(Judul : At-Taubah)
...
Malam itu, Tepatnya pada hari Kamis (05 Maret 2018).
Aku dan Naufal Kerja Kelompok IPA di WhatsApp. Kami Melakukannya dengan Telepon, Karena Kalau Chat Rasanya Jari Terlalu Malas Untuk Mengetik Materi. Kuselesaikan Tugas itu... yang besoknya aku dapat Nilai 75.
Tugas Semuanya sudah selesai. Kini aku menuntaskan hariku, dengan kebiasaanku; Maen Handphone sampe Malem. Aku streaming bola... maklumi saja lah.
Gue nyindir Rayhan
Tiba tiba, Naufal Menelfon aku lagi. Aku heran. Apa yang mau dibicarakannya lagi? Bukankah Tugas telah terselesaikan?
N: "Mertua antum disini!"
Aku sudah biasa diperlakukan seperti itu. Belum apa apa, udah Dibilang mertua aja.
T: "Ayah atau ibunya?"
N: "Ayah"
T: Oooh... yaudah Assalamu'alaikum
N: Wa'alaikumsalam
Ternyata urusan begituan. Huufffttt aku udah putus asa, eeeh ada pula yang godain...
Dia Menelfon Lagi.
Kali ini seperti berbisik
N: "Thor... ke alkahfi dia"
Aku mulai senyum
T: "Demi allah?"
N: "Yaa"
T: "Demi Allah?"
N: "Demi Allah!"
(mulai tertawa)
"Demi allah?"
N: "Iya thorrrrrr ayahnya bilang Alkahfi nyo... dak jadi di payakumbuah tu"
YUHUUUUUUUU
Aku guling guling di kasur... kebetulan aku sedang tiduran di kasur saat itu.
Namun aku teringat Fakta yang ternyata mitos (yang kutahu baru baru ini)
T: Tapi... Bukannya Alkahfi dah penuh?
N: Iya? Alhamdulillah... Bisa bisa mereka di Darul Hikmah... YESS YESS YESSS
T: Entah lah... tapi semoga saja di Alkahfi...
N: ...
N: Assalamu'alaikum
T: Ehh... salah dengar antum gak... mereka mau sekolah di Payakumbuh... nama sekolahnya mirip alkahfi... ada al alnya lah...
Al-frez, Al- Faz, Al... AHH LUPA GUA... Everest Kalii' :v
N: Ntahlah... Tapi sejelas itu di depan ana... dia bilang AL-KAHFI
T: Wassalamu'alaikum.
N: Wa'alaikumsalaam!
Telepon ditutup.
Selanjutnya aku melompat, pasang gaya bambang pamungkas, terakhir sujud syukur.
Namun aku teringat Fakta yang ternyata mitos (yang kutahu baru baru ini)
T: Tapi... Bukannya Alkahfi dah penuh?
N: Iya? Alhamdulillah... Bisa bisa mereka di Darul Hikmah... YESS YESS YESSS
T: Entah lah... tapi semoga saja di Alkahfi...
N: ...
N: Assalamu'alaikum
T: Ehh... salah dengar antum gak... mereka mau sekolah di Payakumbuh... nama sekolahnya mirip alkahfi... ada al alnya lah...
Al-frez, Al- Faz, Al... AHH LUPA GUA... Everest Kalii' :v
N: Ntahlah... Tapi sejelas itu di depan ana... dia bilang AL-KAHFI
T: Wassalamu'alaikum.
N: Wa'alaikumsalaam!
Telepon ditutup.
Selanjutnya aku melompat, pasang gaya bambang pamungkas, terakhir sujud syukur.
Gue salah tingkah sampe nanya demi allah terus :v
...
Aku bertekad shalat Tahajjud malam itu. Aku otomatis bangun sendiri- entah kenapa... (mungkin seperti ustadz Bambang bilang, DIBANGUNKAN ALLAH TU...)
Kubuka buku Juz 'Amma (Hadiah... apaya... lupa gua...) yang nyaris tak pernah kubuka sejak Aku Belajar Shalat Istikharah.
Hmmm shalat taubah... ini dia...
Wadaw... susah juga ya... jadii aku cuma shalat tahajjud saat itu.
...
Kuambil air dari bak mandi... kubasuh semua anggota yang harus dibasuh... kali ini aku merasakan kebahagiaan... entah kenapa... mungkin karena Khusyuk...
"Ushalli... -- blablabla"
Kuangkat takbir... kukerjakan semuanya saat itu...
Hatiku terasa sangat tenang... dan nyesek saat itu...
Setelah shalat yang kurasa terkhusyuk selama ini, aku berdzikir...
Tasbih 100, Tahmid 100, Takbir 100, Istighfar 110...
aku berdo'a seperti disekolah, Hamdayyuafi tapi setelah Rabbana atina, aku melanjutkan dengan do'a yang biasanya aku lantunkan setiap berdoa... tapi yang minta dia di Alkahfi baru kali ini...
" Yaa Allah, Ampuni... Panjangkan Umurnya... Berkahi Rezekinya...
Orangtuaku, Salma, Safna (ntah kenapa aku selalu masukkan safna... mungkin kalau ada Salma... ya pasti safna harus masuk... kalau ustadz amri di posisiku dia pasti bilang 'Sebuah Kepastian' :v) , Ariq, Nabiila, Naufal, Rahmad, Abda...
Yaa Allah, Tolong Istiqamah membuat Qadar. Aku sangat bersyukur kata kata itu dilantunkan Naufal. Sungguh, Aku sangat ingin perjuangan ini dilanjutkan... SANGAT. Tanpa dia... mungkin aku tak setaat ini. Bukan soal ibadah yaa allah... yaa mungkin bisa menghindarkanku dari perbuatan yang tidak senonoh seperti bertengkar.
Jika kau tak kabulkan do'aku, tidak apa apa. Siapa aku yang bisa memaksamu wahai rabb?
Semoga engkau mengerti.
Subhana Rabbika Rabbil 'Izzati 'Amma Yaasifuun, Wassalamu'alal mursalin, Walhamdulillahi Rabbil 'Alamin."
Aku berfikir sejenak tentang keikhlasan. Sepertinya taubat ini bukan karena-Nya, tapi karena Salma.
Setelah shalat tahajjud, aku lupa... aku belum shalat Isya :v aku shalat isya yang sama kusyuknya dengan shalat yang tadi... dan ditambah dua rakaat shalat Tahajjud lagi.
Saat selesai beribadah, aku terfikir...
Benarkah allah adalah tuhan?
Aku tak pernah mendapatkan bukti yang nyata...
Pemikiran seperti itu sering terlintas dikepalaku.
Besoknya, aku kena mental.
Aku berfikir...
Hmmm.... itu semua hanya angan angan belaka. Mereka tidak mungkin ke alkahfi, toh mereka udah daftar...
Setidaknya aku hanya bisa menyerahkan semua itu pada Allah.
Esoknya,
"Kini, aku sudah bisa ikhlas ditinggalkan. Dia bukan seseorang yang ditakdirkan menjadi milikku. Satu lagi, kuikhlaskan Hijrah ini hanya untuk-Nya."
Beberapa hari setelah itu aku dapat Konfirmasi dari Sahabatku, Nabiila. Aku dikirim pesan lewat WhatsApp:
Dari kmrn mau ana bilang ini lagii..
Pentiiing2 dan Sangat Sangat penting(mungkin bagi antum)..tng SS..
Mrk ragu2 dan lebih tepatnya gk jadi k Al-Fath(Payakumbuh)krn jauh dan...?yg jelas sklhnya bercadar kalo yg Akhwatnya..
Mrk sklh SMP k *AL-KAHFI* sudah daftar dan memang Prempuan butuh 2 orng lagi(makanya bisa daftar dan diterima di sana)..
Ada banad yg gk senang dan ada juga yg bahagia...
Mrk k Al-Kahfi...
Kalau ana nano2 antara bahagia dan sedih daan....
Pokonya campur2...
Dan Selamat berbahagia buat antum..
Ana rasa kita semua kebanyakan sedihnya berpisah sama Ustadz/zahnya...kan kita 25 orng k Al-Kahfi..
Terimakasih Allah, setidaknya aku mendapatkan trial 3 Tahun Bersamanya....
Aku bahagia. Terimakasih Yaa Allah. Engkau adalah yang Terbaik dari yang Terbaik.
Sekarang, Aku bersyukur masih dipedulikan Allah. Semoga Hijrah ini ikhlas untuk-Nya.
Terimakasih Yaa Allah, Nikmatmu sangat banyak kepadaku. Sedangkan aku? Sangat memprihatinkan. Banyak maksiat yang aku perbuat. Selama ini, mungkin aku engkar kepadamu. Tapi aku sekarang berusaha semua itu tak akan terulang kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar