Kamis, 14 Juni 2018

Filosofi Ratih: Arkan.

Kaget?

Hahaha.

Menurutku, dia Cocok ditempatkan Disini.

Ya. Dia Banyak Berjasa padaku Tentang Cinta.

Lebih dari Naufal, Ia Setiap Hari Ketempatku.

Tapii,, eh ada Tapinya...
Pertemuan dengan Naufal Lebih Bermutu. :v

Soalnya...,, Kebanyakan dia Datang Kerumahku Dengan Alasan PR. Yaa Kalo ga mau dikata katain yaa Tunjukin. Dia nyalin, Bukan Kerjasama. Tapii... Setelah Urusan PR Kembali ke Inti. Cuma masalah Aku dan Salma.

Jika aku Ketahuan Menyembunyikan,, seperti surat atau apa, KATANYA Aku akan di-PHO. (Perusak Hubungan Orang) Papapapadahaal..., Gua Bisa juga Nge-PHO elu njir :v.

Aku banyak Menyembunyikan Sesuatu dari dia. Dimulai dari Sebenarnya Gua Biang PHO dia sama May dan Surat surat.

Aku Mengerti Sekarang. Mengapa dia Gemesan dan Bilang Bodo terus kepadaku. Aku mengerti sekarang karena sudah sedikit mengerti akan PeDe. Aku dulu Pemalu Banget, ya. Memang, Penyesalan Selalu di Akhir.

Yang Sering Kuobrolkan dengannya biasanya SL atau...

Spiritual.

Aku tak Mau Membahas itu lagi.

Rabu, 13 Juni 2018

Filosofi Ratih: Nabiila.

Kami dekat Sedari Kecil.

Aku Berterimakasih Kepadanya. Dia Selalu Menasehatiku. Apapun. Tapii... Nasehatku Baru Sekali, Ga Dianggap. Yaudah, Kapok Gua Nasehatin dia.

Aku Menganggapnya Sahabat dan Saudariku sendiri. Tapi Karena dia Menghilang Begitu lama, Gelar itu Semacam "Memudar".

Aku Membutuhkan dia. Tanpanya, Mungkin Aku Sudah Kelepasan Berkali kali.

"Sahabat"...

?

Yasudahlah.

Kami Mulai Bersahabat Semenjak Kelas 6.

Meski dia adalah Sahabat yang Paling "Baik", Aku tak Terlalu Menyayanginya. Mengapa? Karena itu tadi, Menghilang.

Dia yang Memotivasiku Hijrah, Menasehatiku Kepada Kebaikan, dan Mengajariku tentang Ibadah.

Aku tak Akan Berlama lama di Episode ini. Dia sudah Pernah Kutulis di Blog ini.

Aku Heran.

Mengapa aku Pernah Mempertimbangkannya?

Aku Harusnya Tanpa Ragu Pada Salma.

Entahlah.

Selasa, 12 Juni 2018

Sibuk.

Assalamu'alaikum.
Ya. Gua Sibuk Banget di Pulau ini. Tapi gua ga akan lupa dengan blog ini. Maka dari itu Gua putuskan untuk mengambil langkah Minimum: one day one post.

Demikian.
Wassalamu'alaikum.

Filosofi Ratih: Abda

Ya. Orang Setelah Naufal adalah Abda.

Persahabatan Kami dimulai pada Kelas 4. Aku Ingat Betul pada Saat kami Menjiplak Peta dengan Kertas ¿Minyak?. Saat itu Karya Kami Berdua Sama Sama ditempel. Eh, salah. Waktu itu gua ga bisa sama sekali Bidang Seni. Jadi ituh Jiplakan dibuat Ibu gua.

T: "Eh, Punya kita dekat!"
A: "Iyalaah,, Kita kan Sahabaat"
T: "Iya"

Kami Seringkali Mengatakan " Sahabat " di kelas 4

Aku Menyebut dia "Pantas" menjadi Sahabatku Karena Sifatnya. Dia lucu dan Humoris. Dia Bisa Menyemangatiku disaat apapun.

Aku masih ingat Saat Tutup tema ke Adityawarman, Saat itu keadaannya sangat Memprihatinkan. Dia Mempunyai Mobil, tapi Dia Pemabuk. Berbahaya. Disaat itu aku yang Mengurusnya. Saat dia muntah, Aku yang Buangin, aku yang ambilin minyak, dll.

Hingga,,

Rafi Mengubah Segalanya. Entah Kenapa, Apa Salahku, APAAA!? Kenapa Kau Merebut Sahabatku?  Cih, Cara Banci Seperti Itu yang Kau Lakukan!

Asal Kau Tahu saja ya, Rafi Banyak Merebut Teman Dekatku. Entah Mengapa. Setiap Aku Dekat dengan Seseorang, Dia Ambil. Aku Sangat heran pada Kelas 5 dia Tiba tiba Merebut Ariq dan Abda sekaligus. Dan Aku Lebih Heran lagi, Karena satu satunya yang dia Tak Bisa Rebut Ialah Naufal. Aku sering Melihat Naufal didekati Rafi. Tapi Naufal Malah Menjauhinya. Cara Anj*ng seperti itu Tak perlu kupedulikan.

Abda Berubah di Kelas 5. Dia Lebih Agresif. Mengapa?

Dia Mengejar Safna.

Dulu Aku Heran Mengapa Safna Sangat FAVORIT para Aulad, Banyak banget yang suka. Aku Penasaran Banget rasanya dulu... gimana Rasanya disukai (Kesampean juga Akhirnya).
Abda yang Tadinya Humoris dan Lucu saat itu telah Menjadi Abda yang Kasar. Kurasa yang Mengajarinya adalah Rafi.

Awal Kelas 6 Aku menemukan Sosok yang mirip sekali Kelakuannya dengan Abda. Dia Muhammad Farel Hibatullah. Kelas 4, Lokal ustzh Putri dan Ust. Talkisman. Aku dekat sekali dengannya. Kali ini aku yang Mendekat, Karena ternyata Aku sangat Butuh Sosok seperti itu.

Aku Kembali dekat Dengannya lagi Pada Akhir Kelas  6. Aku dekat dengannya Karena Safna. (Thanks Safna, Kau yang Merubah Abda, Kau juga yang Mengubah Abda Kembali)

Saat itu Hatiku sedikit panas karena Abda bicara sangat Akrab dengan Salma.
Awalnya aku biasa saja, Tapi Setelah Provokasi dari Arkan akupun Emosi. Arkan Mengancam Abda terus terusan.
Entah Apa Hak ku untuk Cemburu, tapi Kecemburuan ini Mencapai Batasnya. Aku dan Arkan Merencanakan Balas Dendam, dengan Berbicara seakrab Akrabnya dengan Safna. Arkan Sampai Rela Berkorban Tempat duduk dan Perasaannya, Hanya untuk Aku Balas dendam.

Kalimat yang Sering Dilontarkannya saat itu adalah,: "Udah Sebaik apa ana tu, Berkorban Demi Antum. Balas lah Lagi. Tau? Sakit juga Hati ana ni nengok Antum sama Safna!"

Aku menggunakan Kesempatan itu Sebaik baiknya, Kadang Abda ngelirik Buruk kepadaku. Dan Terkadang di Adegan Besar, Aku memanggil Abda untuk Melihatku.

Abda Lemas. Nampaknya dia Sangat Cemburu. Dua Hari saja Sudah Cukup untuk mengatakan:

"Malas ana Bicara sama Salma lagi Thor, Dia Pengambek"

Wkwkwk. Dia Kira Aku Bisa Dibodohi apa? Ibuku Juga Pernah Menjadi Psikolog tau'! Aku tau yang Boong sama engga.

Dia cuma Termakan rasa Cemburu.

Saat itu Kami Baikan. Kami menjadi Sangat dekat. Aku Biasanya Mencie ciein Abda dengan Safna kalo berpas pasan. Dan.. (maaf ya) Aku seringkali Membuat Hidung Abda Kembang dengan Meyakinkan dia Bahwa Safna Menyukainya. Sampai Sekarang dia Masih Ke Ge Eran, Merasa bahwa Safna menyukainya.

Sampai Sekarang, Kami Dekat Sekali. Thanks Safna.

-----
Oiya, Ada satu Ceritaku dengan Ariq yang Mirip dengan Episode ini.

Entah aku sudah Menceritakannya atau belum, Kalau Belum silahkan Chat saya dan bilang belum, dan saya akan menerbitkannya. Dan jika belum saya akan menghapus bagian bawah ini.

Ini Terjadi setelah Aku Mengalami Putus Asa terbesar yang Pernah Kualami. Disaat Ariq dengan Salma sangat Dekat.

Sudah Kuceritakan, Ariq Suka sekali Mencie ciekan Aku dengan Salma.

Kalimat yang Mencengangkanku saat Pertama Kali Keluar dari Mulutnya, Karena dia mengatakan ini Sudah sering kali.

"Kalau yang Ana suka Dekat sama antum Ana ga Akan Cemburu. Ntah Kenapa rasanya. Tapi ana ga Cemburu. Dan Ana berjanji jauhin Salma." (Dia Agak Dekat dengan Salma Sekarang karena Aku yang Suruh.)

BOOM!

Aku Kaget.

Hebat Sekali, ya.

Bahkan, dia biasanya Mengatakan itu Sambil Menepuk Pundakku. Rasanya Aku Terharu.

Karena itu Aku Agak Susah juga Godain Ariq dengan Menggoda Mia.

------

Aku terlambat Post gara gara di Jawa Barat bagian Kampungku Sinyalnya Anjir, jadi aku Harus berpetualang dulu untuk Mencari Sinyal.

Filosofi Ratih: Abda,

END.

Minggu, 10 Juni 2018

Filosofi Ratih: Naufal.

Sad.

Aku Sangat Sedih Berpisah Dengannya. Bagiku, Dia Adalah Orang yang Paling Kusayangi diantara Orang yang berpisah.

Ukhuwah ini Dijalin dari Tahun Kepindahannya, 2013. Saat itu Kelas 2.

Seperti yang Dilakukan Semua Orang, Aku juga Mendekati Naufal. Dan... dia Nempelnya ke Gua.

Beragam Keusilan kulancarkan Kepadanya, Banyaakk sekali. Setiap hari, bukan. Setiap Ketemu atau Berpas pasan, Ada Sedikit (kadang banyak) Keusilan terjadi. Namun, Dia tak Minggat minggat dariku. Malahan Kami Tambah Dekat.

Kedekatanku Dengan Naufal Melebihi dengan Ariq, tapi Tak bisa Kupungkiri bahwa Aku lebih Sayang Ariq. Bukan Maho yaa...

Hampir Setiap Malam ia Menghampiriku. Dia Datang Ke Tokoku, Pernah juga ke Rumahku. Aku juga tak jarang ke Rumahnya pada Kelas 4. Tak Seperti Sekarang, Aku Hampir Tak Pernah Ke Rumahnya. Mulai dari PR, Main Main Aja, Sampai Numpang Nama Beli Martabak Mesir/Nasi Goreng, karena Aku kan tetangga mereka, jadi Harga untukku Murah. Beda dengan Teman Teman yang Lain, Seperti Rasyid, Gibran, dll., Dia Sama Seperti Ariq, Namun Dalam hal ini Naufal Lebih Jauh tinggi.

Tidak Memanfaatkan Orang.

Bukannya aku Sebodoh apa dimanfaatkan, Tapi aku hanya Sebatas Kesepian. Mereka Memanfaatkanku untuk Bermain Game. Sedangkan Naufal, Seumur hidup Aku baru Bermain Game dengannya 2 kali itupun Aku yang Mengajak. Dia Hanya Ingin Bertemu, Berbicara atau Sekedar Bermain Bola mini. Kalau Ariq... Jika Ada Gamenya Maka Main Puas Puas. Jika tidak, Kami Jajan, Makan dan Bermain Bola Mini. 
Rasyid? Jangan Ditanya. Jika Tak Ada Game dia Pergi, sambil Ngata ngatain gua.

Kami juga Seringkali Melakukan Travelling, ada yang naik sepeda dan ada juga motor. Aku biasanya Travelling dengannya disaat Maraton Pagi dan Sore.

Darinya lah Aku Bisa Memakai Sepatu Roda. Dia yang Mengajariku caranya. Di Kelas 5, Tiap Minggu pagi Aku Diajak Ke Kantor Bupati untuk Bersepatu roda. Sekarang, Aku Telah Lebih Ahli daripadanya.

Aku Ingat Betul Sampai kini, Makanan Favoritnya ditempatku Ialah Tempe Mendoan. Jadi, Tiap Ada tuh Menu di Atas Kulkas, Mungkin Para Kedelai Digoreng itu Tewas.

Kini Tentang ♥. Aku Sering Menyemangatinya. Semenjak TK (Katanya) Ia Suka Ke Safna. Aku Tau Betul Keluarga Mereka Dekat. Aku Percaya, Pada Suatu Saat Nanti Safna Akan Menyesal telah Membiarkan Semua Fansnya tanpa Dihargai.

Ketika Tutup Tema, Khususnya Dimobil, Jika Kami Berdekatan, Aku yang Menjaganya.

Aku Pernah Diajak Berenang ke Lubuk Landur dengannya, Orangtuanya dan Mifdhal (Sepupunya). Kenangan itu Masih Terlekat Di Kepalaku.

Oh iya. Kami Pernah Secara Kebetulan Berpas-pasan di Kelok 9.


Dengannya Aku Mengerti Pertemanan.
Dengannya aku mengerti Persahabatan.
Dengannya Aku Mengerti Kebersamaan.
Dengannya Aku Merasa Nyaman.
Dengannya Aku Merasa Besar.

Dengannya Aku Mengerti Ukhuwah.

Berpisah Dengannya terasa Begitu berat.

Terimakasih, The Biggest Best My Friend.

Sabtu, 09 Juni 2018

Hairstyle: It's Different!

Mungkin ini Bisa Jadi Agak Pendek.

...
Untuk Berangkat ke Jakarta, Tentunya Aku Harus Rapi. Oleh Karena itu, Kurencanakan Pangkas Rambut dari Awal Ramadhan. Dan Itu Terjadi Pada Pertengahan Menjelang Akhir Ramadhan :v

Rambut ini Telah Mencapai Setengah Hidung.

...

Aku Mencoba Gaya ini. Gaya Ini tak Biasa. Menurutku ini Agak terlalu pendek Motongnya. Kenapa? Karena Aku Ingin Mencoba Doang :v

Itu Terjadi Pada 2 Juni 2018. Sorenya (Rencananya) Aku akan Pergi Buka Bersama Alumni 212-eh Generasi Pertama.

Potongan Rambut Seperti ini tak Akan Membentuk Gaya itu.

Gaya Samping-Bawah ini Kudapat dari Edho Zell saat Memparodykan lagu SM*SH Masih Ada.

Gaya ini Hanya Bisa di Keataskan.


Bukan Bukbernya yang akan Kubahas. Aku akan Membahas Reaksi Orang saat Melihat Rambutku.

Di Acara Bukber, aku Membawa Motor Sendirian. Aku takut Gaya rambutku Rusak. Aku memakai Helm.

Ilham: " Di Skolah Ka Bawah Me Nampak e Nyo. Baa disiko KAREH me Nampak e ko?"

Rasyid: " Haa gitu lah yo dari Dulu... Samo wak"

Sedangkan Banad nampaknya... Entahlah.

Di Rumah,

Ibu: " Keliatan Gendut kamu kalau gitu"

Ayah: " Nah, Gitu dong, Biasanya Kamu Potong dikit Aja"

Dll.

Ketika Aku tak Menggayakan Rambutku?

Ini Unik. Berbeda.

Wanita wanita tak Lagi Melirikku. Jarang. Bahkan Aku Kena Ejek Orang pindahan yang Belum tau aku Aslinya gimana.

Mungkin ini Seru, Tapi Jati diriku tak ingin Rambut Seperti ini.

...

End.


BTW, Ini Hari terakhirku di Ranah Minang. Ucapin Selamat Tinggal kek :v

Sorry :'(

MUNGKIN ada yang Bertanya tanya ataupun Menganggap Remeh Episode "SIDANG" itu.

Ya. Di Episode itu Aku Mengatakan 1 Hari Minim 1 Upload. Mengapa aku Malahan Berhari hari gaada' Satupun Upload-an? Itu yang akan Kubahas sekarang


Sedari sebelum Berangkat Tarawih, Aku sudah Mengabsen ayah Untuk Cepat Ceramah dan Shalatnya. Aku ingin Menonton Indonesia v Thailand yang disiarkan di RCTI.


...


Setelah Pulang Tarawih, Walaupun Hujan Aku Terus Memaksa Ayah untuk Cepat cepat Pulang.

...


Di Toko,

Aku Meletakkan Peci Ayah di Gantungan Kamarku.

Aku Agak Cemas dengan Ibuku yang Sedang Memegang Handphone Samsungku. 

I: "Kamu Punya Sopan Santun Gak?"

Yaa Jelas Aku Kaget Bukan Main.

T: "Hah?"

I: " HEH, NGOMONG SAMA CEWEK SAMA AJA NGOMONG SAMA IBU KAMU, TAU'."

Aku Semakin Panik.

I: " APA KAMU? KOK ANJING ANJINGIN ORANG? SIAPA YANG NGAJARIN?"

Dan Seterusnya. Saat itu Aku tak Berani Melawan. Aku mungkin Harus Merelakan Ibuku Kali ini Benar Benar Memarahiku.

Ayah: " UDAH AH, JANGAN PAKE PAKE HANDPHONE TUH! MERUSAK ITU NAMANYA"

< Aduuuh kok Gua lupa ya Matiin Aplikasinya... Udah Gua Hack Sedemikian Rupa kok Gua yang Malah Ceroboh?>

<Anjay.>

Di Malam itu, Aku Membaca Al-Qur'an sekitar 1 Jam. Kayaknya Aku Nyesel Banget deh. Untuk Meredam Penyesalan, Aku Menonton Indo v Thai meski dimulai di Menit 62"

Ceramah Kali Itu, Eh, Bukan.

Itu Lebih Tepat Emosi. Main Tangan.

Emosi Kali itu Akhirnya Dapat Mengurangi HAMPIR TOTAL Tingkat Pecarutku.

Aku Hanya Bercarut (mungkin ga Carut sih) Anjay. Itupun di Keadaan Tertentu.
Kalau Dulu Jangan ditanya. Beragam Carutan Kukeluarkan dan KAPAN SAJA. Sedikit sedikit, Carut. Hanya ada Satu Carutan yang Aku Tak Mau Sebutkan Dari Dulu ialah : P*p*k. Aku Tak Tega Menyebut Organ Wanita. Entah Kenapa.

di Dalam Hati mungkin aku Masih Lumayan, Itupun Anjay. Palingan di Saat Kesal, Seperti Kalah Bermain Game.


Berhari Hari aku Lewati Tanpa Handphone.

Bukan. Orangtuaku itu Kalau Aturan ga Akan Tahan Lama. Palingan Dua Hari doang aku Tanpa HP.

Lalu, Jika ada yang Bertanya,, Kenapa Sampai Sekarang Tak Ada Post juga?

Gua Juga Manusia. Punya Rasa Lelah.


Aku Akhir Ini Menghabiskan Malam dengan Bermain Game Ajakan Teman Teman, yang Kurasa Kalian sudah tau yaitu MOBILE LEGENDS.

...

Kini, Semua Tampak Berbeda. Semua Orang tak Ada yang Online. Bahkan, Di Group pun Aku Mencoba memancing Orang supaya mau Chat. Namun Hasilnya Nihil. Aku agak Ngeprank Mereka, Supaya Orang aktif lah dikit, Dengan Pura Pura Ngambek.

Bahkan, Aku Mencoba untuk Menyapa Si Kembar,...


Akhirnya aku Merasakan Penderitaan Orang.

Sakitnya Chat yang Di-Read doang... Gua sebenarnya Tiap Stengah Menit Cekm.. Hasilnya Nihil. Kepengen aja gua ngomong ANJAY.


...

Jadi, Gomenasai atas Semuanya. 

...


Oiya, Aku mau Tau nih, Siapa yang Masih setia baca Thariq's Story disini. Tulis Comment dibawah ya!(nama) PLEASE. Ini kulakukan Supaya Aku tau yang Setia.