Foto Pertama diambil pada saat Lompat.
~~~
Setelah Foto Bersama, Aku berlensa kembali. Ada juga Video.
Seperti di gambar, Aku Berjalan ke arah sana, tapi aku dihadang Oleh Bapak bapak yang Minta Berfoto.
~~~
Aku menyendiri. Fikiranku hanya satu: yaitu Salma. Aku memutuskan Berfoto gaya orang masa kini yang Galau Galauan. Aku minta Difoto Rasyid. (Foto foto ini telah diedit)
Tiba tiba dari belakang Cica Muncul. Dia menagih kata kataku. PowerBank. Di Video Nanti bakal ada Cuplikan Cica Ngambek Gara gara Daya Batrainya Habis.
HPku dipinjam Rasyid. Lumayan lama juga dia Videoin.
~~~
Aku Ke Masjid. Tak Peduli PowerBank ku yang Dipegang pegang Irsyad. Aku Shalat dengan Khusyuk disana. Sangat. Semuanya untuk dia. Mungkin dia tak tahu, Tapi aku selalu mendo'akannya. Aku Hanya Cukup Mengagumimu dalam Do'a.
~~~
Aku beranjak pergi Dari Masjid. Kuambil tas yang sedari tadi sore di tempat Makan, dan masuk kedalam bus.
...
Didalam Bus aku bertemu Rayhan. Aku Membicarakan Alat Penghisap tadi kepadanya. Dia Mencatat Plat Nomor Dan Nomor Telepon Bus Itu, walau Rayhannya Akan Pergi Dengan Mobil Rasyid.
~~~
Saat Radit tau, dia langsung kaget. Dia tanya dimana, EEEH DIA MAU BUKA TUH STELLA.
Untung ustadz Bambang dah tau trus suruh duduk lagi.
~~~
Bus Rasanya Hening.
SALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMASALMA...
Hanya itu yang ada diotakku.
~~~
Sampai ustadz Bambang melalui Aplikasi di HPnya Membuyarkan Semuanya. Tapi yang lagi main game yaa tetap main.
Aku teringat Dengan Kondisi Salma saat itu. Kubaca Huruf demi Huruf.
Jika kalian dengar, suarakulah yang paling Keras membaca Do'a do'a itu. Kuniatkan Do'a itu Mengalir kepada Salma.
~~~
Tiba di Simpang Empat, aku mulai Melihat Radit Berkemas kemas.
Saat Radit Ingin Keluar...
T: Thanks untuk Hari ini ya dit
R: Iya... awas lah antum dulu.. ana mau turun nih.
~~~
Semakin dekat dengan Tokoku. Naufal dan Arkan turun di tokoku.
~~~
Kami bertiga turun dari Bus. Orang martabak Ngeliatin. Aku Mengeluarkan Hormat dua Jari yang biasa dilakukan Pria untuk Menggoda Wanita ke Arah Bus itu. Kebetulan juga Mia sedang ngarah kepadaku.
~~~
Kami menelfon Orang tua Masing masing dengan HP ibuku.
Setelah itu, Pembicaraan dimulai.
T: Biasanya kalau Tutup Tema atau Apa kan sedih aja pulang tu... tapi ini kenapa ga ya...
A: Illih, palingan cuma karena dia ga hadir aja tu
...
Ternyata, Ada juga yang sadar bahwa Aku membaca Al-Ma'tsurat tadi dengan serius.
A: Tadi nampaknya antum baca Alma'tsurat kayaknya beda deh... untuk dia yaaa
T: (Senyum)
~~~
Satu persatu dijemput. Aku mengeluarkan Asoy dari dalam tas ke tempat Baju kotor.
~~~~~
...
Hari hari Kulewati tanpa dia. Godaanku pada Mia semakin Menjadi jadi. Kadang aku Berfikir... Mengapa aku tak konsisten dengan Salma. Tapi setelah kuproses fikiran itu, aku mengerti bahwa aku ini cuma Kesepian. Dia tak kunjung Hadir juga. Aku juga tak mungkin Menjenguknya.
~~~
Mohon Maaf, saat itu tak jarang Terlintas di Fikiranku...
Mati ajalah dia, Dia ga peduli lagi sama aku.
Hingga...
...
Kulepaskan Simpul di Sepatuku. Aku tak Banyak berharap lagi kedatangan dia. Nafasku yang Terengah Engah tak membuatku kembali Semangat setelah Naik Sepeda tadi. Dadaku yang sesak membuatku tambah Kelelahan. Tampak suasana Heboh dari Dalam kelas, Menyambut kedatanganku. Mereka membicarakan aku dengan Salma. Kebanyakan dari Mereka bilang "Thor, Salma dah datang". Entah darimana Cahaya Semangat Terpancar. Aku masuk dan melihat Wajahnya yang tampak Pucat dan Merah itu. Aku tak Peduli dia seperti itu, Yang penting DIA DATANG. Aku melewatinya yang sedang Dikerumuni banad yang lain. Memang tampaknya Saat itu Aku Cuek, Tapi Di Lubuk Hatiku yang Paling dalam, Aku sangat HAPPY.
→←→←→←
Kebiasaan Mengganggu Mia Memang masih ada, tapi Itu telah kuusahakan hilang.
Without You, My Life is Not Perfect.
THE END.
Disebalik Topeng, END.
*Pembicaraan kami ada yang Dibahasa Indonesiakan dan diperhalus, karena tak sedikit pembicaraan kami yang penuh carut.
Ini, Beberapa Foto yang tak dapat kuunggah karena Alur Cerita.
*mohon maaf jika ada salah satunya telah kuunggah.
Wassalamu'alaikum.
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar