Minggu, 20 Mei 2018

Last of The Last

Kuhafalkan Kata demi Kata.

Ini adalah Peluangku untuk Membuat Masa Depanku lebih Siap. Cita Citaku adalah menjadi Pemimpin suatu Perusahaan Besar. (Aamiiin) itu Cocok dengan peranku di Perpisahan ini. Pidato.


Asal kau tau, Impianku Semenjak Kelas 2 adalah MENYANYI saat Perpisahan. Dulu memang suaraku Sumbang, tapi Kini Telah Kulatih Sedemikian Rupa. Saat itu aku sangat teringin Menyanyikan Lagu Jepang. Ya. Saat itu aku sangat suka yang Berbau Jepang. (LU KATAIN GUA WIBU, AWAS LU) Saat kelas 2 Aku sangat Teringin Menyanyikan Lagu You Are My Friend. 3 Without A Fight. 4 Limpid Luster. Kelima Barulah Himawari no Yakusoku.


Kini aku Lebih tertarik Kepada Inggris. Kota Pencipta Sepak Bola Sangat Kugemari Saat ini.


Aku Sangat Kecewa dengan Keputusan Ustadz dan Ustadzah Menunjuk Ariq. SANGAT. Tapi aku tak boleh Menyalahkan yang lain karena Akupun tak Pernah Menunjukkan Suara Emasku ( UHUK OHOK). Tak lagi bisa diungkapkan dengan kata kata. 


Meski Mual, Kuhafal Seluruh isi Pidato itu. Beban yang Kuemban saat ini Bisa Kubanggakan dilain Hari. Tak tahan Lama, aku hanya kuat sekitar Belasan Menit. Itu sudah bisa kubanggakan lho. Standar Belajarku Ialah 2 Menit.


Esoknya...


Kusiapkan Peci Hitam, HandPhone serta PowerBank. Peci hitam ini Kubeli saat ingin Pawai Kemerdekaan. (iyakah?) Kuabaikan Ibuku yang Sedari tadi Mengurus Bedak. FUCKER, I NOT GIRLS MOM. 

Pergi ke SDN 09. 

Tiba disana, Di Gerbang, Kudengar Disampingku Ada Bisik Bisikan. Pendengaranku Cukup Tajam untuk mendengar Percakapan Mereka.

Bukannya Kepedean ya.

"Aku yang ini ha, Ganteng"
"Punyaku!"
Kurasa yang Lain Dibegitukan juga.
Aku pergi meninggalkan Wanita wanita Sakit itu. Cukup Kucuekin aja.

Kulihat Seluruh Teman Temanku Memakai Baju Yang Sama Denganku. Setelan Batik Kemerah merahan, Cukup Membuatku kagum Didepan Cermin Kamar dengan Kegagahanku. Banad tak terlalu Kusoroti, Karena Kulihat Jilbabnya Merusak. Bukan Ga Bagus yaa. tapi AGAK kurang pas dengan Merahnya Baju Kami.

  Arkan Datang Menghampiri,,

A: Ada juga Teman ana nyo. (Sambil Memegang Bajuku)
T: Maksudnya?
Nf: Nih Haa. Baju Kita Kayak Banad, Yang Kosongnya Ditengah Depan. Kalau Mereka dibawah.
T: Ooh. Kata ana Baju Kita Lebih Bagus kok.


Aku Mengomentari Beberapa Orang yang Kancing Paling Atasnya Terbuka, Kubilang Mereka Seperti Official Hotel. Iya Kan? yang Bawain Barang Barang Orang tuu.
 Tapii ada Yazid, yang Kerahnya Terbuka Lebar. Kukomentari dia Seperti Bos-Bos Cabul. Sekali kali jadi Komentator Gapapa dong.

Memang,, Dunia ini Dipenuhi Dengan Komentator Kelas Bawah.

TUUUUUUUUUUUUT

Bel Berbunyi. Kami masuk ke Kelas Masing Masing.
Kami Sibuk Dengan Kertas Masing Masing. Kali Ini PJOK.
Aku tak Kesusahan Mengerjakan Soal Soal ini, Karena Sehari Hari Aku Mempraktekkannya. Pull,Push,Sit Up, Renang, SepakBola.
 Aku Hanya Kesusahan di Soal yang Menanyakan Ukuran.

Seperti Biasanya,  Kami Ribut setelah Menyelesaikan Ujian. Tinggal Menunggu Bel Pulang Berbunyi.

TUUUUUUUUUUUT
Satu Persatu Kami Keluar. Aku yang Bernomor Ujian 17-269-033-8 ini Pulang Kedua Terakhir, Sebelum Yazid dan Setelah Salma. Surat Balasan dari Apa yang Diberikan Safna Kemarin Sudah Ready Dikantungku. Tetapi... Tololnya aku yang Grogi ini dan Pergi Ke Arah Aulad. Sampai Sekarang, Surat itu tak tersampaikan. 

Aku Menaiki Mobilku yang Telah Diparkir di Depan Masjid Agung, dengan Fauzi dan Bani. Kami lewat Melalui Jalan Soekarno-Hatta, Sedangkan yang lain lewat Cindua Mato.

 Setibanya disana, Kelas 6 Dibuat Kesal dengar Mekanisme Acara ini. Mengapa Kami datang Saat Acara acara telah Berjalan Jauh?
Aku saja datang saat Orang selesai Pantomim. Otomatis Aku Tampil Hanya Setelah Kelas 1,5, Tari Pasambahan, Ariq dan Sofi.
Kelas 1= Fashion Show Berdasarkan Cita-Cita,
Kelas 2= Nyanyi apalah itu... Yang Semua Manusia Pasti Punya... Ahsudahlah.
Kelas 3= Nyanyi Laskar Pelangi
Kelas 4= Pantomim
Kelas 5= Musik Nusantara dan Silek Kampuang,
Ariq= Nyanyi Kun Anta
Sofi= Pesan dan Kesan dari Adik Kelas
Sedangkan Aku Pesan dan Kesan.

Saat Aku Baru Datang, Aku Sempat Kode kode (kode mulut) dengan Safna. aku tak tahu Ibuku berada di Belakang Mereka, Jarak 2 kursi.

Hanya Menunggu Giliranku.
Diantara teman temanku, akulah yang paling sibuk kedua setelah Ariq. Kalau Ariq mah Latihan Dibelakang. Kalau Aku Sibuk Menghubungi Ustadz Adi, Bertanya, Mencari Ustadz Satria.
Aku Naik Keatas Panggung Saat Sofi Sedang Tampil. Namun Dibalik Tirai Biru. Saat Keluar Aku Sempat Kesusahan Membuka Pintu. Untung Ada Ustadz Eko.

Diatas...
(masih dibelakang tirai)
 Aku Berfikir...
 Pasti aku akan Merindukan Masa ini Suatu Saat Nanti. AYO THARIQ, MAKSIMAL!

Sofi Telah Selesai.

Selanjutnya Dijelaskan dengan Video Berikut.

 



Video Tersebut tak Sampai Akhir. Aku Tak ingin juga Menjelaskannya, Karena Nanti Terbelit belit.

Ada 3 Pantun sebagai Penutup.


 Setelah Aku Turun, Ada Momen SANGAT MENGEJUTKAN.

Aku Ingin Duduk di Tempat dudukku, tapi Telah Diisi Ustadz Bambang. Ada Seseorang Dibelakang Memanggilku Sambil Memindahkan Box Snack. "Nih" Sambil Menepuk kursi itu. "Disini Aja." 

Saat Kulihat Siapa itu.... WTF! 
AYAH MEREKA! 
Dia Gustrizal Rasyid, (maaf ya) Ayah Dari Si Kembar.
Saat Aku Duduk, Dia Menyodorkan Tangan, Tanda Meminta Disalami. Kusalami lah. Setelah Bersalaman, Hampir Seluruh Aulad kelas 6 Melihatku. Entah Dengan Tatapan apa, tapi nampaknya Beberapa diantara mereka Dengan Tatapan Buruk Bercampur iri. Sebagian Mereka mengucapkan dengan kecil kata ',Ehem,'. Arkan yang Melihat Kejadian Itu Tak Tinggal diam. Dia Langsung Duduk Disampingku. Aku Mengeluarkan HP dari Tas.
Saat Kubuka Facebook, Melihat Result Pertandingan Home United VS Persija Jakarta, Ayah si itu Menatapku dalam dalam. YAA JELAS GUA GROGI LAH. Aku Mengajak Arkan Berfoto. Tapi BackGroundnya Ayah mereka.




Kami Menyaksikan dengan baik. Hingga Penampilan Kelas 6. 

Kami Berbaris yang Lebih mirip antri. 




Sampai Giliranku:




(Lupa... :v)


THARIQ ALMAS NEIL AUTHAR, NILAI Try Out Tertinggi.

Piala Kuambil, Aku Lupa Bersalaman. Yaa aku balik lagi selangkah, dan Terus keatas untuk meletakkan Pialanya.

Kategori kategori disini tak masuk Akal. Sebenarnya Semuanya Aku. Cuma Pra USBN tertinggi, MTK, SBK, Olahraga aja yang ga. Tapi Aku Harus Ikhlas Berbagi.

Mulai Menyanyi,,


Aku Tak Bisa Menangis. Bahkan Puisi Rahmad yang waktu latihan sempat membuatku menangis tak mempan. Entah Kenapa. Setelah Bernyanyi, Kami Menyalami seluruh Usradz ustadzah, dewan guru, staff dan Karyawan Cahaya Makkah.




Aku tak menangis juga disitu.

Sampai..


Aku Kembali Keatas. Kusalami dan Kupeluk Ustadz Adi. Saat Pelukan, Terlihat Semua Gambar Gambar Dulu. Tak Mudah Membangun Sekolah Ini Dari Nol. Kulihat Kami yang Dulu. Kulihat Ustadz Adi di Gambar. Aku Tak Kuasa Menahan Air Mata Ini. LOSS. Seperti Tutup Air Minum Putar Yang Loss, Itulah Pengibaratannya.


Aku Kembali Berbaris.


Aku masih menangis. Aku Menangis Sampai Ruku' Beberapa kali. Ruku' disini Mengeluarkan Urat uratku. Sebenarnya kalau ruangan itu tanpa orang, Aku Mengeluarkan Urat uratku dengan Teriak. Tapi kini dengan Mengeraskan Otot Leher.


Aku Memang Susah dan Jarang Sekali Menangis. Tapi Jika Sudah Menangis, Anda Lihat Saya Susah Sekali Berhenti. PARAH.

-Thariq


(pic: David Luiz)



Kami Diberikan Waktu.

Tangisku tak kunjung reda.
...
Setelah Beberapa saat, Kami disuruh duduk di Tangga untuk Berfoto Bersama. Aku yang tak kunjung puas dengan aliran deras ini langsung menyeka ari mata ini. Aku duduk walaupun Masih Tertunduk. Kami diperintahkan Mengangkat Piala Masing Masing.

...








Setelah Berfoto, Kami Dianjurkan Mengambil Nasi yang Disediakan 3 Kotak Masing masing orang.

Kami banyak berfoto.










Saat aku berjalan santai mengambil pialaku yang tadinya kuletakkan di Meja, Ada Panggilan Dari Belakang.

Thar!.


What The....

Inikah Ukhuwah?
Indah Rasanya, ya.
Mengapa Aku Baru sadar Sekarang?
...

Saat Aku Mendekati Rahmad,...

Aku ingin Memberinya Surat Persahabatan.
Aku telah menyiapkan Surat itu Sejak Seminggu yang lalu.
Jawabannya membuatku Tersentak.

"Biaso me Lah Thar."

"..."

Aku memasukkannya lagi.

Tak kusangka.

Sudahlah. Terlalu Sedih untuk Diungkit Kembali. 

Aku Pulang bersama Nabiila A.


Last of The Last,,

TAMAT.


Cahaya Makkah,,

TAMAT.


(ini Pelawakan atau Penyiksaan? :v)

Selasa, 15 Mei 2018

Last of The Last. (Glad)

Terakhir daripada yang terakhir hanya Allah SWT, Ini hanyalah Judul semata.


~~~


USBN TELAH BERGULIR.

Bagian USBN... Aku tak perlu banyak banyak cerita tentang ini. Tetapi yang jelas aku dapat menambah 1 Fans lagi disini. Dia awalnya Fans Arkan. Hello.... Parasnya dapat disetarakan Dengan Salma... Tapi Inilah Kesetiaan.

Ini di Hari Selasa, 8 May 2018.

Tuuuuuuut

Bell telah Berbunyi. Saatnya OTW to School. Sudah dua hari ini aku Berjalan Bersama Yazid. Mengapa? Dia tau semua Jalan Pintas. Jalan 4 kali Kami Potong.

Setibanya di Sekolah, Kelas 5 Sedang Berlatih Untuk Acara Besok. Saat sedang Seru, dipanggil Ari. Aku sempat Kesal, tapi Nampaknya ia Berniat Baik. Ternyata oh Ternyata, Dia menunjukkan Sandalku yang telah Kucari dari Kemarin. Jadi kemarin aku hanya memakai sebelah Sandal.
Lokasi sandal itu sangatlah Hoki, karena dia berada diatas Batu yang Agak Runcing. Aku berputar putar keliling Masjid seperti Thawaf karena kebingungan. Aku meminjam kepada adik adik kelasku , tak ada yang mau. Akhirnya aku memutuskan Memakai Sepatuku.

Kuambil, kuletakkan di Rak Sepatu didepan Kelasku. Nahas, Salma dkk datang. Aku tak mau diejek karena membawa sepatu ditangan. Yaa langsung aku masukkan semuanya. Aku disitu bersama Rafi. Aku kembali ke Masjid.

Lagu Yamko Rambe Yamko dan Kampuang Nan Jauah Di Mato. Lagu pertama ini menurutku kurang cocok, Karena ini Lagu Pembunuhan.

Setelah Silek Kampuang, Kami Dipersilahkan Makan. Aku tak Membawa Bekal. Aku Harus Puas dengan Menonton Teman teman makan.

Kami disuruh Berbaris didepan Kantor. Anak kelas 5&1 ikut juga.

Kami Dilansir dua orang per Motor ke Balerong.

~~~

Tiba disana, Kami dibuat kesal oleh Anak anak kelas 1. Bagaimana tidak, Panggung diserbu oleh Mereka.

Proses dari awal aku tak perlu Ceritakan. PANJANG. 

Aku bertanya pada ustadz Adi. 
"Apakah Aku Tampil Hari ini? "
''Ya!."

Anjay.

Aku tampil kurang Maksimal Saat Gladiresik, Mic naik turunlah, Kurang Tegas lah, dll.

TO BE CONTINUED




Disebalik Topeng (End)

Aku mendapatkan Jatah Foto... Entah satu atau dua.

Foto Pertama diambil pada saat Lompat.


~~~


Setelah Foto Bersama, Aku berlensa kembali. Ada juga Video.






Seperti di gambar, Aku Berjalan ke arah sana, tapi aku dihadang Oleh Bapak bapak yang Minta Berfoto.




~~~









Aku menyendiri. Fikiranku hanya satu: yaitu Salma. Aku memutuskan Berfoto gaya orang masa kini yang Galau Galauan. Aku minta Difoto Rasyid. (Foto foto ini telah diedit)





Tiba tiba dari belakang Cica Muncul. Dia menagih kata kataku. PowerBank. Di Video Nanti bakal ada Cuplikan Cica Ngambek Gara gara Daya Batrainya Habis.



HPku dipinjam Rasyid. Lumayan lama juga dia Videoin.





~~~



Aku Ke Masjid. Tak Peduli PowerBank ku yang Dipegang pegang Irsyad. Aku Shalat dengan Khusyuk disana. Sangat. Semuanya untuk dia. Mungkin dia tak tahu, Tapi aku selalu mendo'akannya. Aku Hanya Cukup Mengagumimu dalam Do'a.



~~~



Aku beranjak pergi Dari Masjid. Kuambil tas yang sedari tadi sore di tempat Makan, dan masuk kedalam bus.


...


Didalam Bus aku bertemu Rayhan. Aku Membicarakan Alat Penghisap tadi kepadanya. Dia Mencatat Plat Nomor Dan Nomor Telepon Bus Itu, walau Rayhannya Akan Pergi Dengan Mobil Rasyid.


~~~



Saat Radit tau, dia langsung kaget. Dia tanya dimana, EEEH DIA MAU BUKA TUH STELLA.

Untung ustadz Bambang dah tau trus suruh duduk lagi.

~~~


Bus Rasanya Hening.

SALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMA...

Hanya itu yang ada diotakku.


~~~


Sampai ustadz Bambang melalui Aplikasi di HPnya Membuyarkan Semuanya. Tapi yang lagi main game yaa tetap main.



Aku teringat Dengan Kondisi Salma saat itu. Kubaca Huruf demi Huruf.

Jika kalian dengar, suarakulah yang paling Keras membaca Do'a do'a itu. Kuniatkan Do'a itu Mengalir kepada Salma.

~~~


Tiba di Simpang Empat, aku mulai Melihat Radit Berkemas kemas.

Saat Radit Ingin Keluar...

T: Thanks untuk Hari ini ya dit

R: Iya... awas lah antum dulu.. ana mau turun nih.

~~~


Semakin dekat dengan Tokoku. Naufal dan Arkan turun di tokoku.


~~~


Kami bertiga turun dari Bus. Orang martabak Ngeliatin. Aku Mengeluarkan Hormat dua Jari yang biasa dilakukan Pria untuk Menggoda Wanita ke Arah Bus itu. Kebetulan juga Mia sedang ngarah kepadaku.


~~~


Kami menelfon Orang tua Masing masing dengan HP ibuku.

Setelah itu, Pembicaraan dimulai.

T: Biasanya kalau Tutup Tema atau Apa kan sedih aja pulang tu... tapi ini kenapa ga ya...

A: Illih, palingan cuma karena dia ga hadir aja tu

...


Ternyata, Ada juga yang sadar bahwa Aku membaca Al-Ma'tsurat tadi dengan serius.


A: Tadi nampaknya antum baca Alma'tsurat kayaknya beda deh... untuk dia yaaa

T: (Senyum)

~~~


Satu persatu dijemput. Aku mengeluarkan Asoy dari dalam tas ke tempat Baju kotor.


~~~~~

...
Hari hari Kulewati tanpa dia. Godaanku pada Mia semakin Menjadi jadi. Kadang aku Berfikir... Mengapa aku tak konsisten dengan Salma. Tapi setelah kuproses fikiran itu, aku mengerti bahwa aku ini cuma Kesepian. Dia tak kunjung Hadir juga. Aku juga tak mungkin Menjenguknya.

~~~

Mohon Maaf, saat itu tak jarang Terlintas di Fikiranku...

Mati ajalah dia, Dia ga peduli lagi sama aku.

Hingga...

...
Kulepaskan Simpul di Sepatuku. Aku tak Banyak berharap lagi kedatangan dia. Nafasku yang Terengah Engah tak membuatku kembali Semangat setelah Naik Sepeda tadi. Dadaku yang sesak membuatku tambah Kelelahan. Tampak suasana Heboh dari Dalam kelas, Menyambut kedatanganku. Mereka membicarakan aku dengan Salma. Kebanyakan dari Mereka bilang "Thor, Salma dah datang". Entah darimana Cahaya Semangat Terpancar. Aku masuk dan melihat Wajahnya yang tampak Pucat dan Merah itu. Aku tak Peduli dia seperti itu, Yang penting DIA DATANG. Aku melewatinya yang sedang Dikerumuni banad yang lain. Memang tampaknya Saat itu Aku Cuek, Tapi Di Lubuk Hatiku yang Paling dalam, Aku sangat HAPPY.

→←→←→←

Kebiasaan Mengganggu Mia Memang masih ada, tapi Itu telah kuusahakan hilang.

Without You, My Life is Not Perfect.




THE END.


Disebalik Topeng, END.


*Pembicaraan kami ada yang Dibahasa Indonesiakan dan diperhalus, karena tak sedikit pembicaraan kami yang penuh carut.




Ini, Beberapa Foto yang tak dapat kuunggah karena Alur Cerita.















*mohon maaf jika ada salah satunya telah kuunggah.


Wassalamu'alaikum.

Senin, 14 Mei 2018

Disebalik Topeng (3)

Setelah Shalat, Kamipun Makan.

Aku Memakan Nasi Bungkus... Yang pastinya tidak pedas. Dengan Ayam Goreng, aku makan berdua dengan Arkan.

KURANG.
Mungkin karena aku berenang tadi, aku rasanya masih lapar.

Kulanjutkan dengan Mengabadikan Momen momen ini.

CEKREK!



Setelah mengambil beberapa Foto, aku pergi menuju Bus, yang mana diatasnya ada (lumayan) banyak orang. Maksudku bukan diatas, tapi Diatap.





Melihatku sibuk berlensa, nampaknya ustadz Amri Ngintip di Belakang.

"Ustadz dak diajaknya doh"

Sesuai permohonan.




~~~

Aku pergi ke sebalik bus. Disitu ada pondok.

Kudengar teman temanku ingin bermain Ca'bur. Spontan yaa aku ikut lah. 

Kutitipkan kedua HPku kepada Rahmad. I Trust Him. Aku Bermain Ca'bur dengan Setelan koko dan Celana Parkour. Ga cocok sebenernya. 

Saat bermain Ca'bur, aku bermain Gemilang kembali. Satu BUR kucetak dan jadi Hero sekali. Sampai...

"AARRGGGHHH"
"KAKI GUA KERAM"

Aku dibantu Radit yang sedang Menjagaku, Setidaknya bisa beberapa detik tidak keram. Aku sudah melewati Radit. Tinggal Luthfi. Kakiku Kambuh lagi... Tapi akupun tak sempat mengerem. Aku didapatkan Luthfi. 
"NGGAK PANDAI MAIN ANTUM THOR?!"

Kaki ana nih haa!

Pergi lah antum!

Aku pergi dengan EMOSI. Satu satunya destinasi yang kupikirkan ialah Masjid. Dengan Langkah Pincang aku berjalan. Ketika Berjalan Ke Masjid.. Arkan memanggiku dari dalam bus.

A: Thor! Sini lah!
T: Kaki ana nih haa
A: Kenapa?!
T: KERAM!
A: S'bentar aja nyo

Aku masuk kedalam.

Aku hanya ingat beberapa orang yang ada disitu. Arkan, Fadhil, Safna (Iyakah?).

Sambil mengambil sesuatu dari dalam Kotak peyemprot STELLA,,
A: Thor, ini alat penghisap sabu!
T: Hah?!
A: Sabu... Tau sabu sabu kan
T: What The...
Sf: Iih ih Narkoba iih
A: Simpanlah lagi
T: Ana gabisa buka'nya... Nih

~~

Baru kali ini aku melihat alat narkoba.

Masih dengan Langkah yang Pincang, aku menyusuri beton gang ke Masjid itu. Tiba tiba ada yang Memanggil dari belakang. Itu ternyata Cica.

Pinjam PowerBank!

Anj*ng. Inilah teman. Hanya ada disaat dia butuh.

Tiba tiba kakiku yang satu lagi kena Keram juga. Tadi yang kanan, sekarang kedua duanya. Aku langsung menambah kecepatan.

Saat duduk dimasjid, sambil memijit kakiku Selvy datang.

"Napa tor?"
"Keram".
" oooh"

Setelah cukup pijit pijitnya, aku pergi ke tempat aku makan tadi.

Aku duduk. Melamun.

Where Are She Now?

Salma... Kau hilang bagai ditelan bumi saja...

Aku tersadar akan Lamunanku.
Cica datang.

"Mana dia tor?"
" Di tas ana"
"Ya dimana tas antum"

Aku diam saja.
Aku pergi ke Area orang bermain tadi.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Aku naik keatas kapal bersama naufal, yang mana orang berfoto didepannya. Aku berdiri, berpose Takbir. Numpang numpang doang.

Aku melanjutkan dengan berlari dengan Fauzi dan Naufal. Kami menuju batu batu. Kami lompat lompat diatasnya, dan melihat tulisan yang Terkikis. Banyak yang Love love.

Aku melihat Semuanya Berfoto Bersama. Sontak Kami Bertiga Lari kesana, untuk dapat jatah.

TO BE CONTINUED.

  • Bagus ga?


Jumat, 04 Mei 2018

Disebalik Topeng (2)

Kuletakkan Tas Palazzo-ku Di Kursi Bawah Pohon.

Pastinya, aku tak ingat lagi pohon yang mana yang kutumpangi. Wong Pohonnya ada Banyak Banget.

Aulad Sibuk Membagi Tim untuk Bermain Bola. Banad... Kalau tidak salah mereka Selfie- Selfiean...

RF: Dah... Dah... Yang mau main bola sini...
RDT: SINI LAH CEPAT...
ARQ: CEPAT LAH...
(Aulad): Iya.. iya... Sabar
ARKN: Main pilih ya...
RF: Ya

Aku masih sibuk Memainkan Bola diatas pasir.

Tampaknya Cuaca Bersahabat.

(Aulad) : THARIQ... IKUT GA KAMU
T: Ha?   Ya.
RF: Arkan
RF: Thariq
ARQ: P*tk Udah Mau Aku Panggil lagi...
Aku aja lah...
RF: Mana bisa kayak gitu...
~
T: Ga Hanyut Tuh Bola?
RF: Ga akan... Kan ada sayap sayap tuh...
T: Ooh

Kami belum boleh kena air apalagi berenang.
Saat itu kami bermain puas puas. Aku seperti Biasa, Memilih untuk menjadi Pemain Belakang. Waktu itu aku bermain penuh kegemilangan. Aku Menorehkan Rekor Salto atau yang dinamakan Bicycle Kick. Saat itu aku dibelakang. Aku hendak menyapu bola. Aku Kerap Berlatih di Rumah. Bola secara langsung kedepan dan menjadi Assist Terindah Sepanjang masa Generasi Pertama.

Kami tertinggal dengan skor 0:2. Arkan sebagai keeper Ingin Kedepan dan membalas. Luthfi disuruh jadi keeper.

T: Ana Sajalah!
A: Baik Baik ya.

Aku menorehkan Clean Sheet di Pertandingan itu. Clean Sheet adalah tak kebobolan gol. Aku juga membuat Penyelamatan Gemilang di Pertandingan itu.

Satu tendangan dari Radit Kepadaku membuat Daun Telingaku Robek sekitar 1 cm. Aku sempat histeris. Tapi, inilah Indahnya Fair Play. Tak ada Perkelahian.

Ditengah Pertandingan.

Ada Berita Bahwa Ari Menabrak Sebuah Motor yang Mengangkut Kayu. Ganti 50rb. 

Ya. Yang tidak Bermain bola rata rata bermain ATV. Aku bingung. Ke Sasak aja habis 100rb...

WHAT THE F.. Astaghfirullah. WHAT THE HELL!!???

Setelah ustadz Bambang Selesai Mengurus Konflik Ari... Ustadz Bambang menambahkan peraturan. Tidak boleh mengejar bola kelaut.

Pertandingan Diulang.

Skor kembali 0:0.

Sangat Bahagia rasanya dipercayai menjadi Gelandang Serang. Walaupun aku suka Menjadi Bek, tapi sebuah kebanggaan saja rasanya menempati posisi Frank Lampard.

Kami Bermain Dengan Provokasi-Provokasi dimana mana. Emosi kami banyak yang tak terjaga disitu.

Di Akhir Pertandingan,, aku Menyingkai Rafi. Spontan dia langsung Bercarut. Saat aku telah memegang bola dengan posisi terbuka, hanya tinggal menendang lagi, tiba tiba rafi Menekel dari Belakang. Aku jatuh dengan Sangat Keras saat itu. Tapi untung ada Ariq Dibelakangku yang menendang bola itu. Dan...

Semua: GOOOOOLLL!
T: (Menghadap Ke Rafi). GOL! [Dengan penuh emosi]
RF: Ayah Kamu Gol gol...

Aku Hat-Trick Assist. Hat-Trick ialah Mencetak 3 Gol. Bedanya aku Assist. Asisten pencetak Gol. Di Dunia SepakBola Assist Lebih Baik daripada Pencetaknya. Kecuali kalau ada Gol Individu.

Hasil Akhir Pertandingan ialah 3:1.

Aku bermaafan dengan Rafi.

Kami telah dibolehkan bermain air.

Aku berposisi didekat Rahmad. Semuanya beratraksi ke ombak yang datang. Arkan lompat kebelakang. Rahmad duduk. Sedangkan aku salto depan.

Belasan Salto Telah Kutuntaskan. Masing masing kami berlumuran Pasir.

Kami dicukupkan bermain air.

Saat kembali, kami harus menunggu banad selesai bilas. Aku membawa tas ke dekat area pemandian itu.  Pada saat Perjalanan, Aku tak sengaja melihat aurat banad banad. Sorry ya. Dan aku waktu itu juga melihat N.A lewat Jendela. Serius. Ga sengaja. Disaat itu juga,, Aku Menginjak Tai'. FFFUUUCCCKKK...!. Kalimat yang berkali kali keluar dari mulutku ialah "BERAPA JAM LAGII?!". Banyak aulad yang Frustasi menunggu, dengan Ayah Rasyid mereka pergi mencari yang lain. Setelah sekian lama menunggu, ga keluar keluar juga mereka. Akhirnya Ustadz ustadzah memutuskan pergi ke masjid. Pakai Bus. Mungkin karena takut, banad jadi cepat. Aulad yang masih basah basahan di bus... Banyak yang berdiri saja.

Sesampainya di dekat rumah makan.. Yang dibelakangnya masjid... Kami Turun.. Aku agak lambat karena mengurus barang barangku. Enakan disitu. Gratis. Bilas... Dan di bagian itu tak usah dibahas.

Shalat...

Aku tak lupa berdo'a pada-NYA untuk Salma.

TO BE CONTINUED.






~ILoveYouSalma~

Kamis, 03 Mei 2018

Disebalik Topeng. (1)

Menurutku, Episode ini Spesial...
Mengapa?
Karena Episode ini Sebenarnya Kombinasi 2 Episode.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari itu hari Kamis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

What The Hell?


Apa yang Terjadi Padanya? Mengapa ia Tidak Hadir?
Kalian Tentu Tau Siapa Dirinya. Siapa lagi kalau Tidak SALMA. Tanpa Bertahap, Kekhawatiran Tiba Tiba Menghampiriku.

Siapa Aku yang Bisa Bisanya Khawatir Kepadanya? Memangnya Aku Memilikinya????

Jawabannya Mudah.
Aku Bukanlah Siapa Siapa Dihidupnya.

T: Dhil... Ituh Salma Kayaknya Ga Hadir... Beneran?
Seperti Biasanya, Aku tak Berani Menatap Ke Arah Sana.
F: Liat aja Sendiri sana
Gua Pelototin dia dengan penuh Emosi.
F: Iyaa iya... Dia ga hadir
T: Kira Kira Kenapa ya? Sakit kah?
F: Tanya Aja Langsung ke Adiknya...
Palingan Jarak kita Sama dia Cuma 30 senti doang ...
T: Tanya laahhh....
F: Tanya lah sendiri
T: Tanyain Tolong....
F: Antum yang Butuh kok, tapi ana lagi baik nih... SAFNA!
SF: Apa
(Memang anak hewan berkaki empat [Penyamaran Kata] nih anak... Disuruh Nanya Malah Manggil Doang...)
F: Thariq Mau Bicara tuh...
T: A'.... Uh.... Akh... (Kaget)
Si itu Kemana?
SF: Ooh... Dia Demam...
F: Kan Apa Kata Ana...
T: ARGGGHHHH URRGHHH AGH UHHHH
(Gemes)

Kulalui Hari itu Dengan Bad Mood.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Besoknya,, Jum'at... Tak Kunjung Hadir.
Dhuha... Do'a yang sepanjang entah...

Kusumbangkan seluruh uang jajanku demi kesembuhan SALMA.

Duka Mendalam diHatiku. Nampaknya ia terkena Penyakit Demam yang tak Biasa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku tak Boleh terus seperti ini. Larut dalam kesedihan hanya menambah masalah.
THARIQ... COBALAH BERFIKIR... APA YANG DAPAT KAU LAKUKAN DISAAT DIA TAK ADA?

...

Good! I'm Gotta Idea!
Aku punya rencana yang mungkin tak dapat dicerna oleh akal fikiranku sendiri, tapi aku akan mencobanya.

...

Rencananya Seperti Ini.
Aku akan Mengambil Alih MPO Ariq Kepada Mia, Ketika Semua Telah Berjalan Lancar, Akan Kutembak Mia. Ariq Akan Cemburu... Dan BOOM. Checkmate.
Gua akan buat ariq merasakan apa yang kuderita saat kelas 3. Gua aja hampir kepengen bunuh diri waktu itu. Setelah diterima, gua akan baiting ariq... And Mia Are Wasted. Kalau diIndonesiakan TERBUANG.

Agak kejam dan juga licik sih, tapiii yaa itu caraku untuk membalas dendam.

Siangnya gua langsung Action.

T: Mia... Ariq tu Ga Suka Lagi Ke Antum doh... Percuma antum buang buang waktu ngejar dia

Gua ga bohong lhoo soal itu... Pas istirahat gua nanya ke Ariq... Antum masih suka Mia ato ga

Dia jawab Ga.. Untuk hari ini...

M: Hmmpphhh!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku sering bertatapan mata dengannya... Dengan maksud yang "Berbeda" daripada yang biasanya.  Bisa dibilang "Menggoda".
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rencana itu berjalan dengan baik. Yang tau rencana itu: yang pastinya Aku, Arkan Fadhil dan Ariq.

Aku tak tau siapa yang memberitahu ariq.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sabtunya, Nothing.
Dia tak datang lagi.
Aku sangat khawatir dengan keadaannya,
tapi itu disaat paginya.
Disaat siangnya aku disibukkan dengan rencana itu.
Rasanya seperti,,


Pengibaratan

Tetapi aku rasanya ada saja kehilangan didalam hati ini.

Rasanya,,
Memang.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saat Mau Pulang,, Aku Berkonfrensi dengan Arkan.

A:Thor... Rasa antum Salma Hadir pas Ke Sasak tu?

Oh iya, aku lupa menceritakannya. Hari Senin Akan Diadakan Refreshing "Terakhir" yang Diadakan Di Pohon Seribu, Sasak.

T: Ntahlaah... Yang Penting Semoga Aja Iya...

A: Dah Pandai Pula niih...

T: Cari Kepastian yuk

A: Kemana

T: Ke Safna lah

A: Yok

A: SAFNA!!

SF: apa

A: Hadir Salma ke Sasak tu?

SF: (Menggeleng)

T: SHIT. Holy Shit. (Pergi)

Daan kini ada musibah baru. Dia tak ikut hari Senin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari itu Hari Minggu. Seperti biasanya aku menghidupkan Laptop Jam Setengah 9, Setelah Pekerjaanku selesai. 

Terlihat Logo Acer disana. Disaat Loading inilah Fikiranku kosong menunggu selesai.

Sudah Empat Hari Aku Tak Bersamanya.

Faded- Alan Walker Kembali Terdengar dari Mulutku.

Where Are You Now?


~~~~~~~~~~~~~

Aku tak seperti yang lainnya, sibuk beli snack dan jajan, disiapin dari kemarinnya...

Gua? Siap siapin semuanya sebelum berangkat. Baju. Asoy besar. Yang pasti bawa kedua HP dan dua PowerBank, yang satu dicas dari malam sedangkan satu lagi sisa dari Ujunggading.

Hari berjalan seperti biasanya. Tanpa dia.
Seusai TO aku langsung menuju bus, guna Mendapatkan Tempat Duduk Strategis. 

Aku duduk disamping Radit, Dibelakang Hanin dan Mutia dan Disamping Ilham.

Disepanjang Jalan Aku Menghidupkan Musik. Lagi lagi Faded bergaung dimulutku.

Kadang kadang aku melirik Mia. Kenapa aku Lirik?
...
Rencanaku sudah setidaknya hampir berhasil. Sepertinya sekarang dia yang minta digodain.
...

Aku Beruntung duduk didekat Radit. Hatinya itu sangat polos dan baik. Aku Bingung Mengapa Safna Sebegitu Bencinya kepada Radit. Dia megangin powerbank, USB dan HP sepanjang jalan. Nih jika Safna baca suatu hari nanti,, Radit tuh ga Seburuk yang antum bayangkan.

Setelah Faded, Preview FIFA WORLD CUP 2018.

Kami tak sadar telah sampai. Ilham sibuk memainkan Game Hero Fighter X di HP V-GEN ku. Seketika langsung kurebut HP itu dan Kami Turun dari Bus, yang mana segala barangku dibawakan Radit. Aku telah bilang tidak usah, tapi dia bersikeras mau membawanya... Yasudah.


TO BE CONTINUED.



Besok USBN. Ga Baik dilanjutin sampe jam berapaalah. Sekarang aja dah jan setengah dua.



~ILoveYouSalma~








Kamis, 26 April 2018

PDS: Pencitraan dari Senin

Penegak Disiplin Sekolah Ditunjuk pada Hari Senin.

Aku sudah lama Mendambakan Title itu. Semenjak Diberitahu Ustadzah Nur dikelas 5, Aku sangat tertarik. Aku membayangkan aku bisa merubah diri dengan jalur PDS. Pada kelas 5 aku masih Agak Pendiam. 

Pertama kali aku tau penunjukan diselenggarakan Hari Senin, Aku sudah Melonjak lonjak kegirangan. Tetapi semua kegirangan itu sirna begitu saja saat mendengar perkataan Naufal; "Yang KEMREG-KEMREG aja nyoo... antum kayaknya ga akan dipilih". 

BOOM!!!


Diriku Kembali Menyesal. MENGAPA KUTINGGALKAN SEBUAH PENGALAMAN YANG MUNGKIN TAKKAN TERLUPAKAN HANYA DEMI UANG DAN SALMA?! 

Huft. Lupakan. Aku tak ingin mengingatnya lagi.

Back to Topic

Aku stay positive aja'. Ga mungkin Ustadz/Ustadzah Setega Itu Ke Gua.

Shalat Dzuhur Telah Usai.

DEGG,, DEGG,, DEGG !!!

Aku Memasukkan Baju, Bersiap Siap Maju.

Dan...

Ternyata Ustz/Ustzh Memang TEGA.

Aku Hanya Bisa Tersenyum Menahan Rasa SAKIT di Dada ini.
Tau? NYESEK.

Saat Itu Aku Hanya Ingin Bicara Kepada Orang Orang Didepanku.

BISA BISANYA KALIAN TERSENYUM BAHAGIA,, BERSENANG SENANG DISANA...?!
APAKAH KALIAN TAK MERASA ADA YANG TERSAKITI DISINI??
BAHKAN NABIILA, ARIQ,...
Wait.
Ariq?
Gua Ga Nyangka Ustadz Sebegitunya.
Ga niat Amat tuh orang Jadi PDS... Baju aja masih keluar...
...dan Rompi Kehormatan itu Akan Tersandang dibajunya??

CIH!

Jijik gua sama Guru Zaman Now!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku Berjalan ke Kelas dengan Penuh Kebingungan. 

ANJING !!!!

Kata itu Terkeluarkan Oleh Mulut yang Hina ini.

Hmmm... Mungkin Allah Punya Tujuan...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setibanya di Kelas, tak seperti biasanya yang Aku Langsung keatas, Melainkan Berfikir Keras di Bangkuku. 

Mulut Mereka Masih Terlihat Tersenyum.

Setelah Sekian Lama Berfikir, yang Sampai Jam PKN Terpakai untuk Memikirkan itu, Aku Menemukan Solusi.

PENCITRAAN... YA!
GUA HARUS TEGAS !.

Kuingat Juga Kebiasaanku. Menatap Tajam. AHA. Keduanya Bisa Dipadukan. Aku ujicoba Ke selvy. WTF? It's Work !

Beberapa Hari Kujalani Dengan Tegas.

Terlihat Ada Lowongan yang Kuanggap tak Sebanding dengan "Rompi", yaitu Ketua Kelas.

Kutambah dosis Tegasku.

B: Bambang
S: Selvy
O-O: Orang Orang

B: Gimana, Kalau Aklamasi aja..?
S: Thoriq Stadz!
O-O: Iya Stadz, THARIQ, THARIQ, THARIQ...!
B: Gausah lagi, Banad aja.

ANJING. Bambang Sumanjiang (Julukan dari Aulad) menggagalkan Upaya dan Kerja Kerasku.

Ya. Aku SANGAT Benci Dia.

PENCITRAANKU SAMPAI DISITU SAJA.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akhirnya Sifat Itu Terbawa Bawa Sampai sekarang. Aku Sekarang Sering Mengingatkan orang, Menegur dan lain lain.

Yap, Aku Hanya Bisa Menjuluki Diri Sendiri, Meskipun rasanya Ngenes Banget tapi Gapapalah. Sebagai "PAHLAWAN TANPA ROMPI".

Sampai Detik Ini, Kamis 26 April 2018 01:50 Sudah 3 Putaran 6-5b-5a Aku Tak Kunjung Dapat Rompi Itu. 
NGENES.

~Dan Ternyata Kalau Difikir fikir Sifat Tegas Inilah yang Membuat Selvy ada Perasaan Ke Gua.~

THE END

<PDS: Pencitraan Dari Senin Tamat.>