Minggu, 03 Maret 2019

Survive

Hari-hari berlalu, berganti bulan. Bahkan masapun tiada hentinya mengalir. Namun diriku masih saja mengidam-idamkan satu nama, yaitu Kamu. Iya, kamu.



Sudah berbulan- bulan, yang hampir berubah statusnya menjadi tahun semenjak kejadian itu. Iyap, benar. Kejadian dimana aku mulai terpukul atas kepergianmu. Entah mengapa aku masih terpaku pada tragedi itu , namun yang kutahu pasti ialah namamu yang terukir dihatiku tak sedikitpun memudar.


Terukir. Benar, aku tidak salah tulis. Namamu memang telah terukir sempurna di hatiku, jauh lebih indah dari Ukiran club pemenang Champions League di Thropy mewah itu. Jauh sekali.

Bermacam pasang surut juga telah kulewati setahun belakangan ini. Saking parahnya, aku nyaris saja "punya" hubungan dengan yang lain. Mau tahu? Udah, gausah dibahas lagi. Pokoknya dia seseorang dengan rolling blade di kaki lincahnya, yang bisa dibilang telah sekian kali menyentuhku. <warga SMPN 1 Luhak nan Duo> Itu udah parah banget. Kronis yak. Dia hanya kuanggap PHO. Sudahlah, usahlah dibahas lagi.

Beragam pujian juga dilayangkan oleh SMP IT sebrang. Ya, yang mana lagi kalau bukan Darul Hikmah. Kakak kelas maupun setingkat denganku, ada saja yang punya niat tersirat padaku. Mungkin itu berkat kakakku KetOs disana, aku juga kena dampak terkenalnya ;p

Waduh, waduh. Sepertinya ini sudah terlalu keluar jalur. Tapi yang terpenting, bermacam macam cobaan dan ujian, Sesurut apapun, InsyaAllah bisa kulewati. Sekali lagi berkat ukiran di hatiku ini.

InsyaAllah aku bisa SURVIVE dalam kondisi apapun.

. . .

Namun, satu yang kukhawatirkan.

Apakah kau juga sepertiku?

○  ●  ○


Wahai diri ini, mengapa namanya selalu melayang di batinku? Oh, sungguh bodohnya aku. Bahkan aku tak tahu isi hatinya. Aku juga tak tahu apakah kami berjuang bersama, ataukah selama ini aku cuma berdiri sendirian disini? Hari hariku kulewati dengan memandanginya dari kejauhan, namun apakah dia berusaha? Sungguh, hidup ini penuh dengan keraguan.