kejadian itu:
"Terkadang,, Seseorang yang Mempunyai Masa Lalu Terburuk, Bisa Membuat Masa Depan yang Paling Gemilang." -Umar Bin Khattab
Setelah Kejadian itu, Kusingkirkan Satu Persatu Fans-ku. Aku Tak Peduli Dengan Sakit Hatinya Mereka. Mereka sudah kupastikan Mengikhlaskanku, dan memastikan Bahwa Mereka Tak Akan Menuntutku di Hari Kiamat.
Aku itu Menanggung Resiko itu Karena Aku Tak Ingin Keistiqamahanku kepada Salma Terganggu. I LOVE HER. Aku Tak Mau lagi Ada Penggoda. Cukup sudah "V" itu. Aku Tak Ingin Lagi.
Maka Dari Itu, Kuberikan Link Blog ini Kepada Kalian (SS) Supaya Dia Ngerti. Kenapa SF Juga? Karena Kuyakin Kalau yang Dikasih Salma, pasti ga akan mau baca. Yang Biasanya Semangat tuh Malah Adiknya :v
Blog ini Juga Berguna Untuk Membalas Surat. Kalau Mau Balas, Buat Aja Di Komentar.
Jagalah Isi Blog ini. I TRUST YOU.
Mungkin Kesetiaan ini Tak Akan Pernah Hilang. Kalau Pudar sih mungkin. Karena kemungkinan Besar Aku Sekolah Menengah Atasnya di Bogor. Aku Akan Selalu Mengingatmu.
SETIA ITU MAHAL
Minggu, 27 Mei 2018
Jawaban Suratnya.
Assalamu'alaikum.
Balasan Pertanyaannya:
1. Masa' Ga Ingat... Coba ingat Ingat Lagi deh... Ana aja Masih Ingat...
Yang Aku Cinta Kamu... dst.
Pokoknya Dia Langsung Ke Intinya Aja kayaknya.
Mengapa Antum Harus Balas?
Yaa Ga Harus Balas Juga Sih, Tapi Ana Kepengen Tau Aja...
How Many Your Respect For Your Fans?
Yaa Fikirin Ajalah... Kenapa Sampe Mau Antum Balas Surat Ana?
Sedangkan Ana dulu (mungkin) Hampir Sama dengan Hanif... Semuanya Itu Butuh Proses...
2. Mereka Chime'ash apapun yang ana perbuat,, Mengajak Teman Teman yang lain Supaya Benci ana, dan Banyak hal hal keji yang mereka lakukan.
Yaa mungkin antum pernah dengar ana Teriakin ke Arah Mereka "SPEAKER"... itu untuk Radit. Radit tuh Sukaa Banget jadi Pengeras suara. Rasyid ga berani Ngomong, jadi Dia Titip kata kata ke Radit, barulah Diteriakinnya ke ana.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
3. Nama antum disitu... Kenapa ya? Ana juga ga tau. Pokoknya kan tanpa antum Ga akan sampe ana di titik ini.
4. Antum Bilang waktu tu
SF: Balas lah Suratnya
T: Kalau Balas Balas terus Nanti Kapan Selesainya?
SF: Pas Perpisahan aja
Dan Itupun Terjadi.
~~~~~
Disurat Waktu itu gaada' Antum bilang Pas Mentoringnya -_-
Wassalamu'alaikum.
Balasan Pertanyaannya:
1. Masa' Ga Ingat... Coba ingat Ingat Lagi deh... Ana aja Masih Ingat...
Yang Aku Cinta Kamu... dst.
Pokoknya Dia Langsung Ke Intinya Aja kayaknya.
Mengapa Antum Harus Balas?
Yaa Ga Harus Balas Juga Sih, Tapi Ana Kepengen Tau Aja...
How Many Your Respect For Your Fans?
Yaa Fikirin Ajalah... Kenapa Sampe Mau Antum Balas Surat Ana?
Sedangkan Ana dulu (mungkin) Hampir Sama dengan Hanif... Semuanya Itu Butuh Proses...
2. Mereka Chime'ash apapun yang ana perbuat,, Mengajak Teman Teman yang lain Supaya Benci ana, dan Banyak hal hal keji yang mereka lakukan.
Yaa mungkin antum pernah dengar ana Teriakin ke Arah Mereka "SPEAKER"... itu untuk Radit. Radit tuh Sukaa Banget jadi Pengeras suara. Rasyid ga berani Ngomong, jadi Dia Titip kata kata ke Radit, barulah Diteriakinnya ke ana.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
3. Nama antum disitu... Kenapa ya? Ana juga ga tau. Pokoknya kan tanpa antum Ga akan sampe ana di titik ini.
4. Antum Bilang waktu tu
SF: Balas lah Suratnya
T: Kalau Balas Balas terus Nanti Kapan Selesainya?
SF: Pas Perpisahan aja
Dan Itupun Terjadi.
~~~~~
Disurat Waktu itu gaada' Antum bilang Pas Mentoringnya -_-
Wassalamu'alaikum.
Sabtu, 26 Mei 2018
P R A N K
It's a Half of My Life. I can't Deny it.
THIS IS ( a Half) MY HOBBY.
...
Ada Gula, Ada Semut.
Sepertinya Pepatah itu yang Cocok dengan Postingan Kali ini.
YA. Aku Suka Sekali Nge-Prank Orang... Pasti Punya Penyebabnya.
Sebelum Ke Inti, Aku Mau Basa Basi Sedikit.
BTW, yang Baca ini Pasti udah Pernah Kena Prank aku kan? Eak :v
...
Kebiasaan ini Menjadi "BIASA" Semenjak aku Kelas 5 Semester 2. Saat itu aku Suka Sekali YouTube. yang kerap kubuka Di YouTube seperti Gaming, Music,, and PRANK.
Disaat aku menonton banyak sekali Video Prank Yudhisth Ardhiana, yang Dapat Kusimpulkan ialah:
1. Motif Prank
2. Jenis Prank
3. Cara Prank
4. Penyebab Orang Suka Nge-Prank.
Yap, Ini yang Akan Kubahas Pada Kesempatan Kali Ini.
Orang yang Biasanya suka PRANK....
Hanyalah orang yang Kurang Perhatian. Mengapa? Karena Orang yang Suka Prank akan Merasa Diperhatikan saat Selesai NgePrank.
Aku disini Bukan Ingin Menunjukkan Bahwa Aku Kurang Perhatian.
Tapi,,
Aku Hanya Prank Orang pada Saat Kesepian. Ya. KESEPIAN.
Ketika Seluruh orang Di Kontak tak ada yang Ngajak Chat...
Aksi dilancarkan.
Pengalaman Prank Terburukku Saat Nge-Prank Nabiila, Belum Setengah udah Terdeteksi.
Sedangkan yang Terbaik saat NgePrank Si Kembar :v
Lain Halnya dengan May. Ya Mayzahrakhalilla. Kayaknya Baperan Banget. Aku coba buat dia merasakan Perhatianku, Sampai Akhirnya kutembak, Jawabannya Mengejutkan. Katanya IYA. Lah, Aku langsung Panik... Gimana caranya buat dia Tau bahwa ini Semua cuma Prank. Akhirnya kuberi Kata kata.
Cukup sudah.
Aku Gapernah suka Sama Kamu.
Belasan orang kutolak. Mana Mungkin aku Menyukai orang yang Baru Kukenal. Sebenarnya Semua ini Hanyalah PRANK. Dan Sebenarnya Aku ini Orangnya Setia. Dari Kelas 1 Aku Menyukai Seseorang Disekolahku. Tak mungkin juga Aku Bisa Menaruh perasaan selain dia. Maaf ya. Berjanjilah untuk Tidak Menuntutku di Hari Qiyamah. Kalau yang Kemarin itu, Aku ga jawab jawab gara gara Susah Jawab pertanyaan kamu yang aku suka ke Kamu atau tidak.
Kalau soal serius saat itu aku Khilaf. Kamu sih, aku paling Takut kalau dikaitkan Dengan Allah. Jadi, jika menanyakan sesuatu kepadaku tanya Demi Allah atau tidak. Aku tak kuasa lagi menahan beban rasa bersalah dihati ini. Mohon maaf kalau Aku PHPin kamu.
Kamu boleh marah, ngambek atau apalah kepadaku.
...
Ya, beberapa Percobaan dilakukan dia untuk Nge-Prank Balas.
Satu kalimat, udah Terdeteksi.
I AM PRANK'S KING
THIS IS ( a Half) MY HOBBY.
...
Ada Gula, Ada Semut.
Sepertinya Pepatah itu yang Cocok dengan Postingan Kali ini.
YA. Aku Suka Sekali Nge-Prank Orang... Pasti Punya Penyebabnya.
Sebelum Ke Inti, Aku Mau Basa Basi Sedikit.
BTW, yang Baca ini Pasti udah Pernah Kena Prank aku kan? Eak :v
...
Kebiasaan ini Menjadi "BIASA" Semenjak aku Kelas 5 Semester 2. Saat itu aku Suka Sekali YouTube. yang kerap kubuka Di YouTube seperti Gaming, Music,, and PRANK.
Disaat aku menonton banyak sekali Video Prank Yudhisth Ardhiana, yang Dapat Kusimpulkan ialah:
1. Motif Prank
2. Jenis Prank
3. Cara Prank
4. Penyebab Orang Suka Nge-Prank.
Yap, Ini yang Akan Kubahas Pada Kesempatan Kali Ini.
Orang yang Biasanya suka PRANK....
Hanyalah orang yang Kurang Perhatian. Mengapa? Karena Orang yang Suka Prank akan Merasa Diperhatikan saat Selesai NgePrank.
Aku disini Bukan Ingin Menunjukkan Bahwa Aku Kurang Perhatian.
Tapi,,
Aku Hanya Prank Orang pada Saat Kesepian. Ya. KESEPIAN.
Ketika Seluruh orang Di Kontak tak ada yang Ngajak Chat...
Aksi dilancarkan.
Pengalaman Prank Terburukku Saat Nge-Prank Nabiila, Belum Setengah udah Terdeteksi.
Sedangkan yang Terbaik saat NgePrank Si Kembar :v
Lain Halnya dengan May. Ya Mayzahrakhalilla. Kayaknya Baperan Banget. Aku coba buat dia merasakan Perhatianku, Sampai Akhirnya kutembak, Jawabannya Mengejutkan. Katanya IYA. Lah, Aku langsung Panik... Gimana caranya buat dia Tau bahwa ini Semua cuma Prank. Akhirnya kuberi Kata kata.
Cukup sudah.
Aku Gapernah suka Sama Kamu.
Belasan orang kutolak. Mana Mungkin aku Menyukai orang yang Baru Kukenal. Sebenarnya Semua ini Hanyalah PRANK. Dan Sebenarnya Aku ini Orangnya Setia. Dari Kelas 1 Aku Menyukai Seseorang Disekolahku. Tak mungkin juga Aku Bisa Menaruh perasaan selain dia. Maaf ya. Berjanjilah untuk Tidak Menuntutku di Hari Qiyamah. Kalau yang Kemarin itu, Aku ga jawab jawab gara gara Susah Jawab pertanyaan kamu yang aku suka ke Kamu atau tidak.
Kalau soal serius saat itu aku Khilaf. Kamu sih, aku paling Takut kalau dikaitkan Dengan Allah. Jadi, jika menanyakan sesuatu kepadaku tanya Demi Allah atau tidak. Aku tak kuasa lagi menahan beban rasa bersalah dihati ini. Mohon maaf kalau Aku PHPin kamu.
Kamu boleh marah, ngambek atau apalah kepadaku.
...
Ya, beberapa Percobaan dilakukan dia untuk Nge-Prank Balas.
Satu kalimat, udah Terdeteksi.
I AM PRANK'S KING
(Kena banget ya)
Selasa, 22 Mei 2018
Kun Ana Tadzdad Jamaala
Kini, Aku Tidak Akan Berlama Lama.
Inilah aku. Dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya disana sini. Aku tak Bisa Dibandingkan denganmu, Dengannya atau Mereka. Aku Tak Ingin Menjadi Siapa siapa. Jadi Diri Sendiri adalah Salah satu Jalan Bagiku. Kelebihanku, Mungkin Semua Orang Telah Tau.
Kekuranganku?...
Kubahas salah satu saja, ya.
PACARUIK.
Yea, Aku Tertular Oleh Ariq. Kejadian itu pada Kelas 4. Disaat Itu Aku Sedang Bermusuhan sekali dengan Rahmad. Mengapa aku Bersahabat dengan Ariq? Karena dia orang yang Pertama kali Peduli pasca Pertengkaran Dengan Rahmad. Ya. Dia memang peduli. Aku biasanya Mendekati Teman yang Peduli. Rahmad (dulu), Ariq, Abda,...
Maklumi Saja Aku...
dan Akupun Tengah Berusaha Menghilangkan Kebiasaan itu. Banyak yang Risih dengan Kebiasaan itu. Mungkin di Blog ini Banyak kata kata tak Senonoh. Asal Kau Tau saja, Kejadiam Aslinya tak Sebanding dengan Kata kata itu. Sangat Banyak sekali Carut Marut Aulad kelas 6. Tak ada yang Sehat tentang Carut carutan. Kami itu sangat Sensitive. Sedikit sedikit senggol, CARUT.
Klasemen Carut di Kelas 6 Sekarang :
1. Abda
2. Rafi
3. Ariq
4. Bani
5. Rayhan
6. Thariq
7. Arkan
8. Fadhil
9. Rahmad
10. Luthfi
11. Fauzi
12. Dzakki
13. Ari
14. Ilham
15. Zaki A
16. Yazid
17. Radit
18. Naufal
19. Rasyid
(Parah juga Abda ya)
Jadi, maklumilah aku yang sedang belajar untuk turun Klasemen itu.
Bahkan ada seseorang yang Protes tentang Blog ini.
Inilah aku. Dengan Segala Kelebihan dan Kekurangannya disana sini. Aku tak Bisa Dibandingkan denganmu, Dengannya atau Mereka. Aku Tak Ingin Menjadi Siapa siapa. Jadi Diri Sendiri adalah Salah satu Jalan Bagiku. Kelebihanku, Mungkin Semua Orang Telah Tau.
Kekuranganku?...
Kubahas salah satu saja, ya.
PACARUIK.
Yea, Aku Tertular Oleh Ariq. Kejadian itu pada Kelas 4. Disaat Itu Aku Sedang Bermusuhan sekali dengan Rahmad. Mengapa aku Bersahabat dengan Ariq? Karena dia orang yang Pertama kali Peduli pasca Pertengkaran Dengan Rahmad. Ya. Dia memang peduli. Aku biasanya Mendekati Teman yang Peduli. Rahmad (dulu), Ariq, Abda,...
Maklumi Saja Aku...
dan Akupun Tengah Berusaha Menghilangkan Kebiasaan itu. Banyak yang Risih dengan Kebiasaan itu. Mungkin di Blog ini Banyak kata kata tak Senonoh. Asal Kau Tau saja, Kejadiam Aslinya tak Sebanding dengan Kata kata itu. Sangat Banyak sekali Carut Marut Aulad kelas 6. Tak ada yang Sehat tentang Carut carutan. Kami itu sangat Sensitive. Sedikit sedikit senggol, CARUT.
Klasemen Carut di Kelas 6 Sekarang :
1. Abda
2. Rafi
3. Ariq
4. Bani
5. Rayhan
6. Thariq
7. Arkan
8. Fadhil
9. Rahmad
10. Luthfi
11. Fauzi
12. Dzakki
13. Ari
14. Ilham
15. Zaki A
16. Yazid
17. Radit
18. Naufal
19. Rasyid
(Parah juga Abda ya)
Jadi, maklumilah aku yang sedang belajar untuk turun Klasemen itu.
Bahkan ada seseorang yang Protes tentang Blog ini.
- End.
Minggu, 20 Mei 2018
Last of The Last
Kuhafalkan Kata demi Kata.
Ini adalah Peluangku untuk Membuat Masa Depanku lebih Siap. Cita Citaku adalah menjadi Pemimpin suatu Perusahaan Besar. (Aamiiin) itu Cocok dengan peranku di Perpisahan ini. Pidato.
Asal kau tau, Impianku Semenjak Kelas 2 adalah MENYANYI saat Perpisahan. Dulu memang suaraku Sumbang, tapi Kini Telah Kulatih Sedemikian Rupa. Saat itu aku sangat teringin Menyanyikan Lagu Jepang. Ya. Saat itu aku sangat suka yang Berbau Jepang. (LU KATAIN GUA WIBU, AWAS LU) Saat kelas 2 Aku sangat Teringin Menyanyikan Lagu You Are My Friend. 3 Without A Fight. 4 Limpid Luster. Kelima Barulah Himawari no Yakusoku.
Kini aku Lebih tertarik Kepada Inggris. Kota Pencipta Sepak Bola Sangat Kugemari Saat ini.
Aku Sangat Kecewa dengan Keputusan Ustadz dan Ustadzah Menunjuk Ariq. SANGAT. Tapi aku tak boleh Menyalahkan yang lain karena Akupun tak Pernah Menunjukkan Suara Emasku ( UHUK OHOK). Tak lagi bisa diungkapkan dengan kata kata.
Meski Mual, Kuhafal Seluruh isi Pidato itu. Beban yang Kuemban saat ini Bisa Kubanggakan dilain Hari. Tak tahan Lama, aku hanya kuat sekitar Belasan Menit. Itu sudah bisa kubanggakan lho. Standar Belajarku Ialah 2 Menit.
Esoknya...
Kusiapkan Peci Hitam, HandPhone serta PowerBank. Peci hitam ini Kubeli saat ingin Pawai Kemerdekaan. (iyakah?) Kuabaikan Ibuku yang Sedari tadi Mengurus Bedak. FUCKER, I NOT GIRLS MOM.
Pergi ke SDN 09.
Tiba disana, Di Gerbang, Kudengar Disampingku Ada Bisik Bisikan. Pendengaranku Cukup Tajam untuk mendengar Percakapan Mereka.
Bukannya Kepedean ya.
"Aku yang ini ha, Ganteng"
"Punyaku!"
Kurasa yang Lain Dibegitukan juga.
Aku pergi meninggalkan Wanita wanita Sakit itu. Cukup Kucuekin aja.
Kulihat Seluruh Teman Temanku Memakai Baju Yang Sama Denganku. Setelan Batik Kemerah merahan, Cukup Membuatku kagum Didepan Cermin Kamar dengan Kegagahanku. Banad tak terlalu Kusoroti, Karena Kulihat Jilbabnya Merusak. Bukan Ga Bagus yaa. tapi AGAK kurang pas dengan Merahnya Baju Kami.
Arkan Datang Menghampiri,,
A: Ada juga Teman ana nyo. (Sambil Memegang Bajuku)
T: Maksudnya?
Nf: Nih Haa. Baju Kita Kayak Banad, Yang Kosongnya Ditengah Depan. Kalau Mereka dibawah.
T: Ooh. Kata ana Baju Kita Lebih Bagus kok.
Aku Mengomentari Beberapa Orang yang Kancing Paling Atasnya Terbuka, Kubilang Mereka Seperti Official Hotel. Iya Kan? yang Bawain Barang Barang Orang tuu.
Tapii ada Yazid, yang Kerahnya Terbuka Lebar. Kukomentari dia Seperti Bos-Bos Cabul. Sekali kali jadi Komentator Gapapa dong.
Memang,, Dunia ini Dipenuhi Dengan Komentator Kelas Bawah.
TUUUUUUUUUUUUT
Bel Berbunyi. Kami masuk ke Kelas Masing Masing.
Kami Sibuk Dengan Kertas Masing Masing. Kali Ini PJOK.
Aku tak Kesusahan Mengerjakan Soal Soal ini, Karena Sehari Hari Aku Mempraktekkannya. Pull,Push,Sit Up, Renang, SepakBola.
Aku Hanya Kesusahan di Soal yang Menanyakan Ukuran.
Seperti Biasanya, Kami Ribut setelah Menyelesaikan Ujian. Tinggal Menunggu Bel Pulang Berbunyi.
TUUUUUUUUUUUT
Satu Persatu Kami Keluar. Aku yang Bernomor Ujian 17-269-033-8 ini Pulang Kedua Terakhir, Sebelum Yazid dan Setelah Salma. Surat Balasan dari Apa yang Diberikan Safna Kemarin Sudah Ready Dikantungku. Tetapi... Tololnya aku yang Grogi ini dan Pergi Ke Arah Aulad. Sampai Sekarang, Surat itu tak tersampaikan.
Aku Menaiki Mobilku yang Telah Diparkir di Depan Masjid Agung, dengan Fauzi dan Bani. Kami lewat Melalui Jalan Soekarno-Hatta, Sedangkan yang lain lewat Cindua Mato.
Setibanya disana, Kelas 6 Dibuat Kesal dengar Mekanisme Acara ini. Mengapa Kami datang Saat Acara acara telah Berjalan Jauh?
Aku saja datang saat Orang selesai Pantomim. Otomatis Aku Tampil Hanya Setelah Kelas 1,5, Tari Pasambahan, Ariq dan Sofi.
Kelas 1= Fashion Show Berdasarkan Cita-Cita,
Kelas 2= Nyanyi apalah itu... Yang Semua Manusia Pasti Punya... Ahsudahlah.
Kelas 3= Nyanyi Laskar Pelangi
Kelas 4= Pantomim
Kelas 5= Musik Nusantara dan Silek Kampuang,
Ariq= Nyanyi Kun Anta
Sofi= Pesan dan Kesan dari Adik Kelas
Sedangkan Aku Pesan dan Kesan.
Saat Aku Baru Datang, Aku Sempat Kode kode (kode mulut) dengan Safna. aku tak tahu Ibuku berada di Belakang Mereka, Jarak 2 kursi.
Hanya Menunggu Giliranku.
Diantara teman temanku, akulah yang paling sibuk kedua setelah Ariq. Kalau Ariq mah Latihan Dibelakang. Kalau Aku Sibuk Menghubungi Ustadz Adi, Bertanya, Mencari Ustadz Satria.
Aku Naik Keatas Panggung Saat Sofi Sedang Tampil. Namun Dibalik Tirai Biru. Saat Keluar Aku Sempat Kesusahan Membuka Pintu. Untung Ada Ustadz Eko.
Diatas...
(masih dibelakang tirai)
Aku Berfikir...
Pasti aku akan Merindukan Masa ini Suatu Saat Nanti. AYO THARIQ, MAKSIMAL!
Sofi Telah Selesai.
Selanjutnya Dijelaskan dengan Video Berikut.
Video Tersebut tak Sampai Akhir. Aku Tak ingin juga Menjelaskannya, Karena Nanti Terbelit belit.
Ada 3 Pantun sebagai Penutup.
Setelah Aku Turun, Ada Momen SANGAT MENGEJUTKAN.
Aku Ingin Duduk di Tempat dudukku, tapi Telah Diisi Ustadz Bambang. Ada Seseorang Dibelakang Memanggilku Sambil Memindahkan Box Snack. "Nih" Sambil Menepuk kursi itu. "Disini Aja."
Saat Kulihat Siapa itu.... WTF!
AYAH MEREKA!
Dia Gustrizal Rasyid, (maaf ya) Ayah Dari Si Kembar.
Saat Aku Duduk, Dia Menyodorkan Tangan, Tanda Meminta Disalami. Kusalami lah. Setelah Bersalaman, Hampir Seluruh Aulad kelas 6 Melihatku. Entah Dengan Tatapan apa, tapi nampaknya Beberapa diantara mereka Dengan Tatapan Buruk Bercampur iri. Sebagian Mereka mengucapkan dengan kecil kata ',Ehem,'. Arkan yang Melihat Kejadian Itu Tak Tinggal diam. Dia Langsung Duduk Disampingku. Aku Mengeluarkan HP dari Tas.
Saat Kubuka Facebook, Melihat Result Pertandingan Home United VS Persija Jakarta, Ayah si itu Menatapku dalam dalam. YAA JELAS GUA GROGI LAH. Aku Mengajak Arkan Berfoto. Tapi BackGroundnya Ayah mereka.
Kami Menyaksikan dengan baik. Hingga Penampilan Kelas 6.
Kami Berbaris yang Lebih mirip antri.
Sampai Giliranku:
THARIQ ALMAS NEIL AUTHAR, NILAI Try Out Tertinggi.
Piala Kuambil, Aku Lupa Bersalaman. Yaa aku balik lagi selangkah, dan Terus keatas untuk meletakkan Pialanya.
Kategori kategori disini tak masuk Akal. Sebenarnya Semuanya Aku. Cuma Pra USBN tertinggi, MTK, SBK, Olahraga aja yang ga. Tapi Aku Harus Ikhlas Berbagi.
Mulai Menyanyi,,
Aku Tak Bisa Menangis. Bahkan Puisi Rahmad yang waktu latihan sempat membuatku menangis tak mempan. Entah Kenapa. Setelah Bernyanyi, Kami Menyalami seluruh Usradz ustadzah, dewan guru, staff dan Karyawan Cahaya Makkah.
Aku tak menangis juga disitu.
Sampai..
Aku Kembali Keatas. Kusalami dan Kupeluk Ustadz Adi. Saat Pelukan, Terlihat Semua Gambar Gambar Dulu. Tak Mudah Membangun Sekolah Ini Dari Nol. Kulihat Kami yang Dulu. Kulihat Ustadz Adi di Gambar. Aku Tak Kuasa Menahan Air Mata Ini. LOSS. Seperti Tutup Air Minum Putar Yang Loss, Itulah Pengibaratannya.
Aku Kembali Berbaris.
Aku masih menangis. Aku Menangis Sampai Ruku' Beberapa kali. Ruku' disini Mengeluarkan Urat uratku. Sebenarnya kalau ruangan itu tanpa orang, Aku Mengeluarkan Urat uratku dengan Teriak. Tapi kini dengan Mengeraskan Otot Leher.
Kami Diberikan Waktu.
Tangisku tak kunjung reda.
...
Setelah Beberapa saat, Kami disuruh duduk di Tangga untuk Berfoto Bersama. Aku yang tak kunjung puas dengan aliran deras ini langsung menyeka ari mata ini. Aku duduk walaupun Masih Tertunduk. Kami diperintahkan Mengangkat Piala Masing Masing.
...
Setelah Berfoto, Kami Dianjurkan Mengambil Nasi yang Disediakan 3 Kotak Masing masing orang.
Kami banyak berfoto.
Saat aku berjalan santai mengambil pialaku yang tadinya kuletakkan di Meja, Ada Panggilan Dari Belakang.
Thar!.
What The....
Inikah Ukhuwah?
Indah Rasanya, ya.
Mengapa Aku Baru sadar Sekarang?
...
Saat Aku Mendekati Rahmad,...
Aku ingin Memberinya Surat Persahabatan.
Aku telah menyiapkan Surat itu Sejak Seminggu yang lalu.
Jawabannya membuatku Tersentak.
"Biaso me Lah Thar."
"..."
Aku memasukkannya lagi.
Tak kusangka.
Sudahlah. Terlalu Sedih untuk Diungkit Kembali.
Aku Pulang bersama Nabiila A.
Last of The Last,,
TAMAT.
Cahaya Makkah,,
TAMAT.
Ini adalah Peluangku untuk Membuat Masa Depanku lebih Siap. Cita Citaku adalah menjadi Pemimpin suatu Perusahaan Besar. (Aamiiin) itu Cocok dengan peranku di Perpisahan ini. Pidato.
Asal kau tau, Impianku Semenjak Kelas 2 adalah MENYANYI saat Perpisahan. Dulu memang suaraku Sumbang, tapi Kini Telah Kulatih Sedemikian Rupa. Saat itu aku sangat teringin Menyanyikan Lagu Jepang. Ya. Saat itu aku sangat suka yang Berbau Jepang. (LU KATAIN GUA WIBU, AWAS LU) Saat kelas 2 Aku sangat Teringin Menyanyikan Lagu You Are My Friend. 3 Without A Fight. 4 Limpid Luster. Kelima Barulah Himawari no Yakusoku.
Kini aku Lebih tertarik Kepada Inggris. Kota Pencipta Sepak Bola Sangat Kugemari Saat ini.
Aku Sangat Kecewa dengan Keputusan Ustadz dan Ustadzah Menunjuk Ariq. SANGAT. Tapi aku tak boleh Menyalahkan yang lain karena Akupun tak Pernah Menunjukkan Suara Emasku ( UHUK OHOK). Tak lagi bisa diungkapkan dengan kata kata.
Meski Mual, Kuhafal Seluruh isi Pidato itu. Beban yang Kuemban saat ini Bisa Kubanggakan dilain Hari. Tak tahan Lama, aku hanya kuat sekitar Belasan Menit. Itu sudah bisa kubanggakan lho. Standar Belajarku Ialah 2 Menit.
Esoknya...
Kusiapkan Peci Hitam, HandPhone serta PowerBank. Peci hitam ini Kubeli saat ingin Pawai Kemerdekaan. (iyakah?) Kuabaikan Ibuku yang Sedari tadi Mengurus Bedak. FUCKER, I NOT GIRLS MOM.
Pergi ke SDN 09.
Tiba disana, Di Gerbang, Kudengar Disampingku Ada Bisik Bisikan. Pendengaranku Cukup Tajam untuk mendengar Percakapan Mereka.
Bukannya Kepedean ya.
"Aku yang ini ha, Ganteng"
"Punyaku!"
Kurasa yang Lain Dibegitukan juga.
Aku pergi meninggalkan Wanita wanita Sakit itu. Cukup Kucuekin aja.
Kulihat Seluruh Teman Temanku Memakai Baju Yang Sama Denganku. Setelan Batik Kemerah merahan, Cukup Membuatku kagum Didepan Cermin Kamar dengan Kegagahanku. Banad tak terlalu Kusoroti, Karena Kulihat Jilbabnya Merusak. Bukan Ga Bagus yaa. tapi AGAK kurang pas dengan Merahnya Baju Kami.
Arkan Datang Menghampiri,,
A: Ada juga Teman ana nyo. (Sambil Memegang Bajuku)
T: Maksudnya?
Nf: Nih Haa. Baju Kita Kayak Banad, Yang Kosongnya Ditengah Depan. Kalau Mereka dibawah.
T: Ooh. Kata ana Baju Kita Lebih Bagus kok.
Aku Mengomentari Beberapa Orang yang Kancing Paling Atasnya Terbuka, Kubilang Mereka Seperti Official Hotel. Iya Kan? yang Bawain Barang Barang Orang tuu.
Tapii ada Yazid, yang Kerahnya Terbuka Lebar. Kukomentari dia Seperti Bos-Bos Cabul. Sekali kali jadi Komentator Gapapa dong.
Memang,, Dunia ini Dipenuhi Dengan Komentator Kelas Bawah.
TUUUUUUUUUUUUT
Bel Berbunyi. Kami masuk ke Kelas Masing Masing.
Kami Sibuk Dengan Kertas Masing Masing. Kali Ini PJOK.
Aku tak Kesusahan Mengerjakan Soal Soal ini, Karena Sehari Hari Aku Mempraktekkannya. Pull,Push,Sit Up, Renang, SepakBola.
Aku Hanya Kesusahan di Soal yang Menanyakan Ukuran.
Seperti Biasanya, Kami Ribut setelah Menyelesaikan Ujian. Tinggal Menunggu Bel Pulang Berbunyi.
TUUUUUUUUUUUT
Satu Persatu Kami Keluar. Aku yang Bernomor Ujian 17-269-033-8 ini Pulang Kedua Terakhir, Sebelum Yazid dan Setelah Salma. Surat Balasan dari Apa yang Diberikan Safna Kemarin Sudah Ready Dikantungku. Tetapi... Tololnya aku yang Grogi ini dan Pergi Ke Arah Aulad. Sampai Sekarang, Surat itu tak tersampaikan.
Aku Menaiki Mobilku yang Telah Diparkir di Depan Masjid Agung, dengan Fauzi dan Bani. Kami lewat Melalui Jalan Soekarno-Hatta, Sedangkan yang lain lewat Cindua Mato.
Setibanya disana, Kelas 6 Dibuat Kesal dengar Mekanisme Acara ini. Mengapa Kami datang Saat Acara acara telah Berjalan Jauh?
Aku saja datang saat Orang selesai Pantomim. Otomatis Aku Tampil Hanya Setelah Kelas 1,5, Tari Pasambahan, Ariq dan Sofi.
Kelas 1= Fashion Show Berdasarkan Cita-Cita,
Kelas 2= Nyanyi apalah itu... Yang Semua Manusia Pasti Punya... Ahsudahlah.
Kelas 3= Nyanyi Laskar Pelangi
Kelas 4= Pantomim
Kelas 5= Musik Nusantara dan Silek Kampuang,
Ariq= Nyanyi Kun Anta
Sofi= Pesan dan Kesan dari Adik Kelas
Sedangkan Aku Pesan dan Kesan.
Saat Aku Baru Datang, Aku Sempat Kode kode (kode mulut) dengan Safna. aku tak tahu Ibuku berada di Belakang Mereka, Jarak 2 kursi.
Hanya Menunggu Giliranku.
Diantara teman temanku, akulah yang paling sibuk kedua setelah Ariq. Kalau Ariq mah Latihan Dibelakang. Kalau Aku Sibuk Menghubungi Ustadz Adi, Bertanya, Mencari Ustadz Satria.
Aku Naik Keatas Panggung Saat Sofi Sedang Tampil. Namun Dibalik Tirai Biru. Saat Keluar Aku Sempat Kesusahan Membuka Pintu. Untung Ada Ustadz Eko.
Diatas...
(masih dibelakang tirai)
Aku Berfikir...
Pasti aku akan Merindukan Masa ini Suatu Saat Nanti. AYO THARIQ, MAKSIMAL!
Sofi Telah Selesai.
Selanjutnya Dijelaskan dengan Video Berikut.
Video Tersebut tak Sampai Akhir. Aku Tak ingin juga Menjelaskannya, Karena Nanti Terbelit belit.
Ada 3 Pantun sebagai Penutup.
Setelah Aku Turun, Ada Momen SANGAT MENGEJUTKAN.
Aku Ingin Duduk di Tempat dudukku, tapi Telah Diisi Ustadz Bambang. Ada Seseorang Dibelakang Memanggilku Sambil Memindahkan Box Snack. "Nih" Sambil Menepuk kursi itu. "Disini Aja."
Saat Kulihat Siapa itu.... WTF!
AYAH MEREKA!
Dia Gustrizal Rasyid, (maaf ya) Ayah Dari Si Kembar.
Saat Aku Duduk, Dia Menyodorkan Tangan, Tanda Meminta Disalami. Kusalami lah. Setelah Bersalaman, Hampir Seluruh Aulad kelas 6 Melihatku. Entah Dengan Tatapan apa, tapi nampaknya Beberapa diantara mereka Dengan Tatapan Buruk Bercampur iri. Sebagian Mereka mengucapkan dengan kecil kata ',Ehem,'. Arkan yang Melihat Kejadian Itu Tak Tinggal diam. Dia Langsung Duduk Disampingku. Aku Mengeluarkan HP dari Tas.
Saat Kubuka Facebook, Melihat Result Pertandingan Home United VS Persija Jakarta, Ayah si itu Menatapku dalam dalam. YAA JELAS GUA GROGI LAH. Aku Mengajak Arkan Berfoto. Tapi BackGroundnya Ayah mereka.
Kami Menyaksikan dengan baik. Hingga Penampilan Kelas 6.
Kami Berbaris yang Lebih mirip antri.
Sampai Giliranku:
(Lupa... :v)
THARIQ ALMAS NEIL AUTHAR, NILAI Try Out Tertinggi.
Piala Kuambil, Aku Lupa Bersalaman. Yaa aku balik lagi selangkah, dan Terus keatas untuk meletakkan Pialanya.
Kategori kategori disini tak masuk Akal. Sebenarnya Semuanya Aku. Cuma Pra USBN tertinggi, MTK, SBK, Olahraga aja yang ga. Tapi Aku Harus Ikhlas Berbagi.
Mulai Menyanyi,,
Aku Tak Bisa Menangis. Bahkan Puisi Rahmad yang waktu latihan sempat membuatku menangis tak mempan. Entah Kenapa. Setelah Bernyanyi, Kami Menyalami seluruh Usradz ustadzah, dewan guru, staff dan Karyawan Cahaya Makkah.
Aku tak menangis juga disitu.
Sampai..
Aku Kembali Keatas. Kusalami dan Kupeluk Ustadz Adi. Saat Pelukan, Terlihat Semua Gambar Gambar Dulu. Tak Mudah Membangun Sekolah Ini Dari Nol. Kulihat Kami yang Dulu. Kulihat Ustadz Adi di Gambar. Aku Tak Kuasa Menahan Air Mata Ini. LOSS. Seperti Tutup Air Minum Putar Yang Loss, Itulah Pengibaratannya.
Aku Kembali Berbaris.
Aku masih menangis. Aku Menangis Sampai Ruku' Beberapa kali. Ruku' disini Mengeluarkan Urat uratku. Sebenarnya kalau ruangan itu tanpa orang, Aku Mengeluarkan Urat uratku dengan Teriak. Tapi kini dengan Mengeraskan Otot Leher.
Aku Memang Susah dan Jarang Sekali Menangis. Tapi Jika Sudah Menangis, Anda Lihat Saya Susah Sekali Berhenti. PARAH.
-Thariq
(pic: David Luiz)
Kami Diberikan Waktu.
Tangisku tak kunjung reda.
...
Setelah Beberapa saat, Kami disuruh duduk di Tangga untuk Berfoto Bersama. Aku yang tak kunjung puas dengan aliran deras ini langsung menyeka ari mata ini. Aku duduk walaupun Masih Tertunduk. Kami diperintahkan Mengangkat Piala Masing Masing.
...
Setelah Berfoto, Kami Dianjurkan Mengambil Nasi yang Disediakan 3 Kotak Masing masing orang.
Kami banyak berfoto.
Saat aku berjalan santai mengambil pialaku yang tadinya kuletakkan di Meja, Ada Panggilan Dari Belakang.
Thar!.
What The....
Inikah Ukhuwah?
Indah Rasanya, ya.
Mengapa Aku Baru sadar Sekarang?
...
Saat Aku Mendekati Rahmad,...
Aku ingin Memberinya Surat Persahabatan.
Aku telah menyiapkan Surat itu Sejak Seminggu yang lalu.
Jawabannya membuatku Tersentak.
"Biaso me Lah Thar."
"..."
Aku memasukkannya lagi.
Tak kusangka.
Sudahlah. Terlalu Sedih untuk Diungkit Kembali.
Aku Pulang bersama Nabiila A.
Last of The Last,,
TAMAT.
Cahaya Makkah,,
TAMAT.
(ini Pelawakan atau Penyiksaan? :v)
Selasa, 15 Mei 2018
Last of The Last. (Glad)
Terakhir daripada yang terakhir hanya Allah SWT, Ini hanyalah Judul semata.
~~~
USBN TELAH BERGULIR.
Bagian USBN... Aku tak perlu banyak banyak cerita tentang ini. Tetapi yang jelas aku dapat menambah 1 Fans lagi disini. Dia awalnya Fans Arkan. Hello.... Parasnya dapat disetarakan Dengan Salma... Tapi Inilah Kesetiaan.
Ini di Hari Selasa, 8 May 2018.
Tuuuuuuut
Bell telah Berbunyi. Saatnya OTW to School. Sudah dua hari ini aku Berjalan Bersama Yazid. Mengapa? Dia tau semua Jalan Pintas. Jalan 4 kali Kami Potong.
Setibanya di Sekolah, Kelas 5 Sedang Berlatih Untuk Acara Besok. Saat sedang Seru, dipanggil Ari. Aku sempat Kesal, tapi Nampaknya ia Berniat Baik. Ternyata oh Ternyata, Dia menunjukkan Sandalku yang telah Kucari dari Kemarin. Jadi kemarin aku hanya memakai sebelah Sandal.
Lokasi sandal itu sangatlah Hoki, karena dia berada diatas Batu yang Agak Runcing. Aku berputar putar keliling Masjid seperti Thawaf karena kebingungan. Aku meminjam kepada adik adik kelasku , tak ada yang mau. Akhirnya aku memutuskan Memakai Sepatuku.
Kuambil, kuletakkan di Rak Sepatu didepan Kelasku. Nahas, Salma dkk datang. Aku tak mau diejek karena membawa sepatu ditangan. Yaa langsung aku masukkan semuanya. Aku disitu bersama Rafi. Aku kembali ke Masjid.
Lagu Yamko Rambe Yamko dan Kampuang Nan Jauah Di Mato. Lagu pertama ini menurutku kurang cocok, Karena ini Lagu Pembunuhan.
Setelah Silek Kampuang, Kami Dipersilahkan Makan. Aku tak Membawa Bekal. Aku Harus Puas dengan Menonton Teman teman makan.
Kami disuruh Berbaris didepan Kantor. Anak kelas 5&1 ikut juga.
Kami Dilansir dua orang per Motor ke Balerong.
~~~
Tiba disana, Kami dibuat kesal oleh Anak anak kelas 1. Bagaimana tidak, Panggung diserbu oleh Mereka.
Proses dari awal aku tak perlu Ceritakan. PANJANG.
Aku bertanya pada ustadz Adi.
"Apakah Aku Tampil Hari ini? "
''Ya!."
Anjay.
Aku tampil kurang Maksimal Saat Gladiresik, Mic naik turunlah, Kurang Tegas lah, dll.
TO BE CONTINUED
~~~
USBN TELAH BERGULIR.
Bagian USBN... Aku tak perlu banyak banyak cerita tentang ini. Tetapi yang jelas aku dapat menambah 1 Fans lagi disini. Dia awalnya Fans Arkan. Hello.... Parasnya dapat disetarakan Dengan Salma... Tapi Inilah Kesetiaan.
Ini di Hari Selasa, 8 May 2018.
Tuuuuuuut
Bell telah Berbunyi. Saatnya OTW to School. Sudah dua hari ini aku Berjalan Bersama Yazid. Mengapa? Dia tau semua Jalan Pintas. Jalan 4 kali Kami Potong.
Setibanya di Sekolah, Kelas 5 Sedang Berlatih Untuk Acara Besok. Saat sedang Seru, dipanggil Ari. Aku sempat Kesal, tapi Nampaknya ia Berniat Baik. Ternyata oh Ternyata, Dia menunjukkan Sandalku yang telah Kucari dari Kemarin. Jadi kemarin aku hanya memakai sebelah Sandal.
Lokasi sandal itu sangatlah Hoki, karena dia berada diatas Batu yang Agak Runcing. Aku berputar putar keliling Masjid seperti Thawaf karena kebingungan. Aku meminjam kepada adik adik kelasku , tak ada yang mau. Akhirnya aku memutuskan Memakai Sepatuku.
Kuambil, kuletakkan di Rak Sepatu didepan Kelasku. Nahas, Salma dkk datang. Aku tak mau diejek karena membawa sepatu ditangan. Yaa langsung aku masukkan semuanya. Aku disitu bersama Rafi. Aku kembali ke Masjid.
Lagu Yamko Rambe Yamko dan Kampuang Nan Jauah Di Mato. Lagu pertama ini menurutku kurang cocok, Karena ini Lagu Pembunuhan.
Setelah Silek Kampuang, Kami Dipersilahkan Makan. Aku tak Membawa Bekal. Aku Harus Puas dengan Menonton Teman teman makan.
Kami disuruh Berbaris didepan Kantor. Anak kelas 5&1 ikut juga.
Kami Dilansir dua orang per Motor ke Balerong.
~~~
Tiba disana, Kami dibuat kesal oleh Anak anak kelas 1. Bagaimana tidak, Panggung diserbu oleh Mereka.
Proses dari awal aku tak perlu Ceritakan. PANJANG.
Aku bertanya pada ustadz Adi.
"Apakah Aku Tampil Hari ini? "
''Ya!."
Anjay.
Aku tampil kurang Maksimal Saat Gladiresik, Mic naik turunlah, Kurang Tegas lah, dll.
TO BE CONTINUED
Disebalik Topeng (End)
Aku mendapatkan Jatah Foto... Entah satu atau dua.
Foto Pertama diambil pada saat Lompat.
~~~
Setelah Foto Bersama, Aku berlensa kembali. Ada juga Video.
~~~
Tiba tiba dari belakang Cica Muncul. Dia menagih kata kataku. PowerBank. Di Video Nanti bakal ada Cuplikan Cica Ngambek Gara gara Daya Batrainya Habis.
HPku dipinjam Rasyid. Lumayan lama juga dia Videoin.
~~~
~~~
Aku beranjak pergi Dari Masjid. Kuambil tas yang sedari tadi sore di tempat Makan, dan masuk kedalam bus.
...
Didalam Bus aku bertemu Rayhan. Aku Membicarakan Alat Penghisap tadi kepadanya. Dia Mencatat Plat Nomor Dan Nomor Telepon Bus Itu, walau Rayhannya Akan Pergi Dengan Mobil Rasyid.
~~~
Saat Radit tau, dia langsung kaget. Dia tanya dimana, EEEH DIA MAU BUKA TUH STELLA.
Untung ustadz Bambang dah tau trus suruh duduk lagi.
~~~
Bus Rasanya Hening.
SALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMA...
Hanya itu yang ada diotakku.
~~~
Sampai ustadz Bambang melalui Aplikasi di HPnya Membuyarkan Semuanya. Tapi yang lagi main game yaa tetap main.
Aku teringat Dengan Kondisi Salma saat itu. Kubaca Huruf demi Huruf.
Jika kalian dengar, suarakulah yang paling Keras membaca Do'a do'a itu. Kuniatkan Do'a itu Mengalir kepada Salma.
~~~
Tiba di Simpang Empat, aku mulai Melihat Radit Berkemas kemas.
Saat Radit Ingin Keluar...
T: Thanks untuk Hari ini ya dit
R: Iya... awas lah antum dulu.. ana mau turun nih.
~~~
Semakin dekat dengan Tokoku. Naufal dan Arkan turun di tokoku.
~~~
Kami bertiga turun dari Bus. Orang martabak Ngeliatin. Aku Mengeluarkan Hormat dua Jari yang biasa dilakukan Pria untuk Menggoda Wanita ke Arah Bus itu. Kebetulan juga Mia sedang ngarah kepadaku.
~~~
Kami menelfon Orang tua Masing masing dengan HP ibuku.
Setelah itu, Pembicaraan dimulai.
T: Biasanya kalau Tutup Tema atau Apa kan sedih aja pulang tu... tapi ini kenapa ga ya...
A: Illih, palingan cuma karena dia ga hadir aja tu
...
Ternyata, Ada juga yang sadar bahwa Aku membaca Al-Ma'tsurat tadi dengan serius.
A: Tadi nampaknya antum baca Alma'tsurat kayaknya beda deh... untuk dia yaaa
T: (Senyum)
~~~
Satu persatu dijemput. Aku mengeluarkan Asoy dari dalam tas ke tempat Baju kotor.
~~~~~
...
Hari hari Kulewati tanpa dia. Godaanku pada Mia semakin Menjadi jadi. Kadang aku Berfikir... Mengapa aku tak konsisten dengan Salma. Tapi setelah kuproses fikiran itu, aku mengerti bahwa aku ini cuma Kesepian. Dia tak kunjung Hadir juga. Aku juga tak mungkin Menjenguknya.
~~~
Mohon Maaf, saat itu tak jarang Terlintas di Fikiranku...
Mati ajalah dia, Dia ga peduli lagi sama aku.
Hingga...
...
Kulepaskan Simpul di Sepatuku. Aku tak Banyak berharap lagi kedatangan dia. Nafasku yang Terengah Engah tak membuatku kembali Semangat setelah Naik Sepeda tadi. Dadaku yang sesak membuatku tambah Kelelahan. Tampak suasana Heboh dari Dalam kelas, Menyambut kedatanganku. Mereka membicarakan aku dengan Salma. Kebanyakan dari Mereka bilang "Thor, Salma dah datang". Entah darimana Cahaya Semangat Terpancar. Aku masuk dan melihat Wajahnya yang tampak Pucat dan Merah itu. Aku tak Peduli dia seperti itu, Yang penting DIA DATANG. Aku melewatinya yang sedang Dikerumuni banad yang lain. Memang tampaknya Saat itu Aku Cuek, Tapi Di Lubuk Hatiku yang Paling dalam, Aku sangat HAPPY.
→←→←→←
Kebiasaan Mengganggu Mia Memang masih ada, tapi Itu telah kuusahakan hilang.
Without You, My Life is Not Perfect.
THE END.
Disebalik Topeng, END.
*Pembicaraan kami ada yang Dibahasa Indonesiakan dan diperhalus, karena tak sedikit pembicaraan kami yang penuh carut.
Ini, Beberapa Foto yang tak dapat kuunggah karena Alur Cerita.
*mohon maaf jika ada salah satunya telah kuunggah.
Wassalamu'alaikum.
Foto Pertama diambil pada saat Lompat.
~~~
Setelah Foto Bersama, Aku berlensa kembali. Ada juga Video.
Seperti di gambar, Aku Berjalan ke arah sana, tapi aku dihadang Oleh Bapak bapak yang Minta Berfoto.
~~~
Aku menyendiri. Fikiranku hanya satu: yaitu Salma. Aku memutuskan Berfoto gaya orang masa kini yang Galau Galauan. Aku minta Difoto Rasyid. (Foto foto ini telah diedit)
Tiba tiba dari belakang Cica Muncul. Dia menagih kata kataku. PowerBank. Di Video Nanti bakal ada Cuplikan Cica Ngambek Gara gara Daya Batrainya Habis.
HPku dipinjam Rasyid. Lumayan lama juga dia Videoin.
~~~
Aku Ke Masjid. Tak Peduli PowerBank ku yang Dipegang pegang Irsyad. Aku Shalat dengan Khusyuk disana. Sangat. Semuanya untuk dia. Mungkin dia tak tahu, Tapi aku selalu mendo'akannya. Aku Hanya Cukup Mengagumimu dalam Do'a.
~~~
Aku beranjak pergi Dari Masjid. Kuambil tas yang sedari tadi sore di tempat Makan, dan masuk kedalam bus.
...
Didalam Bus aku bertemu Rayhan. Aku Membicarakan Alat Penghisap tadi kepadanya. Dia Mencatat Plat Nomor Dan Nomor Telepon Bus Itu, walau Rayhannya Akan Pergi Dengan Mobil Rasyid.
~~~
Saat Radit tau, dia langsung kaget. Dia tanya dimana, EEEH DIA MAU BUKA TUH STELLA.
Untung ustadz Bambang dah tau trus suruh duduk lagi.
~~~
Bus Rasanya Hening.
SALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMA...
Hanya itu yang ada diotakku.
~~~
Sampai ustadz Bambang melalui Aplikasi di HPnya Membuyarkan Semuanya. Tapi yang lagi main game yaa tetap main.
Aku teringat Dengan Kondisi Salma saat itu. Kubaca Huruf demi Huruf.
Jika kalian dengar, suarakulah yang paling Keras membaca Do'a do'a itu. Kuniatkan Do'a itu Mengalir kepada Salma.
~~~
Tiba di Simpang Empat, aku mulai Melihat Radit Berkemas kemas.
Saat Radit Ingin Keluar...
T: Thanks untuk Hari ini ya dit
R: Iya... awas lah antum dulu.. ana mau turun nih.
~~~
Semakin dekat dengan Tokoku. Naufal dan Arkan turun di tokoku.
~~~
Kami bertiga turun dari Bus. Orang martabak Ngeliatin. Aku Mengeluarkan Hormat dua Jari yang biasa dilakukan Pria untuk Menggoda Wanita ke Arah Bus itu. Kebetulan juga Mia sedang ngarah kepadaku.
~~~
Kami menelfon Orang tua Masing masing dengan HP ibuku.
Setelah itu, Pembicaraan dimulai.
T: Biasanya kalau Tutup Tema atau Apa kan sedih aja pulang tu... tapi ini kenapa ga ya...
A: Illih, palingan cuma karena dia ga hadir aja tu
...
Ternyata, Ada juga yang sadar bahwa Aku membaca Al-Ma'tsurat tadi dengan serius.
A: Tadi nampaknya antum baca Alma'tsurat kayaknya beda deh... untuk dia yaaa
T: (Senyum)
~~~
Satu persatu dijemput. Aku mengeluarkan Asoy dari dalam tas ke tempat Baju kotor.
~~~~~
...
Hari hari Kulewati tanpa dia. Godaanku pada Mia semakin Menjadi jadi. Kadang aku Berfikir... Mengapa aku tak konsisten dengan Salma. Tapi setelah kuproses fikiran itu, aku mengerti bahwa aku ini cuma Kesepian. Dia tak kunjung Hadir juga. Aku juga tak mungkin Menjenguknya.
~~~
Mohon Maaf, saat itu tak jarang Terlintas di Fikiranku...
Mati ajalah dia, Dia ga peduli lagi sama aku.
Hingga...
...
Kulepaskan Simpul di Sepatuku. Aku tak Banyak berharap lagi kedatangan dia. Nafasku yang Terengah Engah tak membuatku kembali Semangat setelah Naik Sepeda tadi. Dadaku yang sesak membuatku tambah Kelelahan. Tampak suasana Heboh dari Dalam kelas, Menyambut kedatanganku. Mereka membicarakan aku dengan Salma. Kebanyakan dari Mereka bilang "Thor, Salma dah datang". Entah darimana Cahaya Semangat Terpancar. Aku masuk dan melihat Wajahnya yang tampak Pucat dan Merah itu. Aku tak Peduli dia seperti itu, Yang penting DIA DATANG. Aku melewatinya yang sedang Dikerumuni banad yang lain. Memang tampaknya Saat itu Aku Cuek, Tapi Di Lubuk Hatiku yang Paling dalam, Aku sangat HAPPY.
→←→←→←
Kebiasaan Mengganggu Mia Memang masih ada, tapi Itu telah kuusahakan hilang.
Without You, My Life is Not Perfect.
THE END.
Disebalik Topeng, END.
*Pembicaraan kami ada yang Dibahasa Indonesiakan dan diperhalus, karena tak sedikit pembicaraan kami yang penuh carut.
Ini, Beberapa Foto yang tak dapat kuunggah karena Alur Cerita.
*mohon maaf jika ada salah satunya telah kuunggah.
Wassalamu'alaikum.
Langganan:
Postingan (Atom)





































