Senin, 14 Mei 2018

Disebalik Topeng (3)

Setelah Shalat, Kamipun Makan.

Aku Memakan Nasi Bungkus... Yang pastinya tidak pedas. Dengan Ayam Goreng, aku makan berdua dengan Arkan.

KURANG.
Mungkin karena aku berenang tadi, aku rasanya masih lapar.

Kulanjutkan dengan Mengabadikan Momen momen ini.

CEKREK!



Setelah mengambil beberapa Foto, aku pergi menuju Bus, yang mana diatasnya ada (lumayan) banyak orang. Maksudku bukan diatas, tapi Diatap.





Melihatku sibuk berlensa, nampaknya ustadz Amri Ngintip di Belakang.

"Ustadz dak diajaknya doh"

Sesuai permohonan.




~~~

Aku pergi ke sebalik bus. Disitu ada pondok.

Kudengar teman temanku ingin bermain Ca'bur. Spontan yaa aku ikut lah. 

Kutitipkan kedua HPku kepada Rahmad. I Trust Him. Aku Bermain Ca'bur dengan Setelan koko dan Celana Parkour. Ga cocok sebenernya. 

Saat bermain Ca'bur, aku bermain Gemilang kembali. Satu BUR kucetak dan jadi Hero sekali. Sampai...

"AARRGGGHHH"
"KAKI GUA KERAM"

Aku dibantu Radit yang sedang Menjagaku, Setidaknya bisa beberapa detik tidak keram. Aku sudah melewati Radit. Tinggal Luthfi. Kakiku Kambuh lagi... Tapi akupun tak sempat mengerem. Aku didapatkan Luthfi. 
"NGGAK PANDAI MAIN ANTUM THOR?!"

Kaki ana nih haa!

Pergi lah antum!

Aku pergi dengan EMOSI. Satu satunya destinasi yang kupikirkan ialah Masjid. Dengan Langkah Pincang aku berjalan. Ketika Berjalan Ke Masjid.. Arkan memanggiku dari dalam bus.

A: Thor! Sini lah!
T: Kaki ana nih haa
A: Kenapa?!
T: KERAM!
A: S'bentar aja nyo

Aku masuk kedalam.

Aku hanya ingat beberapa orang yang ada disitu. Arkan, Fadhil, Safna (Iyakah?).

Sambil mengambil sesuatu dari dalam Kotak peyemprot STELLA,,
A: Thor, ini alat penghisap sabu!
T: Hah?!
A: Sabu... Tau sabu sabu kan
T: What The...
Sf: Iih ih Narkoba iih
A: Simpanlah lagi
T: Ana gabisa buka'nya... Nih

~~

Baru kali ini aku melihat alat narkoba.

Masih dengan Langkah yang Pincang, aku menyusuri beton gang ke Masjid itu. Tiba tiba ada yang Memanggil dari belakang. Itu ternyata Cica.

Pinjam PowerBank!

Anj*ng. Inilah teman. Hanya ada disaat dia butuh.

Tiba tiba kakiku yang satu lagi kena Keram juga. Tadi yang kanan, sekarang kedua duanya. Aku langsung menambah kecepatan.

Saat duduk dimasjid, sambil memijit kakiku Selvy datang.

"Napa tor?"
"Keram".
" oooh"

Setelah cukup pijit pijitnya, aku pergi ke tempat aku makan tadi.

Aku duduk. Melamun.

Where Are She Now?

Salma... Kau hilang bagai ditelan bumi saja...

Aku tersadar akan Lamunanku.
Cica datang.

"Mana dia tor?"
" Di tas ana"
"Ya dimana tas antum"

Aku diam saja.
Aku pergi ke Area orang bermain tadi.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Aku naik keatas kapal bersama naufal, yang mana orang berfoto didepannya. Aku berdiri, berpose Takbir. Numpang numpang doang.

Aku melanjutkan dengan berlari dengan Fauzi dan Naufal. Kami menuju batu batu. Kami lompat lompat diatasnya, dan melihat tulisan yang Terkikis. Banyak yang Love love.

Aku melihat Semuanya Berfoto Bersama. Sontak Kami Bertiga Lari kesana, untuk dapat jatah.

TO BE CONTINUED.

  • Bagus ga?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar