Kamis, 15 Februari 2018

DANUR.

Indra Penciumanku sudah tak berfungsi dengan baik.

Aroma Danur sudah terbiasa dihidungku. 

Aku menyebutnya 'DANUR' Bukan karena aku tau persis baunya, melainkan bau ini adalah bau darah yang sudah basi.

Danur adalah Bau Mayat yang Telah Membusuk.

Apakah hanya aku yang bisa mencium diantara orang yang kukenal?

Kutanya ke Ibuku. Tidak.
Kutanya ke Ayah. Tidak.
Kutanya ke Arkan. Tidak.

Arkan Bisa Melihat Makhluk seperti itu, tapi hanya MELIHAT.

Aku bisa merasakan semua yang terjadi. Mulai dari suara, sampai Merasakan beliau disamping.
Tapi aku Tak bisa MELIHAT beliau.

Dibelakang tokoku dulunya tempat pembantaian manusia. Hahaha bercanda

Dibelakang tokoku dulunya tempat Pembuangan sampah... bukan TPA,
Melainkan orang sebelum kami pribadinya jorok banget. Buang botol dibelakang. MENGGUNUNG.

Kami membersihkan semuanya.
Istri ustadz Okterman, Bu Ade, bisa melihat , bahkan berkomunikasi.

Dia bilang... Dulu saat ibuku Hamil FAIZ ... ada semacam tuyul yang selalu digendong ibuku- atau dia yang mengantung di leher ibuku.

Tapi, Setelah semua dibersihkan Alhamdulillah tak ada lagi.

Aku diganggu dengan berbagai macam gangguan. Mulai diketok-ketok dari samping pakai apalah sampai sekeras Paku Dipasang ditembok, Diketok ketok pintu kamar, Perempuan Nangis, Anak anak lemparin kelereng ke lantai berjam jam, Sampai suara Bersetubuh.

Bahkan kepalaku pernah dihantamkan berkali kali ke bantal (untung kebantal, gak ketembok)
Sampai aku tidur...

Aku sudah hampir terbiasa dengan situasi mengerikan seperti ini.


Bau Danur ini Mulai Tercium saat...



.............



Malam itu ketokan dari sebelah sudah parah. Aku mau memancing mereka.

Kunyanyikan Abdi Boneka.

ADA YANG MENUKIK.


Suaranya seperti orang disiksa...

Aku tidak bisa tidur kalau begitu.

Akhirnya aku membaca AlQur'an.

Seperti ada yang jatuh.

Dan Bau itu muncul sampai sekarang...





Semoga Beliau Makhluk Baik.

Kuharap dia bisa jadi teman.


-DANUR-

TO BE CONTINUED.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar