FUCK!
Kata itu aku ulangi berkali-kali, Sambil menendang bola.
Aku menyesali keegoisan yang kulakukan.
...
Kemah Ukhuwah II akan diadakan di Pagaruyung, Tanah Datar. Aku berniat ikut kegiatan itu.
Sangat tertarik dengan kegiatan itu, setelah ustadzah menerangkan,, aku c.s membahas ituuu ke ituu aja...
Aku membayangkan kemah akan kulakukan lagi... yang pasti aku akan mengambil bidang PBB.
Sepulang sekolah, aku langsung bicara tentang itu ke orangtua. Mereka setuju.
Besoknya... seperti biasa... hanya bedanya kami merencanakan apa yang akan dilakukan disana.
Aku diberikan surat... agenda yang akan dilakukan disana.
Ternyata, Ada acara nonton G30S PKI!
Aku sangat tertarik waktu itu.
Aku tidak terlalu dekat dengan Ustadz Rozi... bahkan mungkin kami... EH. Dia yang cuma kenal muka aku doang. Namaku saja sering lupa.. hmm aku kurang suka guru yang seperti itu. Hanya kenal dengan murid yang aktif saja... hmmm aku udah berapa kali deketin ustadz Rozi... gaaak juga...
Ada juga acara Hiking... hmmm apa ya? Aku bertanya ke ustadz budi. Katanya itu berpetualang/berjalan jauh.
I N T E R E S T I N G...
Kemah Ukhuwah dipisah, antara laki laki dengan perempuan.
Sepulang sekolah... aku kembali bernegosiasi dengan orangtua.
Aku berbicara kepada orangtua tentang agenda... lancar.
Hingga tentang biaya.
"Hmmm....
Bayarnya 500rb...
Tapi ibu sedang gak punya uang... jadi uang jajannya cuma 50rb aja.."
What? Jalan jalan Ke Batusangkar aja bisa 100rb...
Aku tau dilaci ada banyak uang... mungkin jutaan.
Aku mencoba merayu dengan cara ngambek. Aku bilang...
"Aaah.... mendingan thariq gak ikut kalau gitu maaah..."
Jawabannya malah diluar dugaanku.
"Yaudah... siapa juga yang ngarepin kamu pergi kesana..."
FUCK!
Aku (pura-pura) ngambek berhari hari. Sampai diinspirasi rasyid dan ari. Toh, Salma aja gak ikut...
Alasan utamaku gak ikut memang tentang uang. Tetapi kedua adalah dia.
Beberapa kata yang mereka lontarkan:
"Aaah ngapain jajan banyak banyak...
Ana aja 50rb juga rencananya..."
Akhirnya aku bisa juga mengikhlaskan...
Aku dikasih uang 500rb buat bayar besok.
Ternyata hanya tinggal 1 orang lagi yang boleh ikut, sementara Zaki A juga belum bayar.
Aku datang lebih dulu daripada Zaki. Aku menunggu Ustadzah Dwi didepan kantor. Aaah lama...
Eeeeh aku ditawarin main cabur;yang aku gak pernah tolak :v
Selagi aku main cabur, tanpa sepengetahuanku Zaki A sudah menunggu di depan kantor sejak aku mulai main.
Aku diberitahu Zaki bahwa dia telah membayarnya.
FFFFUUUUUCCCCKKKK !
(yang terdengar ustz amri, spontan dia teriakin aku)
Kini, mimpi Hiking-ku sudah hangus. Aku hanya bisa meringis,bersedih, dan...
Menumpaskan amarah.
Aku sangat malang. Apa yang terjadi pada hidupku ini dikarenakan keegoisanku yang berlebihan.
Saat ditanya ustadzah Erna, kenapa gak ikut, aku jawab aku yang gak mau... lagipula ada benarnya juga.
Penyesalanku sangat panjang. Dimulai dari Mendengarkan Himawari no Yakusoku secara berlebihan, dan...
Menendang bola sekuatnya.
Aku menumpaskan penyesalanku pada bola yang berlabel BRAZIL. Warna kuning-hijaunya mengingatkanku pada mereka.
Hari keberangkatan mereka tiba.
Mereka mungkin dari dini hari berangkat. Sedangkan aku jam setengah tujuh.
Saat terbangun... aku menitikkan air mata.
Setelah mataku berkaca-kaca, aki bangun seperti orang kaget, langsung menendang bola disamping tempat tidurku; yang telah kutendang-tendang tadi malam.
Kali ini sekuat-kuatnya.
Tendanganku membuat dinding agak berbeda, yaa agak gimanaaa ya. Dan...
Bolanya Meledak.
Meledak. Bukan berarti kempes dulu. Langsung pecah di TKP.
Aku mulai cemas, nanti ketahuan ibu. Eeeeh ibu lewat.
"YAAA ALLAH THARIIIIIQ....
IBU LIHAT KAMU SETELAH GAK KEBAGIAN IKUT KEMAH... NENDAAAANG BOLA AJA KERJANYA... SAMPE ANCUR TUH BOLA... PUTUS ASA KAMU NAK?"
Aku diam saja.
............
Daaaan kebetulan pula saat itu ada
PIALA AFF SENIOR 2016...
Karena kesalnya aku bisa membuatku lancar menendang bola secara baik, aku mulai tertarik pada Dunia Bola.
Hanya pada saat main game dan Nonton Bola... aku bisa melupakan insiden itu.
Kesukaanku pada Dunia Bola semakin memuncak. Kini, 02:27, Senin, 19 Februari 2018...
Aku bisa dibilang FANATIK bola.
Jika kalian (Siswa SDIT CM) Mengatakan padaku "Gak boleh kita terlalu fanatik tu tor"...
IT'S BECAUSE YOU!
Karena Kalian Meninggalkanku, aku jadi suka bola.
Back to Topic.
Ibuku pun bilang:
"Kamu tu terlalu mikirin uang. Udah aman juga kok kalau kamu ikut. Mana mungkin orangtua kamu sendiri tega ngasih uang minim... mikir dong"
Akhirnya, Aku dibelikan Beberapa seragam dan kebutuhanku dengan uang itu.
..........
Aku menulis ini karena aku teringat oleh sebuah mimpi.
...
(Mimpi)
Kukayuh sepedaku sekencang kencangnya. Dimimpiku itu pagi berangkatnya. Setibanya aku di Perempatan jalan CM, Aku lihat arah Polisi Pamong Praja yang dulu, sekarang telah jadi Pemadam Kebakaran.
Aku lihat Sebuah bus, yang dikaca belakang Fauzi Dadah2 ke aku...
Yang padahal Fauzi juga tidak ikut Kemreg. Aku langsung terbangun dari mimpi itu.lalu aku tulis laaah semua ini...
SEMOGA BISA DIJADIKAN PELAJARAN.
PENYESALAN BERUJUNG KEFANATIKAN
-END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar