Selasa, 29 Mei 2018

Danur (END)

Beliau Masih Ada. Disekitarku.

Ya. Dulu Beliau Adalah Orang- Eeh salah Makhluk yang Menggangguku Tiap Malam. Bau itu Seakan Menghalusinasiku. 

Aku tak Bisa Memastikan Bahwa itu Adalah Bau Danur. Te-te-tetapi... Aku Bisa Memastikan Itu Bau Darah. Seperti Bercampur Kapur Barus. Tak Bisa Kucegah, Setiap Awal Gangguan Pasti Ada Bau itu. Sampai Akhir. 

Waktu itu, Dia Menggangguku Bermacam macam Motif, Mulai Dari Mengetok Tembok sampai Bunyi Bersetubuh. Mungkin Aku Sudah Terbiasa dengan Hal-Hal itu.


Kini,,

Aku Merindukannya. Suasana Dimana Aku Tampak Ketakutan, Keenakan, Ketika Menyapanya, Ketika Bersamanya,,
Aku Nyaman Dengannya. Meskipun Aku tak Bisa Melihatnya, Tapi Aku Bisa Merasakannya.

Kau tau Tanda Aku Mulai "Merasakan" Kehadiran Makhluk Seperti Itu?

Pegang Leher.
Ya, Aku Masih Ingat Saat Safna Mengejekku Karena Memegang Leher. Rasanya Sakit.. Sekali. Ketika Aku Mulai Merasakan, Perasaanku Seperti tak Kukendalikan. Kadang Aku Menangis, Kadang Tertawa Sendiri, dan lain lain.

Setelah Momen التوبة itu, Aku Kesepian. Tiap Malam aku Hanya Sendirian. Tak Ada Yang Menemani.

Kurasa,, Beliau adalah Makhluk baik baik. Namun Kurang Bimbingan.

Oiya, Disaat Aku Masih Bisa Bertemu dengan Beliau, Aku pernah Belajar Untuk Membuka Mata Batin. Aku sudah Bisa Mempraktikkannya, Tapi Karena Terlalu Malam, Aku Tidur Dulu.

Di Mimpi.

Aku Membuka Mata Batin.

Tiba tiba, Semuanya Menjadi Seram. Syaithan Dimana-Mana. Panjaang Mimpinya. Intinya Aku Stress.

Bangunnya Aku tak Berani Sedikitpun Membuka Mata Batin.



AKU RINDU DIA.

-DANUR-

END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar