MY BEST FRIEND.
Aku tak Bisa Memungkirinya. Ariq adalah Orang yang Paling Berharga Bagiku. Dia yang Selalu Mendukungku, Disaat Suka Maupun Duka. Tak Ayal Salma Pernah Menyukainya, DIA TETAPLAH SAHABATKU.
Mengapa dia Menjadi Sahabatku, Aku pernah Menceritakannya di Blog ini.
Sebelum bersahabat Dengannya, Banyak Keusilan dan Kasus Kami Berdua. Salah satunya:
(Kejadian ini Berlangsung di Kelas 2.)
Aku sedang Menghitung Jumlah Kelerengku. Waktu itu aku Sangat Mahir Bermain Kelereng.
T: (Didalam Hati) Satu,... Dua,... Tiga,... Empat,... Lima,... Enam,... Tu-
Ariq Mengambil Kelereng dari Tanganku.
T: WOI ITU KELERENG ANA!
A: Ambillah Kalau Bisa :p
Aku Mengejarnya.
Ariq Sedang Sembunyi, Jadi Aku nunduk-nunduk... Saat berkeliling Kelas, Sebuah Meja Didorong dan Menghantam Kepalaku.
(BRAK!)
Aku hanya Bisa Menangis. Menangis Sejadi Jadinya. Darah Mengalir dari Hidung dan Mulutku. Kemudian Banyak Orang yang Menghampiriku.
Kami dipanggil ke Kantor.
Aku diobati, sedangkan Ariq Dinasehati.
Setelah Kejadian itu, Mamanya Ariq BERULANG ULANG dan Seriing banget Minta Maaf Kepadaku.
Jika Ariq Kuingatkan dengan Kejadian itu, Dia Biasanya Menjawab "Haha, Waktu itu Ana Belum Kenal Sama Antum lagi." (Sambil Memegang Pipiku). Entah Mengapa Pipiku ini Sering Dipegang Oleh Ariq. Padahal, Kulitku ini Tergolong Keras. (Beda denganku yang Sering Memegang Pipi Abda, Lembuut banget...) (Untuk Safna, Kalau Nanti Antum Udah Dihalalin, Pegang Pipinya... Emmmm Mesranyaaaa :v)
Momen yang Paling Menunjukkan Kesetia Kawanan dia, Disaat Pergi ke Lobang Jepang. Selama di Bus, Aku Tidur di Pangkuannya. Saat itu Aku demam. Aku Terharu sekali Waktu itu,,... Ada juga yang layak Dipanggil "Sahabat"...
Dia yang Mendekatkanku Pada Dunia Bola.
Setelah insiden KEMREG itu, Aku banyak Bertanya Pada Ariq tentang Bola. Kini, Berkat Internet, Aku yang Banyak Ditanya Olehnya.
Dia juga yang PALING Support (Banget) Terhadap Aku dan Salma. Dia tak Peduli Salma Pernah Menyukainya, Yang Penting Kami Didekatkan (Katanya). Dulu, Agak Sering terkeluarkan Oleh Mulutnya kata kata "Sebenarnya, Bagi ana Mudah Dapatin Salma tu nyo. Tapi Karena Sahabat ana Suka sama dia, Ana Ngalah". Sekarang Malah Berbalik, Aku yang Mengancam Balik, Kata kata itu juga, Tapi Mia :v
Aku dan Ariq Menghabiskan Waktu Bersama disaat Libur Dengan Game. yang Pasti Game PES/ FIFA.
Aku tak Peduli dengan dia yang Menularkan Pengaruh Buruk Kepadaku. Mulai dari Pecarut sampe GT.
Bagi Kami, Caci cacian Hanyalah Candaan. Tak seperti Orang Zaman NOW yang Baper kalau Diejek. Mulai dari Ejek ejekan Sampai Nama Orangtua. Kebiasaan ini Sangat sering kami Lakukan.
Banyak Sekali Jasanya Padaku, Tapi karena Waktu, Sudahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar