Senin, 14 Mei 2018

Disebalik Topeng (3)

Setelah Shalat, Kamipun Makan.

Aku Memakan Nasi Bungkus... Yang pastinya tidak pedas. Dengan Ayam Goreng, aku makan berdua dengan Arkan.

KURANG.
Mungkin karena aku berenang tadi, aku rasanya masih lapar.

Kulanjutkan dengan Mengabadikan Momen momen ini.

CEKREK!



Setelah mengambil beberapa Foto, aku pergi menuju Bus, yang mana diatasnya ada (lumayan) banyak orang. Maksudku bukan diatas, tapi Diatap.





Melihatku sibuk berlensa, nampaknya ustadz Amri Ngintip di Belakang.

"Ustadz dak diajaknya doh"

Sesuai permohonan.




~~~

Aku pergi ke sebalik bus. Disitu ada pondok.

Kudengar teman temanku ingin bermain Ca'bur. Spontan yaa aku ikut lah. 

Kutitipkan kedua HPku kepada Rahmad. I Trust Him. Aku Bermain Ca'bur dengan Setelan koko dan Celana Parkour. Ga cocok sebenernya. 

Saat bermain Ca'bur, aku bermain Gemilang kembali. Satu BUR kucetak dan jadi Hero sekali. Sampai...

"AARRGGGHHH"
"KAKI GUA KERAM"

Aku dibantu Radit yang sedang Menjagaku, Setidaknya bisa beberapa detik tidak keram. Aku sudah melewati Radit. Tinggal Luthfi. Kakiku Kambuh lagi... Tapi akupun tak sempat mengerem. Aku didapatkan Luthfi. 
"NGGAK PANDAI MAIN ANTUM THOR?!"

Kaki ana nih haa!

Pergi lah antum!

Aku pergi dengan EMOSI. Satu satunya destinasi yang kupikirkan ialah Masjid. Dengan Langkah Pincang aku berjalan. Ketika Berjalan Ke Masjid.. Arkan memanggiku dari dalam bus.

A: Thor! Sini lah!
T: Kaki ana nih haa
A: Kenapa?!
T: KERAM!
A: S'bentar aja nyo

Aku masuk kedalam.

Aku hanya ingat beberapa orang yang ada disitu. Arkan, Fadhil, Safna (Iyakah?).

Sambil mengambil sesuatu dari dalam Kotak peyemprot STELLA,,
A: Thor, ini alat penghisap sabu!
T: Hah?!
A: Sabu... Tau sabu sabu kan
T: What The...
Sf: Iih ih Narkoba iih
A: Simpanlah lagi
T: Ana gabisa buka'nya... Nih

~~

Baru kali ini aku melihat alat narkoba.

Masih dengan Langkah yang Pincang, aku menyusuri beton gang ke Masjid itu. Tiba tiba ada yang Memanggil dari belakang. Itu ternyata Cica.

Pinjam PowerBank!

Anj*ng. Inilah teman. Hanya ada disaat dia butuh.

Tiba tiba kakiku yang satu lagi kena Keram juga. Tadi yang kanan, sekarang kedua duanya. Aku langsung menambah kecepatan.

Saat duduk dimasjid, sambil memijit kakiku Selvy datang.

"Napa tor?"
"Keram".
" oooh"

Setelah cukup pijit pijitnya, aku pergi ke tempat aku makan tadi.

Aku duduk. Melamun.

Where Are She Now?

Salma... Kau hilang bagai ditelan bumi saja...

Aku tersadar akan Lamunanku.
Cica datang.

"Mana dia tor?"
" Di tas ana"
"Ya dimana tas antum"

Aku diam saja.
Aku pergi ke Area orang bermain tadi.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Aku naik keatas kapal bersama naufal, yang mana orang berfoto didepannya. Aku berdiri, berpose Takbir. Numpang numpang doang.

Aku melanjutkan dengan berlari dengan Fauzi dan Naufal. Kami menuju batu batu. Kami lompat lompat diatasnya, dan melihat tulisan yang Terkikis. Banyak yang Love love.

Aku melihat Semuanya Berfoto Bersama. Sontak Kami Bertiga Lari kesana, untuk dapat jatah.

TO BE CONTINUED.

  • Bagus ga?


Jumat, 04 Mei 2018

Disebalik Topeng (2)

Kuletakkan Tas Palazzo-ku Di Kursi Bawah Pohon.

Pastinya, aku tak ingat lagi pohon yang mana yang kutumpangi. Wong Pohonnya ada Banyak Banget.

Aulad Sibuk Membagi Tim untuk Bermain Bola. Banad... Kalau tidak salah mereka Selfie- Selfiean...

RF: Dah... Dah... Yang mau main bola sini...
RDT: SINI LAH CEPAT...
ARQ: CEPAT LAH...
(Aulad): Iya.. iya... Sabar
ARKN: Main pilih ya...
RF: Ya

Aku masih sibuk Memainkan Bola diatas pasir.

Tampaknya Cuaca Bersahabat.

(Aulad) : THARIQ... IKUT GA KAMU
T: Ha?   Ya.
RF: Arkan
RF: Thariq
ARQ: P*tk Udah Mau Aku Panggil lagi...
Aku aja lah...
RF: Mana bisa kayak gitu...
~
T: Ga Hanyut Tuh Bola?
RF: Ga akan... Kan ada sayap sayap tuh...
T: Ooh

Kami belum boleh kena air apalagi berenang.
Saat itu kami bermain puas puas. Aku seperti Biasa, Memilih untuk menjadi Pemain Belakang. Waktu itu aku bermain penuh kegemilangan. Aku Menorehkan Rekor Salto atau yang dinamakan Bicycle Kick. Saat itu aku dibelakang. Aku hendak menyapu bola. Aku Kerap Berlatih di Rumah. Bola secara langsung kedepan dan menjadi Assist Terindah Sepanjang masa Generasi Pertama.

Kami tertinggal dengan skor 0:2. Arkan sebagai keeper Ingin Kedepan dan membalas. Luthfi disuruh jadi keeper.

T: Ana Sajalah!
A: Baik Baik ya.

Aku menorehkan Clean Sheet di Pertandingan itu. Clean Sheet adalah tak kebobolan gol. Aku juga membuat Penyelamatan Gemilang di Pertandingan itu.

Satu tendangan dari Radit Kepadaku membuat Daun Telingaku Robek sekitar 1 cm. Aku sempat histeris. Tapi, inilah Indahnya Fair Play. Tak ada Perkelahian.

Ditengah Pertandingan.

Ada Berita Bahwa Ari Menabrak Sebuah Motor yang Mengangkut Kayu. Ganti 50rb. 

Ya. Yang tidak Bermain bola rata rata bermain ATV. Aku bingung. Ke Sasak aja habis 100rb...

WHAT THE F.. Astaghfirullah. WHAT THE HELL!!???

Setelah ustadz Bambang Selesai Mengurus Konflik Ari... Ustadz Bambang menambahkan peraturan. Tidak boleh mengejar bola kelaut.

Pertandingan Diulang.

Skor kembali 0:0.

Sangat Bahagia rasanya dipercayai menjadi Gelandang Serang. Walaupun aku suka Menjadi Bek, tapi sebuah kebanggaan saja rasanya menempati posisi Frank Lampard.

Kami Bermain Dengan Provokasi-Provokasi dimana mana. Emosi kami banyak yang tak terjaga disitu.

Di Akhir Pertandingan,, aku Menyingkai Rafi. Spontan dia langsung Bercarut. Saat aku telah memegang bola dengan posisi terbuka, hanya tinggal menendang lagi, tiba tiba rafi Menekel dari Belakang. Aku jatuh dengan Sangat Keras saat itu. Tapi untung ada Ariq Dibelakangku yang menendang bola itu. Dan...

Semua: GOOOOOLLL!
T: (Menghadap Ke Rafi). GOL! [Dengan penuh emosi]
RF: Ayah Kamu Gol gol...

Aku Hat-Trick Assist. Hat-Trick ialah Mencetak 3 Gol. Bedanya aku Assist. Asisten pencetak Gol. Di Dunia SepakBola Assist Lebih Baik daripada Pencetaknya. Kecuali kalau ada Gol Individu.

Hasil Akhir Pertandingan ialah 3:1.

Aku bermaafan dengan Rafi.

Kami telah dibolehkan bermain air.

Aku berposisi didekat Rahmad. Semuanya beratraksi ke ombak yang datang. Arkan lompat kebelakang. Rahmad duduk. Sedangkan aku salto depan.

Belasan Salto Telah Kutuntaskan. Masing masing kami berlumuran Pasir.

Kami dicukupkan bermain air.

Saat kembali, kami harus menunggu banad selesai bilas. Aku membawa tas ke dekat area pemandian itu.  Pada saat Perjalanan, Aku tak sengaja melihat aurat banad banad. Sorry ya. Dan aku waktu itu juga melihat N.A lewat Jendela. Serius. Ga sengaja. Disaat itu juga,, Aku Menginjak Tai'. FFFUUUCCCKKK...!. Kalimat yang berkali kali keluar dari mulutku ialah "BERAPA JAM LAGII?!". Banyak aulad yang Frustasi menunggu, dengan Ayah Rasyid mereka pergi mencari yang lain. Setelah sekian lama menunggu, ga keluar keluar juga mereka. Akhirnya Ustadz ustadzah memutuskan pergi ke masjid. Pakai Bus. Mungkin karena takut, banad jadi cepat. Aulad yang masih basah basahan di bus... Banyak yang berdiri saja.

Sesampainya di dekat rumah makan.. Yang dibelakangnya masjid... Kami Turun.. Aku agak lambat karena mengurus barang barangku. Enakan disitu. Gratis. Bilas... Dan di bagian itu tak usah dibahas.

Shalat...

Aku tak lupa berdo'a pada-NYA untuk Salma.

TO BE CONTINUED.






~ILoveYouSalma~

Kamis, 03 Mei 2018

Disebalik Topeng. (1)

Menurutku, Episode ini Spesial...
Mengapa?
Karena Episode ini Sebenarnya Kombinasi 2 Episode.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari itu hari Kamis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

What The Hell?


Apa yang Terjadi Padanya? Mengapa ia Tidak Hadir?
Kalian Tentu Tau Siapa Dirinya. Siapa lagi kalau Tidak SALMA. Tanpa Bertahap, Kekhawatiran Tiba Tiba Menghampiriku.

Siapa Aku yang Bisa Bisanya Khawatir Kepadanya? Memangnya Aku Memilikinya????

Jawabannya Mudah.
Aku Bukanlah Siapa Siapa Dihidupnya.

T: Dhil... Ituh Salma Kayaknya Ga Hadir... Beneran?
Seperti Biasanya, Aku tak Berani Menatap Ke Arah Sana.
F: Liat aja Sendiri sana
Gua Pelototin dia dengan penuh Emosi.
F: Iyaa iya... Dia ga hadir
T: Kira Kira Kenapa ya? Sakit kah?
F: Tanya Aja Langsung ke Adiknya...
Palingan Jarak kita Sama dia Cuma 30 senti doang ...
T: Tanya laahhh....
F: Tanya lah sendiri
T: Tanyain Tolong....
F: Antum yang Butuh kok, tapi ana lagi baik nih... SAFNA!
SF: Apa
(Memang anak hewan berkaki empat [Penyamaran Kata] nih anak... Disuruh Nanya Malah Manggil Doang...)
F: Thariq Mau Bicara tuh...
T: A'.... Uh.... Akh... (Kaget)
Si itu Kemana?
SF: Ooh... Dia Demam...
F: Kan Apa Kata Ana...
T: ARGGGHHHH URRGHHH AGH UHHHH
(Gemes)

Kulalui Hari itu Dengan Bad Mood.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Besoknya,, Jum'at... Tak Kunjung Hadir.
Dhuha... Do'a yang sepanjang entah...

Kusumbangkan seluruh uang jajanku demi kesembuhan SALMA.

Duka Mendalam diHatiku. Nampaknya ia terkena Penyakit Demam yang tak Biasa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku tak Boleh terus seperti ini. Larut dalam kesedihan hanya menambah masalah.
THARIQ... COBALAH BERFIKIR... APA YANG DAPAT KAU LAKUKAN DISAAT DIA TAK ADA?

...

Good! I'm Gotta Idea!
Aku punya rencana yang mungkin tak dapat dicerna oleh akal fikiranku sendiri, tapi aku akan mencobanya.

...

Rencananya Seperti Ini.
Aku akan Mengambil Alih MPO Ariq Kepada Mia, Ketika Semua Telah Berjalan Lancar, Akan Kutembak Mia. Ariq Akan Cemburu... Dan BOOM. Checkmate.
Gua akan buat ariq merasakan apa yang kuderita saat kelas 3. Gua aja hampir kepengen bunuh diri waktu itu. Setelah diterima, gua akan baiting ariq... And Mia Are Wasted. Kalau diIndonesiakan TERBUANG.

Agak kejam dan juga licik sih, tapiii yaa itu caraku untuk membalas dendam.

Siangnya gua langsung Action.

T: Mia... Ariq tu Ga Suka Lagi Ke Antum doh... Percuma antum buang buang waktu ngejar dia

Gua ga bohong lhoo soal itu... Pas istirahat gua nanya ke Ariq... Antum masih suka Mia ato ga

Dia jawab Ga.. Untuk hari ini...

M: Hmmpphhh!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku sering bertatapan mata dengannya... Dengan maksud yang "Berbeda" daripada yang biasanya.  Bisa dibilang "Menggoda".
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rencana itu berjalan dengan baik. Yang tau rencana itu: yang pastinya Aku, Arkan Fadhil dan Ariq.

Aku tak tau siapa yang memberitahu ariq.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sabtunya, Nothing.
Dia tak datang lagi.
Aku sangat khawatir dengan keadaannya,
tapi itu disaat paginya.
Disaat siangnya aku disibukkan dengan rencana itu.
Rasanya seperti,,


Pengibaratan

Tetapi aku rasanya ada saja kehilangan didalam hati ini.

Rasanya,,
Memang.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Saat Mau Pulang,, Aku Berkonfrensi dengan Arkan.

A:Thor... Rasa antum Salma Hadir pas Ke Sasak tu?

Oh iya, aku lupa menceritakannya. Hari Senin Akan Diadakan Refreshing "Terakhir" yang Diadakan Di Pohon Seribu, Sasak.

T: Ntahlaah... Yang Penting Semoga Aja Iya...

A: Dah Pandai Pula niih...

T: Cari Kepastian yuk

A: Kemana

T: Ke Safna lah

A: Yok

A: SAFNA!!

SF: apa

A: Hadir Salma ke Sasak tu?

SF: (Menggeleng)

T: SHIT. Holy Shit. (Pergi)

Daan kini ada musibah baru. Dia tak ikut hari Senin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari itu Hari Minggu. Seperti biasanya aku menghidupkan Laptop Jam Setengah 9, Setelah Pekerjaanku selesai. 

Terlihat Logo Acer disana. Disaat Loading inilah Fikiranku kosong menunggu selesai.

Sudah Empat Hari Aku Tak Bersamanya.

Faded- Alan Walker Kembali Terdengar dari Mulutku.

Where Are You Now?


~~~~~~~~~~~~~

Aku tak seperti yang lainnya, sibuk beli snack dan jajan, disiapin dari kemarinnya...

Gua? Siap siapin semuanya sebelum berangkat. Baju. Asoy besar. Yang pasti bawa kedua HP dan dua PowerBank, yang satu dicas dari malam sedangkan satu lagi sisa dari Ujunggading.

Hari berjalan seperti biasanya. Tanpa dia.
Seusai TO aku langsung menuju bus, guna Mendapatkan Tempat Duduk Strategis. 

Aku duduk disamping Radit, Dibelakang Hanin dan Mutia dan Disamping Ilham.

Disepanjang Jalan Aku Menghidupkan Musik. Lagi lagi Faded bergaung dimulutku.

Kadang kadang aku melirik Mia. Kenapa aku Lirik?
...
Rencanaku sudah setidaknya hampir berhasil. Sepertinya sekarang dia yang minta digodain.
...

Aku Beruntung duduk didekat Radit. Hatinya itu sangat polos dan baik. Aku Bingung Mengapa Safna Sebegitu Bencinya kepada Radit. Dia megangin powerbank, USB dan HP sepanjang jalan. Nih jika Safna baca suatu hari nanti,, Radit tuh ga Seburuk yang antum bayangkan.

Setelah Faded, Preview FIFA WORLD CUP 2018.

Kami tak sadar telah sampai. Ilham sibuk memainkan Game Hero Fighter X di HP V-GEN ku. Seketika langsung kurebut HP itu dan Kami Turun dari Bus, yang mana segala barangku dibawakan Radit. Aku telah bilang tidak usah, tapi dia bersikeras mau membawanya... Yasudah.


TO BE CONTINUED.



Besok USBN. Ga Baik dilanjutin sampe jam berapaalah. Sekarang aja dah jan setengah dua.



~ILoveYouSalma~








Kamis, 26 April 2018

PDS: Pencitraan dari Senin

Penegak Disiplin Sekolah Ditunjuk pada Hari Senin.

Aku sudah lama Mendambakan Title itu. Semenjak Diberitahu Ustadzah Nur dikelas 5, Aku sangat tertarik. Aku membayangkan aku bisa merubah diri dengan jalur PDS. Pada kelas 5 aku masih Agak Pendiam. 

Pertama kali aku tau penunjukan diselenggarakan Hari Senin, Aku sudah Melonjak lonjak kegirangan. Tetapi semua kegirangan itu sirna begitu saja saat mendengar perkataan Naufal; "Yang KEMREG-KEMREG aja nyoo... antum kayaknya ga akan dipilih". 

BOOM!!!


Diriku Kembali Menyesal. MENGAPA KUTINGGALKAN SEBUAH PENGALAMAN YANG MUNGKIN TAKKAN TERLUPAKAN HANYA DEMI UANG DAN SALMA?! 

Huft. Lupakan. Aku tak ingin mengingatnya lagi.

Back to Topic

Aku stay positive aja'. Ga mungkin Ustadz/Ustadzah Setega Itu Ke Gua.

Shalat Dzuhur Telah Usai.

DEGG,, DEGG,, DEGG !!!

Aku Memasukkan Baju, Bersiap Siap Maju.

Dan...

Ternyata Ustz/Ustzh Memang TEGA.

Aku Hanya Bisa Tersenyum Menahan Rasa SAKIT di Dada ini.
Tau? NYESEK.

Saat Itu Aku Hanya Ingin Bicara Kepada Orang Orang Didepanku.

BISA BISANYA KALIAN TERSENYUM BAHAGIA,, BERSENANG SENANG DISANA...?!
APAKAH KALIAN TAK MERASA ADA YANG TERSAKITI DISINI??
BAHKAN NABIILA, ARIQ,...
Wait.
Ariq?
Gua Ga Nyangka Ustadz Sebegitunya.
Ga niat Amat tuh orang Jadi PDS... Baju aja masih keluar...
...dan Rompi Kehormatan itu Akan Tersandang dibajunya??

CIH!

Jijik gua sama Guru Zaman Now!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku Berjalan ke Kelas dengan Penuh Kebingungan. 

ANJING !!!!

Kata itu Terkeluarkan Oleh Mulut yang Hina ini.

Hmmm... Mungkin Allah Punya Tujuan...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setibanya di Kelas, tak seperti biasanya yang Aku Langsung keatas, Melainkan Berfikir Keras di Bangkuku. 

Mulut Mereka Masih Terlihat Tersenyum.

Setelah Sekian Lama Berfikir, yang Sampai Jam PKN Terpakai untuk Memikirkan itu, Aku Menemukan Solusi.

PENCITRAAN... YA!
GUA HARUS TEGAS !.

Kuingat Juga Kebiasaanku. Menatap Tajam. AHA. Keduanya Bisa Dipadukan. Aku ujicoba Ke selvy. WTF? It's Work !

Beberapa Hari Kujalani Dengan Tegas.

Terlihat Ada Lowongan yang Kuanggap tak Sebanding dengan "Rompi", yaitu Ketua Kelas.

Kutambah dosis Tegasku.

B: Bambang
S: Selvy
O-O: Orang Orang

B: Gimana, Kalau Aklamasi aja..?
S: Thoriq Stadz!
O-O: Iya Stadz, THARIQ, THARIQ, THARIQ...!
B: Gausah lagi, Banad aja.

ANJING. Bambang Sumanjiang (Julukan dari Aulad) menggagalkan Upaya dan Kerja Kerasku.

Ya. Aku SANGAT Benci Dia.

PENCITRAANKU SAMPAI DISITU SAJA.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akhirnya Sifat Itu Terbawa Bawa Sampai sekarang. Aku Sekarang Sering Mengingatkan orang, Menegur dan lain lain.

Yap, Aku Hanya Bisa Menjuluki Diri Sendiri, Meskipun rasanya Ngenes Banget tapi Gapapalah. Sebagai "PAHLAWAN TANPA ROMPI".

Sampai Detik Ini, Kamis 26 April 2018 01:50 Sudah 3 Putaran 6-5b-5a Aku Tak Kunjung Dapat Rompi Itu. 
NGENES.

~Dan Ternyata Kalau Difikir fikir Sifat Tegas Inilah yang Membuat Selvy ada Perasaan Ke Gua.~

THE END

<PDS: Pencitraan Dari Senin Tamat.>



Selasa, 20 Maret 2018

PERDJOEANGAN.

 Asal Kau Tau Saja, Membangun Blog Ini Bukanlah Suatu Hal Yang Mudah.

   Yup, Sudah hampir dua bulan saja aku membangun Blog ini. Blog ini. Aniversary Blog ini pada tanggal 29 Januari. Sedangkan kelahirannya, pada 29 Januari 2018. Bisa dikatakan, blog ini masih Newbie. Perubahan Blog ini bisa dibilang Signifikan. Dari Thariq's E-Diary menuju Thariq's Story, Dari Background Perabot sampai Orang Orang spesial dihidupku. Perubahan perubahan itu bukan hanya untuk Memperbagus Blog ini, tetapi melegakan hatiku. Hatiku merasa gemas Jika suatu pekerjaan tak dilakukan dengan rapi. Tapi, jika sudah berhubungan dengan suatu hal yang melalaikanku, tak terasa gemas.

  Aku terinspirasi oleh Raditya Dika, Seorang penulis dan pelawak yang sukses dengan membukukan Blognya. Blognya bernama Kambing Jantan. Kambing Jantan telah dibukukan, Dikomikkan, Bahkan Difilmkan. Banyak buku buku setelahnya, Radikus MakanKakus, Babi Ngesot, dll.

  Untuk membangun blog ini, Perjuangan juga diperlukan. Seperti Begadang (Terkadang tak tidur), Menahan rasa lapar (Coba aja lu begadang sono, ga kayak tidur, lapernya ga kerasa, Pasti semakin lama semakin lapar), Berbohong, Rela dimarahin, Di Sekolah ngantuk dan BANYAK lagi....

 Bukan sekali dua kali aku Berjuang saat sakit untuk menulis. Beberapa kali saat aku demam, Aku tetap menulis Bahkan... Saat aku selesai Masuk UGD aku tetap menulis di Blog ini.

  Tapi, semua itu terpatahkan oleh keinginan besar. Aku ingin suatu saat nanti, aku bisa membaca blog ini... 

 Terkadang, Aku ingin sekali rasanya Agar Salma membaca Blog ini. Supaya dia tau perasaanku seperti apa. SUPAYA DIA TAU GIMANA RASANYA BERJUANG... Berjuang itu Lebih susah sejuta kali, bahkan tak terhingga daripada diperjuangkan. Gua tau lu gak butuh gue. Gue yang butuh elu, tapi gak setega itu juga'....

  Jadi, Pesanku pada Nabiila, KALAU BISA,,,  Tolong pakai hp siapa aja asalkan dia ga ember atau langsung... Liatin nih blog ke dia...

  Didetik ini, Sekarang itu jam 01:14. Aku lapar :v

  Memperjuangkan blog ini agar tak diketahui orang... sekarang sudah terusik. seseorang telah tau tentang blog ini. yang kuizinkan mengakses blog ini cuma Nabiila dan Diana. But, WHY? WHAT THE FUCK? 

 Sudah... sampai disitu aja. BTW rencananya gua ngetik panjang... tapi lapar telah membuatku tak berdaya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 


 


  

Senin, 12 Maret 2018

Update Terbaru Senin 12 March 2018.

Blog ini Telah Kurombak hampir total.

Dari BackGround, Format Waktu, Zona Waktu lebih Accurate, Sampai WHO I.

Update ini juga menentukan perubahan total di Bagian Tampilan. Okay? Dah. Bye....!

Selasa, 06 Maret 2018

التوبة

 (Judul : At-Taubah)

...

Malam itu, Tepatnya pada hari Kamis (05 Maret 2018).

Aku dan Naufal Kerja Kelompok IPA di WhatsApp. Kami Melakukannya dengan Telepon, Karena Kalau Chat Rasanya Jari Terlalu Malas Untuk Mengetik Materi. Kuselesaikan Tugas itu... yang besoknya aku dapat Nilai 75.

Tugas Semuanya sudah selesai. Kini aku menuntaskan hariku, dengan kebiasaanku; Maen Handphone sampe Malem. Aku streaming bola... maklumi saja lah.

Gue nyindir Rayhan


Tiba tiba, Naufal Menelfon aku lagi. Aku heran. Apa yang mau dibicarakannya lagi? Bukankah Tugas telah terselesaikan?



N: "Mertua antum disini!"



Aku sudah biasa diperlakukan seperti itu. Belum apa apa, udah Dibilang mertua aja.

T: "Ayah atau ibunya?"

N: "Ayah"

T: Oooh... yaudah Assalamu'alaikum

N: Wa'alaikumsalam

Ternyata urusan begituan. Huufffttt aku udah putus asa, eeeh ada pula yang godain...

Dia Menelfon Lagi.

Kali ini seperti berbisik

N: "Thor... ke alkahfi dia"

Aku mulai senyum

T: "Demi allah?"
N: "Yaa"
T: "Demi Allah?"
N: "Demi Allah!"

(mulai tertawa)
"Demi allah?"

N: "Iya thorrrrrr ayahnya bilang Alkahfi nyo... dak jadi di payakumbuah tu"


YUHUUUUUUUU 
Aku guling guling di kasur... kebetulan aku sedang tiduran di kasur saat itu.

Namun aku teringat Fakta yang ternyata mitos (yang kutahu baru baru ini)

T: Tapi... Bukannya Alkahfi dah penuh?

N: Iya? Alhamdulillah... Bisa bisa mereka di Darul Hikmah... YESS YESS YESSS

T: Entah lah... tapi semoga saja di Alkahfi...

N: ...

N: Assalamu'alaikum

T: Ehh... salah dengar antum gak... mereka mau sekolah di Payakumbuh... nama sekolahnya mirip alkahfi... ada al alnya lah...
Al-frez, Al- Faz, Al... AHH LUPA GUA... Everest Kalii' :v

N: Ntahlah... Tapi sejelas itu di depan ana... dia bilang AL-KAHFI

T: Wassalamu'alaikum.

N: Wa'alaikumsalaam!
Telepon ditutup.


Selanjutnya aku melompat, pasang gaya bambang pamungkas, terakhir sujud syukur.

Gue salah tingkah sampe nanya demi allah terus :v

...

Aku bertekad shalat Tahajjud malam itu. Aku otomatis bangun sendiri- entah kenapa... (mungkin seperti ustadz Bambang bilang, DIBANGUNKAN ALLAH TU...)

Kubuka buku Juz 'Amma (Hadiah... apaya... lupa gua...) yang nyaris tak pernah kubuka sejak Aku Belajar Shalat Istikharah.

Hmmm shalat taubah... ini dia...
Wadaw... susah juga ya... jadii aku cuma shalat tahajjud saat itu.
...

Kuambil air dari bak mandi... kubasuh semua anggota yang harus dibasuh... kali ini aku merasakan kebahagiaan... entah kenapa... mungkin karena Khusyuk...

"Ushalli... -- blablabla"

Kuangkat takbir... kukerjakan semuanya saat itu...

Hatiku terasa sangat tenang... dan nyesek saat itu...

Setelah shalat yang kurasa terkhusyuk selama ini, aku berdzikir...
Tasbih 100, Tahmid 100, Takbir 100, Istighfar 110...

aku berdo'a seperti disekolah, Hamdayyuafi tapi setelah Rabbana atina, aku melanjutkan dengan do'a yang biasanya aku lantunkan setiap berdoa... tapi yang minta dia di Alkahfi baru kali ini... 

" Yaa Allah, Ampuni... Panjangkan Umurnya... Berkahi Rezekinya...
Orangtuaku, Salma, Safna (ntah kenapa aku selalu masukkan safna... mungkin kalau ada Salma... ya pasti safna harus masuk... kalau ustadz amri di posisiku dia pasti bilang 'Sebuah Kepastian' :v) , Ariq, Nabiila, Naufal, Rahmad, Abda...

Yaa Allah, Tolong Istiqamah membuat Qadar. Aku sangat bersyukur kata kata itu dilantunkan Naufal. Sungguh, Aku sangat ingin perjuangan ini dilanjutkan... SANGAT. Tanpa dia... mungkin aku tak setaat ini. Bukan soal ibadah yaa allah... yaa mungkin bisa menghindarkanku dari perbuatan yang tidak senonoh seperti bertengkar.

Jika kau tak kabulkan do'aku, tidak apa apa. Siapa aku yang bisa memaksamu wahai rabb?

Semoga engkau mengerti.

Subhana Rabbika Rabbil 'Izzati 'Amma Yaasifuun, Wassalamu'alal mursalin, Walhamdulillahi Rabbil 'Alamin."

Aku berfikir sejenak tentang keikhlasan. Sepertinya taubat ini bukan karena-Nya, tapi karena Salma.

Setelah shalat tahajjud, aku lupa... aku belum shalat Isya :v aku shalat isya yang sama kusyuknya dengan shalat yang tadi... dan ditambah dua rakaat shalat Tahajjud lagi.

Saat selesai beribadah, aku terfikir... 
Benarkah allah adalah tuhan? 
Aku tak pernah mendapatkan bukti yang nyata... 
Pemikiran seperti itu sering terlintas dikepalaku.

Besoknya, aku kena mental.
Aku berfikir...

Hmmm.... itu semua hanya angan angan belaka. Mereka tidak mungkin ke alkahfi, toh mereka udah daftar...
Setidaknya aku hanya bisa menyerahkan semua itu pada Allah.
 Esoknya,
"Kini, aku sudah bisa ikhlas ditinggalkan. Dia bukan seseorang yang ditakdirkan menjadi milikku. Satu lagi, kuikhlaskan Hijrah ini hanya untuk-Nya."


Beberapa hari setelah itu aku dapat Konfirmasi dari Sahabatku, Nabiila. Aku dikirim pesan lewat WhatsApp:

Dari kmrn mau ana bilang ini lagii..
Pentiiing2 dan Sangat Sangat penting(mungkin bagi antum)..tng SS..
Mrk ragu2 dan lebih tepatnya gk jadi k Al-Fath(Payakumbuh)krn jauh dan...?yg jelas sklhnya bercadar kalo yg Akhwatnya..
Mrk sklh SMP k *AL-KAHFI* sudah daftar dan memang Prempuan butuh 2 orng lagi(makanya bisa daftar dan diterima di sana)..
Ada banad yg gk senang dan ada juga yg bahagia...
Mrk k Al-Kahfi...
Kalau ana nano2 antara bahagia dan sedih daan....
Pokonya campur2...
Dan Selamat berbahagia buat antum..
Ana rasa kita semua kebanyakan sedihnya berpisah sama Ustadz/zahnya...kan kita 25 orng k Al-Kahfi..

Terimakasih Allah, setidaknya aku mendapatkan trial 3 Tahun Bersamanya....


Aku bahagia. Terimakasih Yaa Allah. Engkau adalah yang Terbaik dari yang Terbaik.

Sekarang, Aku bersyukur masih dipedulikan Allah. Semoga Hijrah ini ikhlas untuk-Nya.

Terimakasih Yaa Allah, Nikmatmu sangat banyak kepadaku. Sedangkan aku? Sangat memprihatinkan. Banyak maksiat yang aku perbuat. Selama ini, mungkin aku engkar kepadamu. Tapi aku sekarang berusaha semua itu tak akan terulang kembali.

THANKS, ALLAH.


Kamis, 01 Maret 2018

T E R P H Y K Y R K H A N

Kali ini, Aku tulis Eps ini dahulu sebelum melanjutkan "Hari Bersejarah".
..................................
Letih.

Aku telah seharian melakukan aktivitas. Dimulai dari pagi... Belajar Tambahan di Sekolah. Aku kali ini memakai baju ALMAS dan celana panjang yang kemarin baru kubeli.
Ditambah lagi, aku telah Bermain Game dari pulang Belajar Tambahan sampai Ashar. Believe in Manager-ku Telah sukses KuBimbing. Sudah 100%. Dan kini Team Idaman di PES telah kudapatkan. Ada Neuer, Ramos, Silva, Lahm, Alaba, Z.Ibrahimovic, L.Messi, Neymar, C.Ronaldo, Sergio Kun Aguero dan Gareth Bale.
Aku dipaksa OrangTuaku untuk ikut jalan-jalan; karena melihat mukaku yang sudah agak kusut. Awal Rencananya ke Hutan Satwa. 
Kunaiki Sebuah Mobil TERIOS yang belakangnya Berlabel GOVE. Yup, itu mobilku sendiri. Aku bersama Adikku, Hazeq dibelakang. Eeeh aku lupa kakakku. Dia waktu itu perpulangan. 
Setibanya disana, sudah jam Setengah enam. Ayahku bertanya pada Penjaganya... buka sampai jam berapa. 
Dan itu harus bayar... kupikir pikir lebih bagus tidak. KuUsulkan kepada Keluargaku untuk ke GOR saja. Ya.
Daannn setibanya di GOR ayah gak belok. Akhirnya Kami ke Taman Tematik I. Kubeli Susu Sapi Murni 2 botol: satu Vanilla dan satu Strawberry. (20rb), Sedangkan seluruh keluargaku menemani Hazeq dan Mazaya naek Odong Odong. Kutawari keluargaku susu itu, gak ada yang mau. Yaa walaupun gue doyan juga sebenernya :v.
Kuhabiskan Susu Strawberry diatas Sebuah Jungkat-Jungkit. Kulihat... Masa Kecil Memang Indah. Aku tak menikmati sekali karena Trauma itu. Akan kuceritakan tentang trauma Tersebut dilain Eps. . Banyak anak kecil disitu yang lari larian... dll. 
Hazeq Sangat AGGRESIVE. Kalau jeda berhenti orang lain masuk, pasti mulutnya udah rombeng duluan.

Aku pulang Kerumah. RUMAH, BUKAN TOKO. Awalnya kami mau makan Bakso. Eeeh tutup.
Kami hanya sebentar disana, hanya memberi makan ikan... yang kurasa gagal.
Aku telah diajarkan berbisnis sejak kini oleh orangtuaku. Aku menanam saham 500rb di Keramba Ikan Keluargaku, dengan keramba kami ada dua disitu.

Orangtua dan Hazeq jalan jalan keliling Komplek. Kakakku dikamar.
Aku menyendiri ah-tidak... tapi bisa dibilang begitu. Disamping Masjid Aulia. Lama. Disitu Lebih mirip Pos Jaga mini.

Aku berfikir panjang disitu. 
Kata kata yang terfikir saat itu (awal)

Malangnya Nasibku. Kini, aku hanya bisa Berdo'a ada keajaiban terjadi. Mereka telah tidak bisa dihalangi lagi. Hari ini adalah Hari Test mereka di Payakumbuh. Tak sedetikpun aku tidak menyesali kesempatanku selama ini.

Kurasakan rasa PEDIH yang mendalam di hati ini. Aku lanjut berfikir.

Pada hari ini, aku telah menyerah untuknya, dan telah kuserahkan semua urusan kepada Allah Swt. Aku tak bisa mengurus masalah ini lagi. Bujukan demi bujukan mereka terima dari teman temannya..
Perjuanganku selama ini Sia Sia saja.
I GIVE UP.

Sebenarnya...Didalam fikiranku, panggilanku hanya GUE-LO. Itu kebiasaan diotakku. Biasa aja lagii pakai gue lu...
Tanpa Kusadari, Hari sudah Mengelam. Aku masih di pos itu. Warna hijau dedaunan membuat stressku agak berkurang, yang nanti akan bertambah lagi.

Abdzar datang.

A: Menyendiri Bang?
T: Hah? Apa?
A: Ah jangan dibahas lagi. Kenapa abang kayak gitu?
T: Ada lah... urusan orang dewasa...
A: Jangan jangan... PACAR PACAR ABANG YA!!!
T: (memukul mulutnya) Eeeh fitnah lu

Abang Gharim Masjid datang.
(Rio)

R: Eh... Thariq...
T: Yaaa bang...
A: Eeh abang dapat sepuluh besar kemarin?
T: Satu besar.
A: Wiiiih orang pintar niiih...

Aku mulai Haus. Aku pergi ke mobil. Kuambil Susu Rasa Vanilla.

Badan yang terasa sudah lengket kini akan pergi shalat. Ya. Aku belum mandi.
TAK TUN TUANG.... TAK TUN TUANG...
Eeh malah kesituu...

Hari itu tak finish sampai disitu, kami makan Bareng di Bakso Yanto. Waktu itu hujan Lebat. Itu membuatku berfikir, tapi dapat dicegat dengan harumnya Pangsit pesananku.

Aku pulang. Aku tahu apa yang akan kutulis di Blog ku.

...

02:12.
Kamis, 1 Maret 2018.

Jumat, 23 Februari 2018

Hari Bersejarah.

Aku Ditugaskan Berjuang Lagi.
Tepatnya di Darul Mursyidin, Lubuk Sianok, Kapa.

Petugas :v  : Aku, Ariq, Nabiila, Safna, Rasyid (Tahfidz), Fauzi, Salma, Rahmad, Dzakki, Radit, dan Lala.
Awalnya, kukira ini Lomba PAI. 
Soalnya ustadz Adi bilang PAI... ternyata Mata Pelajaran...

Libur Tiga hari kumanfaatkan untuk meningkatkan Believe in Manager di PES 2018. Aku tak sempat dan tak mau Belajar. 

Aku hanya belajar saat latihan bersama...
PAI...IPS...PKN... dan... MTK.
Saat matematika, kami coba cari jalan keluar. Kami (yang tidak PDS) Diskusi dan Duluan.
Whaaat kami disuruh 15 soal dalam 6 menit.
GILA.


Aku tak perlu bersiap banyak. Itu karena aku dapat Info dari Dzakki bahwa besok cuma bawa Alat Tulis dan Buku Cadangan.

Malam itu... seperti biasa... aku maiin HP aja... tapi tak ada yang bisa kuajak chattingan... sepi.

Keesokan Harinya.
Aku Makan dulu Baru mandi, tanda aku Terlambat bangun.

Aku Bersegera Ke sekolah. Kali ini, aku minta diantar. Kukira aku bisa Diturunin didepan tokoku langsung setelah Lomba.

Aku beruntung karena Hari itu Aku Lomba, Because Aku sudah terlambat. 

Aku ditemani Radit mengambil Peruncingku. Peruncing Andalan para Aulad di kelasku.

Mobil Pak Haji Darmansyah datang. Kami disuruh naik. Yaaa tentunya tidak mungkin Rasyid naik juga...

Formasi Naik Mobil (Berangkat) :
Dzakki-Aku-Radit, Ariq.

Banad... aku gak berani Ngelirik.
Yaa jadi aku gak tau...
Kalau antum masih ingat, Nabiila... komen aja dibawah. Biar ana yang edit.

Sedangkan Rasyid dan Rahmad naik Motor.


Tibanya disana... 
Aku tak seperti biasanya, yang ketika melihat Lokasi... langsung Kena Mental.

TO BE CONTINUED.

Senin, 19 Februari 2018

Penyesalan berujung Kefanatikan.

FUCK!

Kata itu aku ulangi berkali-kali, Sambil menendang bola.
Aku menyesali keegoisan yang kulakukan.

...

Kemah Ukhuwah II akan diadakan di Pagaruyung, Tanah Datar. Aku berniat ikut kegiatan itu.

Sangat tertarik dengan kegiatan itu, setelah ustadzah menerangkan,, aku c.s  membahas ituuu ke ituu aja...

Aku membayangkan kemah akan kulakukan lagi... yang pasti aku akan mengambil bidang PBB.

Sepulang sekolah, aku langsung bicara tentang itu ke orangtua. Mereka setuju.

Besoknya... seperti biasa... hanya bedanya kami merencanakan apa yang akan dilakukan disana.

Aku diberikan surat... agenda yang akan dilakukan disana.
Ternyata, Ada acara nonton G30S PKI!
Aku sangat tertarik waktu itu.

Aku tidak terlalu dekat dengan Ustadz Rozi... bahkan mungkin kami... EH. Dia yang cuma kenal muka aku doang. Namaku saja sering lupa.. hmm aku kurang suka guru yang seperti itu. Hanya kenal dengan murid yang aktif saja... hmmm aku udah berapa kali deketin ustadz Rozi... gaaak juga...

Ada juga acara Hiking... hmmm apa ya? Aku bertanya ke ustadz budi. Katanya itu berpetualang/berjalan jauh.
I N T E R E S T I N G...
Kemah Ukhuwah dipisah, antara laki laki dengan perempuan.


Sepulang sekolah... aku kembali bernegosiasi dengan orangtua.
Aku berbicara kepada orangtua tentang agenda... lancar.

Hingga tentang biaya.

"Hmmm....
Bayarnya 500rb...
Tapi ibu sedang gak punya uang... jadi uang jajannya cuma 50rb aja.."


What? Jalan jalan Ke Batusangkar aja bisa 100rb...

Aku tau dilaci ada banyak uang... mungkin jutaan.

Aku mencoba merayu dengan cara ngambek. Aku bilang...
"Aaah.... mendingan thariq gak ikut kalau gitu maaah..."
Jawabannya malah diluar dugaanku. 
"Yaudah... siapa juga yang ngarepin kamu pergi kesana..."
FUCK!

Aku (pura-pura) ngambek berhari hari. Sampai diinspirasi rasyid dan ari. Toh, Salma aja gak ikut...

Alasan utamaku gak ikut memang tentang uang. Tetapi kedua adalah dia.

Beberapa kata yang mereka lontarkan:
"Aaah ngapain jajan banyak banyak...
Ana aja 50rb juga rencananya..."

Akhirnya aku bisa juga mengikhlaskan...

Aku dikasih uang 500rb buat bayar besok.

Ternyata hanya tinggal 1 orang lagi yang boleh ikut, sementara Zaki A juga belum bayar.

Aku datang lebih dulu daripada Zaki. Aku menunggu Ustadzah Dwi didepan kantor. Aaah lama...
Eeeeh aku ditawarin main cabur;yang aku gak pernah tolak :v

Selagi aku main cabur, tanpa sepengetahuanku Zaki A sudah menunggu di depan kantor sejak aku mulai main. 


Aku diberitahu Zaki bahwa dia telah membayarnya.

FFFFUUUUUCCCCKKKK !
(yang terdengar ustz amri, spontan dia teriakin aku)


Kini, mimpi Hiking-ku sudah hangus. Aku hanya bisa meringis,bersedih, dan...
Menumpaskan amarah.

Aku sangat malang. Apa yang terjadi pada hidupku ini dikarenakan keegoisanku yang berlebihan.

Saat ditanya ustadzah Erna, kenapa gak ikut, aku jawab aku yang gak mau... lagipula ada benarnya juga.

Penyesalanku sangat panjang. Dimulai dari Mendengarkan Himawari no Yakusoku secara berlebihan, dan...
Menendang bola sekuatnya.

Aku menumpaskan penyesalanku pada bola yang berlabel BRAZIL. Warna kuning-hijaunya mengingatkanku pada mereka.

Hari keberangkatan mereka tiba.

Mereka mungkin dari dini hari berangkat. Sedangkan aku jam setengah tujuh.

Saat terbangun... aku menitikkan air mata. 
Setelah mataku berkaca-kaca, aki bangun seperti orang kaget, langsung menendang bola disamping tempat tidurku; yang telah kutendang-tendang tadi malam.

Kali ini sekuat-kuatnya.

Tendanganku membuat dinding agak berbeda, yaa agak gimanaaa ya. Dan...
Bolanya Meledak.
Meledak. Bukan berarti kempes dulu. Langsung pecah di TKP.

Aku mulai cemas, nanti ketahuan ibu. Eeeeh ibu lewat.

"YAAA ALLAH THARIIIIIQ....
IBU LIHAT KAMU SETELAH GAK KEBAGIAN IKUT KEMAH... NENDAAAANG BOLA AJA KERJANYA... SAMPE ANCUR TUH BOLA... PUTUS ASA KAMU NAK?"

Aku diam saja. 

............

Daaaan kebetulan pula saat itu ada 
PIALA AFF SENIOR 2016...
Karena kesalnya aku bisa membuatku lancar menendang bola secara baik, aku mulai tertarik pada Dunia Bola.

Hanya pada saat main game dan Nonton Bola... aku bisa melupakan insiden itu.

Kesukaanku pada Dunia Bola semakin memuncak. Kini, 02:27, Senin, 19 Februari 2018...
Aku bisa dibilang FANATIK bola.
Jika kalian (Siswa SDIT CM) Mengatakan padaku "Gak boleh kita terlalu fanatik tu tor"...
IT'S BECAUSE YOU!
Karena Kalian Meninggalkanku, aku jadi suka bola.

Back to Topic.

Ibuku pun bilang:
"Kamu tu terlalu mikirin uang. Udah aman juga kok kalau kamu ikut. Mana mungkin orangtua kamu sendiri tega ngasih uang minim... mikir dong"

Akhirnya, Aku dibelikan Beberapa seragam dan kebutuhanku dengan uang itu.

..........

Aku menulis ini karena aku teringat oleh sebuah mimpi.

...

(Mimpi)

Kukayuh sepedaku sekencang kencangnya. Dimimpiku itu pagi berangkatnya. Setibanya aku di Perempatan jalan CM, Aku lihat arah Polisi Pamong Praja yang dulu, sekarang telah jadi Pemadam Kebakaran.

Aku lihat Sebuah bus, yang dikaca belakang Fauzi Dadah2 ke aku...
Yang padahal Fauzi juga tidak ikut Kemreg. Aku langsung terbangun dari mimpi itu.lalu aku tulis laaah semua ini...

SEMOGA BISA DIJADIKAN PELAJARAN.

PENYESALAN BERUJUNG KEFANATIKAN

-END-