Kamis, 25 Januari 2018

Hari yang Takkan Terlupakan (4)

Aku makan berdua dengan Ariq Sembari Istirahat di Masjid.

Dia Masih Sendirian ,, Sepertinya Masih Mencari Teman Sejenisnya.

Aku menghampirinya dan mengatakan kami di masjid.

Dia adalah Salma. Orang Ter-Spesial di Hidupku.

Setelah istirahat , kami kembali ke GOR , Tapi tanpa ustadz.

Alangkah Bodohnya aku waktu itu menitipkan sepucuk surat itu kepada Ariq. Seharusnya aku memberinya langsung. Dia memang tampak senyum , bukan berarti menerima.


Diatas ini hanyalah Kerangkanya.

Tiba Saatnya Pengumuman Final.

TO BE CONTINUED.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar