Aku makan berdua dengan Ariq Sembari Istirahat di Masjid.
Dia Masih Sendirian ,, Sepertinya Masih Mencari Teman Sejenisnya.
Aku menghampirinya dan mengatakan kami di masjid.
Dia adalah Salma. Orang Ter-Spesial di Hidupku.
Setelah istirahat , kami kembali ke GOR , Tapi tanpa ustadz.
Alangkah Bodohnya aku waktu itu menitipkan sepucuk surat itu kepada Ariq. Seharusnya aku memberinya langsung. Dia memang tampak senyum , bukan berarti menerima.
Diatas ini hanyalah Kerangkanya.
Tiba Saatnya Pengumuman Final.
TO BE CONTINUED.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar