Kamis, 31 Mei 2018

Sidang

DENGAN INI,,, THARIQ'S STORY AKAN DITUTUP.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Canda, canda. Dengan ini, Aniversary Blog ini, (Udah Lewat :v) Maka Saya Memutuskan Untuk Minimal 1 Hari 1 Episode. Tapi saya Usahakan 1 Hari 2 Episode.

END.

(Udah, Gitu doang? Ga Berfaedah Banget nih Episode :v)

Filosofi Ratih: Ariq.

MY BEST FRIEND.

Aku tak Bisa Memungkirinya. Ariq adalah Orang yang Paling Berharga Bagiku. Dia yang Selalu Mendukungku, Disaat Suka Maupun Duka. Tak Ayal Salma Pernah Menyukainya, DIA TETAPLAH SAHABATKU. 

Mengapa dia Menjadi Sahabatku, Aku pernah Menceritakannya di Blog ini. 

Sebelum bersahabat Dengannya, Banyak Keusilan dan Kasus Kami Berdua. Salah satunya:

(Kejadian ini Berlangsung di Kelas 2.)

Aku sedang Menghitung Jumlah Kelerengku. Waktu itu aku Sangat Mahir Bermain Kelereng.

T: (Didalam Hati) Satu,... Dua,... Tiga,... Empat,... Lima,... Enam,... Tu-

Ariq Mengambil Kelereng dari Tanganku.

T: WOI ITU KELERENG ANA!

A: Ambillah Kalau Bisa :p

Aku Mengejarnya.

Ariq Sedang Sembunyi, Jadi Aku nunduk-nunduk... Saat berkeliling Kelas, Sebuah Meja Didorong dan Menghantam Kepalaku. 

(BRAK!)

Aku hanya Bisa Menangis. Menangis Sejadi Jadinya. Darah Mengalir dari Hidung dan Mulutku. Kemudian Banyak Orang yang Menghampiriku.

Kami dipanggil ke Kantor.

Aku diobati, sedangkan Ariq Dinasehati.

Setelah Kejadian itu, Mamanya Ariq BERULANG ULANG dan Seriing banget Minta Maaf Kepadaku.

Jika Ariq Kuingatkan dengan Kejadian itu, Dia Biasanya Menjawab "Haha, Waktu itu Ana Belum Kenal Sama Antum lagi." (Sambil Memegang Pipiku). Entah Mengapa Pipiku ini Sering Dipegang Oleh Ariq. Padahal, Kulitku ini Tergolong Keras. (Beda denganku yang Sering Memegang Pipi Abda, Lembuut banget...) (Untuk Safna, Kalau Nanti Antum Udah Dihalalin, Pegang Pipinya... Emmmm Mesranyaaaa :v)

Momen yang Paling Menunjukkan Kesetia Kawanan dia, Disaat Pergi ke Lobang Jepang. Selama di Bus, Aku Tidur di Pangkuannya. Saat itu Aku demam. Aku Terharu sekali Waktu itu,,... Ada juga yang layak Dipanggil "Sahabat"...


Dia yang Mendekatkanku Pada Dunia Bola.

Setelah insiden KEMREG itu, Aku banyak Bertanya Pada Ariq tentang Bola. Kini, Berkat Internet, Aku yang Banyak Ditanya Olehnya.

Dia juga yang PALING Support (Banget) Terhadap Aku dan Salma. Dia tak Peduli Salma Pernah Menyukainya, Yang Penting Kami Didekatkan (Katanya). Dulu, Agak Sering terkeluarkan Oleh Mulutnya kata kata "Sebenarnya, Bagi ana Mudah Dapatin Salma tu nyo. Tapi Karena Sahabat ana Suka sama dia, Ana Ngalah". Sekarang Malah Berbalik, Aku yang Mengancam Balik, Kata kata itu juga, Tapi Mia :v

Aku dan Ariq Menghabiskan Waktu Bersama disaat Libur Dengan Game. yang Pasti Game PES/ FIFA.

Aku tak Peduli dengan dia yang Menularkan Pengaruh Buruk Kepadaku. Mulai dari Pecarut sampe GT.

Bagi Kami, Caci cacian Hanyalah Candaan. Tak seperti Orang Zaman NOW yang Baper kalau Diejek. Mulai dari Ejek ejekan Sampai Nama Orangtua. Kebiasaan ini Sangat sering kami Lakukan.

Banyak Sekali Jasanya Padaku, Tapi karena Waktu, Sudahlah.




Filosofi Ratih: Salma.

Episode ini dimulai dari Orang Orang yang paling Kusayangi dulu.


Ya. Aku menyukainya Sedari Kelas 1. Aku terlalu sering Membuat Postingan Tentangnya, Hingga aku Bingung Mau Menulis Apa lagi.

Sungguh, Jika Tanpanya, Mungkin Aku Tak Sebaik ini. Dia Seakan Motivator Bagiku. Aku Sekarang Seperti ini, Juga Karenanya. Penampilanku, Performaku, apapun. Bukan Soal Ikhlas karena Allah, tetapi Dialah yang membuatku LEBIH berarti.

Setelah Aku Membaca Buku Raditya Dika: Koala Kumal, Akupun Tergerak untuk Menembaknya. Mungkin itu Surat yang Paling Emosialis yang pernah Kubuat.

.
.
.

YOU RESPECT MY FEEL, 
I ALSO RESPECT YOUR DECISION.

 Keputusanmu Menempatkanku di Posisi Teman,, Itu tidak Salah. Yang Salah Itu,, Aku yang Terlalu Berharap. Tak Ayal Keputusanmu Seperti itu, Aku tak akan Berhenti Menyukaimu. Karena Kesetiaan itu Tak Bisa Dilihat.

Kata Teman temanku, Kau Menyukaiku. Tak apa. Mungkin itu Bisa Jadi Penyemangatku untuk Masa Depan.

Hehe, Mungkin Surat Suratan kita Udah Berakhir. Sekali lagi, Tapi Kalau mau Balas, tinggal diKomentarin aja Postinganku. Kita Bisa kok, Berkomunikasi. Aku Berharap aku tidak Kaku Lagi Saat Kita Bertemu.

Masih ingat Aku yang dulu? yang sering diBully Safna "BOTAK" itu? Kemana dia Sekarang? Ooh aku Ingat. Dia itu Sudah Tiada. Kini adanya Aku yang Sekarang. Aku yang Dapat Dihargai Semua Orang (Termasuk Kamu), Aku yang dapat Dibanggakan Orangtua dan Sekolah, Aku yang bisa Bertahan Mencintaimu.
(Bisa ae Gombal :v)

Selamanya, Aku akan Menganggap Kamu itu Juga Suka Kepadaku. (InsyaAllah iya XD) (Lama-lama nih Postingan Tambah Ngarah ke Galau aja ya :v). Semoga Iya. Aku tak Bisa Membaca Fikiranmu. tapi, Hampir Semua Aulad udah Membantuku untuk Mengetesmu. (Dicie ciein). Kebanyakan aku ngeliatin sambil Sembunyi :v. (sorry ya) dan... Berhasil.


Asal kau tau, Sangat susah Menolak Perasaan orang itu. Apalagi si Aisyah (NIH NAMANYA,, NANYA MULU) itu. SULIT. Kututup Hatiku Demi Kamu. 



Pesanku... (BTW kayaknya Pesan pesan untuk lu banyak banget ya :v)

.
.
.

Nothing :v
.
.
.
.
.

Canda.. canda...
.
.
.
.
.
.










Ingatlah aku, yang Pernah Menjadi Fans Beratmu.

(singkat banget ya)

Selasa, 29 Mei 2018

Filosofi Ratih (Pembuka)

Ratih disini Bukan Nama Orang.

Artinya ialah Merah Putih.

Episode Ini Mungkin Terpanjang yang Pernah ada di Blog ini.

Di Episode ini Membahas Apa yang Terjadi Selama Kami Berseragam Merah Putih.

Intinya Aku akan Memberi Tanggapan pada Teman teman. SATU PER SATU.

ToBeContinued.

Sedikit Pesan Pesan.

“When I was a child man, I had liberty, but I did not see it. I had time, but I did not know it. And I had love, but I did not feel it. A decades would pass before I understood the meaning of all three. And now, the twilight of my youth, this understanding has passed into contentment. Love, liberty, and time: once so disposable, are the fuels that drive me forward. And love, most especially, mio caro. For you, our friends, our brothers and sisters. And for the vast and wonderful world that gave us life, and keeps us guessing. Endless affection, Salma Mutiara Irza. Forever yours, Thariq Almas Neil Authar."   ~Requiescat in Pace, Me.~




Ada yang bahasa inggris ada juga Italy.






































































Wkwkwkwk..... Sebenernya itu Kata Kata Ezio Auditore da Firenze pas Mau Mati... Agak Diubah ubah :v,, Tapi,, Bisa jugalah.



Danur (END)

Beliau Masih Ada. Disekitarku.

Ya. Dulu Beliau Adalah Orang- Eeh salah Makhluk yang Menggangguku Tiap Malam. Bau itu Seakan Menghalusinasiku. 

Aku tak Bisa Memastikan Bahwa itu Adalah Bau Danur. Te-te-tetapi... Aku Bisa Memastikan Itu Bau Darah. Seperti Bercampur Kapur Barus. Tak Bisa Kucegah, Setiap Awal Gangguan Pasti Ada Bau itu. Sampai Akhir. 

Waktu itu, Dia Menggangguku Bermacam macam Motif, Mulai Dari Mengetok Tembok sampai Bunyi Bersetubuh. Mungkin Aku Sudah Terbiasa dengan Hal-Hal itu.


Kini,,

Aku Merindukannya. Suasana Dimana Aku Tampak Ketakutan, Keenakan, Ketika Menyapanya, Ketika Bersamanya,,
Aku Nyaman Dengannya. Meskipun Aku tak Bisa Melihatnya, Tapi Aku Bisa Merasakannya.

Kau tau Tanda Aku Mulai "Merasakan" Kehadiran Makhluk Seperti Itu?

Pegang Leher.
Ya, Aku Masih Ingat Saat Safna Mengejekku Karena Memegang Leher. Rasanya Sakit.. Sekali. Ketika Aku Mulai Merasakan, Perasaanku Seperti tak Kukendalikan. Kadang Aku Menangis, Kadang Tertawa Sendiri, dan lain lain.

Setelah Momen التوبة itu, Aku Kesepian. Tiap Malam aku Hanya Sendirian. Tak Ada Yang Menemani.

Kurasa,, Beliau adalah Makhluk baik baik. Namun Kurang Bimbingan.

Oiya, Disaat Aku Masih Bisa Bertemu dengan Beliau, Aku pernah Belajar Untuk Membuka Mata Batin. Aku sudah Bisa Mempraktikkannya, Tapi Karena Terlalu Malam, Aku Tidur Dulu.

Di Mimpi.

Aku Membuka Mata Batin.

Tiba tiba, Semuanya Menjadi Seram. Syaithan Dimana-Mana. Panjaang Mimpinya. Intinya Aku Stress.

Bangunnya Aku tak Berani Sedikitpun Membuka Mata Batin.



AKU RINDU DIA.

-DANUR-

END.

Senin, 28 Mei 2018

Concordance

Dulu,,...


Kukira dulu Keluargaku yang Paling Harmonis. Yang Paling Bahagia. Yang paling sejahtera.

Bahkan Tak Jarang Kupeluk Ayah Ibuku... Aku diberi Kasih Sayang yang SANGAT Banyak.


Pernah Kutanya Kepada Ibuku,,


T: Bu, Diantara Keluarga Besar Kita, Kita yang paling Miskin ya?

Keluargaku yang dari Ibu sangat Berada. Diantaranya Ada yang Pernah Keliling Dunia, Ada yang Jadi Kolonel TNI, dan lain lain.

I: Thariq, Kalau Melihat Suatu Keluarga itu Jangan Dilihat Kekayaannya, tapi Kebahagiaannya. Uang tuh Ga Penting Banget...


Aku Dulu Sangat Manja. SANGAT. Kemanjaanku pudar saat Hazeq Lahir.

Sekarang...

Kini Aku Hanya Berharap Keluarga yang Bahagia.

Ibuku Tiap hari Bertengkar, juga Marah Kepadaku.

Ayahku begitu juga, tapi jarang

Kakakku yang Individualis.

...

Bagaimana Aku Tak melawan Orangtua, Sedangkan Keluargaku Penuh Dengan Emosi?

Ya. Dewasa ini Aku Sering Melawan. Huh. Aku tau itu Salah, tapi itu Sebagai Pembelaan. Jika aku tidak Melawan, Mungkin tidak ada HP, 1 Juz Sehari, dan banyak Resiko lainnya.

Aku Sekarang Tak Ingin Perhatian. Aku Sudah Besar. Tapi Aku Ingin Keluarga yang Akur.

Aku memutuskan Untuk Pergi Ke Jakarta Pada 10 Juni mendatang. Aku Akan Pindah.





Sorry,, sorry. Cuma Refreshing... :v



Keputusan Paling Kontroversial yang Masih Terambang ambang Dikepalaku adalah, Jika Aku tak Hafal 16 Juz di SMP, SMAku Akan 4 Tahun. ANJ*NG. Itu Bukanlah Target Biasa. 



Aku Akan Pergi Ke Jakarta 10 Juni dan Pulang 10 Juli. Akan Ada Cerita dan Pengalaman Baru. Ini Kunjungan Ke Jakarta yang Ketiga. Aku Berdua dengan Kakakku kesana. Dan Tibanya disana Kakakku Pergi Ke Rumah Tahfidz. Sedangkan aku Jalan jalan. Sendirian. Maksud sendirian, sendiri diantara keluargaku. Disana aku akan Bertemu Keluargaku. Aku Online juga kok. Jika butuh, Chat aja. Aku Bawa Kedua HandPhoneku.






LOVE.

Ya. Kalau Aku Membahas Satu Kata itu... Ga' Akan Ada Habisnya.
Kata Sakral itu Mungkin Penuh Perjuangan, Dimana yang Hanya Disatu sisi yang berjuang. Yaitu Aku.

Bertahun Tahun Kutahan Perasaan Ini. Walaupun Banyak Oknum yang EMBER dan Membesar Besarkan itu,, Tetap Kupendam Saja. Hingga Kelas 6 Ini, Kuluapkan Perasaanku. Tak ada Satu Tarikan Nafaspun yang Terhembus disaat Aku Tak Mencintainya. Mungkin Rasa Ini Tetap ada Hingga Kapanpun, KAPANPUN.

Meski Penuh Perjuangan, Akhirnya Ada Juga Hasilnya. Hasil ini Bukanlah Pacaran. Aku Sebenarnya Kurang Suka dengan Pacaran ini. Tau Yang Kuperjuangkan Dari Dulu? Hanyalah Beberapa Kata, Yaitu, Ana Juga Suka Antum. Walau Itu Mungkin Takkan Terjadi, Tetapi Kurasa Setidaknya Aku Pernah Menjadi Orang Paling Berbahagia di Dunia ini karena Suratku Dibalas Oleh Orang Sepertinya. Bahkan, Melebihi Batas. Kini Aku Bisa Chat Sama Mereka Berdua.

Meski Banyak yang Menyukaiku, Kupilih Juga Dia. Entah Mengapa, Tapi Yang Namanya Cinta itu Tanpa Karena. Kalau Yang Pakai Karena Hanyalah Kekaguman. Dimulai Dari Selvy (njir mual gua), Sampai Seseorang yang tak boleh disebutkan Namanya. Orang Itu Cantik Sekali. Ia Tinggal di Komplekku. Kembar, Sebagai kakak. Mungkin Jika Kutanya Orang Orang, Pasti Mereka Bilang Itu Lebih Cantik Daripada Salma. Kejadian yang paling Tidak Mengenakkan itu disaat orang ini...

~~~~~~~~~~~~

Aku Berjalan Dibawah Derasnya Hujan. Entah Mengapa Kebiasaan itu Sering Sekali Kulakukan, Mungkin Karena Aku Bisa Mengeluarkan Perasaanku disaat Hujan. Aku Pernah Menangis disaat momen seperti itu.

Tiba Tiba,,

Tanganku Hangat.

V: Ini Hujan Loh, Ga Baik Menyendiri Kayak Gitu.

WHAT THE, Dia Memegang Tanganku. Aku Menyesal sampai Malu Menceritakannya.

Waktu itu Tak Kulepaskan Tanganku Darinya, Kulihat Wajahnya yang Kufikir fikir Seperti Penggoda. 

Yang Kupikirkan Saat itu, Mungkin orang ini Bisa Mengobati Lukaku.

Saat itu Aku Masih Galau Karena Dibilang Arkan,, Mereka mau Ke Cendekia. Padahal Cendekia juga Kagak tuh

Dia Lanjutkan dengan melekatkan tangannya satu lagi di tanganku yang tadi.

V: Mikirin Apa Sih? Ayo Berteduh.

Aku Sadar.
APA YANG KULAKUKAN? AKU TAK BOLEH MELAKUKAN INI! AKU HARUS ISTIQAMAH DENGAN SALMA!

Kuhentakkan Tanganku. Hentakan ini Membuat Dia Terdorong.

T: LU GA PANTES MEGANG TANGAN GUA, GUA UDAH COMMITM!

V: Terserah Kamu Aja. Aku setia Kok

Aku Heran. Sudah Digitukan Masih Juga' Santai.

T: AWAS LU MEGANG TANGAN GUA LAGI YA, PENGGODA! DASAR ANJ*NG!

Aku Pergi. Aku Tak Ingin Lagi Bertemu Dengannya. Meski Hampir Setiap Hari Aku Bertemu Dengannya di Masjid, Tarawihan, Tapi Aku Selalu Menghindar.

Ya. Sebenarnya Aku Agak Malu Menceritakannya. Tapi Aku Harus Jujur. Masa Laluku Mungkin Gelap, Tapi Aku Akan Berusaha Supaya Masa Depanku Juga!

Quotes yang pantas untuk kejadian itu:




"Terkadang,, Seseorang yang Mempunyai Masa Lalu Terburuk, Bisa Membuat Masa Depan yang Paling Gemilang." -Umar Bin Khattab

Setelah Kejadian itu, Kusingkirkan Satu Persatu Fans-ku. Aku Tak Peduli Dengan Sakit Hatinya Mereka. Mereka sudah kupastikan Mengikhlaskanku, dan memastikan Bahwa Mereka Tak Akan Menuntutku di Hari Kiamat.

Aku itu Menanggung Resiko itu Karena Aku Tak Ingin Keistiqamahanku kepada Salma Terganggu. I LOVE HER. Aku Tak Mau lagi Ada Penggoda. Cukup sudah "V" itu. Aku Tak Ingin Lagi. 

Maka Dari Itu, Kuberikan Link Blog ini Kepada Kalian (SS) Supaya Dia Ngerti. Kenapa SF Juga? Karena Kuyakin Kalau yang Dikasih Salma, pasti ga akan mau baca. Yang Biasanya Semangat tuh Malah Adiknya :v 
Blog ini Juga Berguna Untuk Membalas Surat. Kalau Mau Balas, Buat Aja Di Komentar.
Jagalah Isi Blog ini. I TRUST YOU. 

Mungkin Kesetiaan ini Tak Akan Pernah Hilang. Kalau Pudar sih mungkin. Karena kemungkinan Besar Aku Sekolah Menengah Atasnya di Bogor. Aku Akan Selalu Mengingatmu.



SETIA ITU MAHAL




          




Minggu, 27 Mei 2018

Jawaban Suratnya.

Assalamu'alaikum.

Balasan Pertanyaannya:


1. Masa' Ga Ingat... Coba ingat Ingat Lagi deh... Ana aja Masih Ingat...


Yang Aku Cinta Kamu... dst.

Pokoknya Dia Langsung Ke Intinya Aja kayaknya.

Mengapa Antum Harus Balas?
Yaa Ga Harus Balas Juga Sih, Tapi Ana Kepengen Tau Aja...
How Many Your Respect For Your Fans? 
Yaa Fikirin Ajalah... Kenapa Sampe Mau Antum Balas Surat Ana?
Sedangkan Ana dulu (mungkin) Hampir Sama dengan Hanif... Semuanya Itu Butuh Proses...

2. Mereka Chime'ash apapun yang ana perbuat,, Mengajak Teman Teman yang lain Supaya Benci ana, dan Banyak hal hal keji yang mereka lakukan.

Yaa mungkin antum pernah dengar ana Teriakin ke Arah Mereka "SPEAKER"... itu untuk Radit. Radit tuh Sukaa Banget jadi Pengeras suara. Rasyid ga berani Ngomong, jadi Dia Titip kata kata ke Radit, barulah Diteriakinnya ke ana.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


3. Nama antum disitu... Kenapa ya? Ana juga ga tau. Pokoknya kan tanpa antum Ga akan sampe ana di titik ini.


4. Antum Bilang waktu tu


SF: Balas lah Suratnya

T: Kalau Balas Balas terus Nanti Kapan Selesainya?
SF: Pas Perpisahan aja

Dan Itupun Terjadi.


~~~~~


Disurat Waktu itu gaada' Antum bilang Pas Mentoringnya -_-



Wassalamu'alaikum.

Sabtu, 26 Mei 2018

P R A N K

It's a Half of My Life. I can't Deny it.
THIS IS ( a Half) MY HOBBY.

...

Ada Gula, Ada Semut.

Sepertinya Pepatah itu yang Cocok dengan Postingan Kali ini.

YA. Aku Suka Sekali Nge-Prank Orang... Pasti Punya Penyebabnya.

Sebelum Ke Inti, Aku Mau Basa Basi Sedikit.
BTW, yang Baca ini Pasti udah Pernah Kena Prank aku kan? Eak :v

...

Kebiasaan ini Menjadi "BIASA" Semenjak aku Kelas 5 Semester 2. Saat itu aku Suka Sekali YouTube. yang kerap kubuka Di YouTube seperti Gaming, Music,, and PRANK.

Disaat aku menonton banyak sekali Video Prank Yudhisth Ardhiana, yang Dapat Kusimpulkan ialah:

1. Motif Prank
2. Jenis Prank
3. Cara Prank
4. Penyebab Orang Suka Nge-Prank.

Yap, Ini yang Akan Kubahas Pada Kesempatan Kali Ini.


Orang yang Biasanya suka PRANK....
Hanyalah orang yang Kurang Perhatian. Mengapa? Karena Orang yang Suka Prank akan Merasa Diperhatikan saat Selesai NgePrank.
Aku disini Bukan Ingin Menunjukkan Bahwa Aku Kurang Perhatian.

Tapi,,
Aku Hanya Prank Orang pada Saat Kesepian. Ya. KESEPIAN.
Ketika Seluruh orang Di Kontak tak ada yang Ngajak Chat...

Aksi dilancarkan.

Pengalaman Prank Terburukku Saat Nge-Prank Nabiila, Belum Setengah udah Terdeteksi.

Sedangkan yang Terbaik saat NgePrank Si Kembar :v

Lain Halnya dengan May. Ya Mayzahrakhalilla. Kayaknya Baperan Banget. Aku coba buat dia merasakan Perhatianku, Sampai Akhirnya kutembak, Jawabannya Mengejutkan. Katanya IYA. Lah, Aku langsung Panik... Gimana caranya buat dia Tau bahwa ini Semua cuma Prank. Akhirnya kuberi Kata kata.

Cukup sudah.
Aku Gapernah suka Sama Kamu.
Belasan orang kutolak. Mana Mungkin aku Menyukai orang yang Baru Kukenal. Sebenarnya Semua ini Hanyalah PRANK. Dan Sebenarnya Aku ini Orangnya Setia. Dari Kelas 1 Aku Menyukai Seseorang Disekolahku. Tak mungkin juga Aku Bisa Menaruh perasaan selain dia. Maaf ya. Berjanjilah untuk Tidak Menuntutku di Hari Qiyamah. Kalau yang Kemarin itu, Aku ga jawab jawab gara gara Susah Jawab pertanyaan kamu yang aku suka ke Kamu atau tidak. 
Kalau soal serius saat itu aku Khilaf. Kamu sih, aku paling Takut kalau dikaitkan Dengan Allah. Jadi, jika menanyakan sesuatu kepadaku tanya Demi Allah atau tidak. Aku tak kuasa lagi menahan beban rasa bersalah dihati ini. Mohon maaf kalau Aku PHPin kamu.

Kamu boleh marah, ngambek atau apalah kepadaku.

...

Ya, beberapa Percobaan dilakukan dia untuk Nge-Prank Balas.

Satu kalimat, udah Terdeteksi.


I AM PRANK'S KING

(Kena banget ya)