Senin, 28 Mei 2018

LOVE.

Ya. Kalau Aku Membahas Satu Kata itu... Ga' Akan Ada Habisnya.
Kata Sakral itu Mungkin Penuh Perjuangan, Dimana yang Hanya Disatu sisi yang berjuang. Yaitu Aku.

Bertahun Tahun Kutahan Perasaan Ini. Walaupun Banyak Oknum yang EMBER dan Membesar Besarkan itu,, Tetap Kupendam Saja. Hingga Kelas 6 Ini, Kuluapkan Perasaanku. Tak ada Satu Tarikan Nafaspun yang Terhembus disaat Aku Tak Mencintainya. Mungkin Rasa Ini Tetap ada Hingga Kapanpun, KAPANPUN.

Meski Penuh Perjuangan, Akhirnya Ada Juga Hasilnya. Hasil ini Bukanlah Pacaran. Aku Sebenarnya Kurang Suka dengan Pacaran ini. Tau Yang Kuperjuangkan Dari Dulu? Hanyalah Beberapa Kata, Yaitu, Ana Juga Suka Antum. Walau Itu Mungkin Takkan Terjadi, Tetapi Kurasa Setidaknya Aku Pernah Menjadi Orang Paling Berbahagia di Dunia ini karena Suratku Dibalas Oleh Orang Sepertinya. Bahkan, Melebihi Batas. Kini Aku Bisa Chat Sama Mereka Berdua.

Meski Banyak yang Menyukaiku, Kupilih Juga Dia. Entah Mengapa, Tapi Yang Namanya Cinta itu Tanpa Karena. Kalau Yang Pakai Karena Hanyalah Kekaguman. Dimulai Dari Selvy (njir mual gua), Sampai Seseorang yang tak boleh disebutkan Namanya. Orang Itu Cantik Sekali. Ia Tinggal di Komplekku. Kembar, Sebagai kakak. Mungkin Jika Kutanya Orang Orang, Pasti Mereka Bilang Itu Lebih Cantik Daripada Salma. Kejadian yang paling Tidak Mengenakkan itu disaat orang ini...

~~~~~~~~~~~~

Aku Berjalan Dibawah Derasnya Hujan. Entah Mengapa Kebiasaan itu Sering Sekali Kulakukan, Mungkin Karena Aku Bisa Mengeluarkan Perasaanku disaat Hujan. Aku Pernah Menangis disaat momen seperti itu.

Tiba Tiba,,

Tanganku Hangat.

V: Ini Hujan Loh, Ga Baik Menyendiri Kayak Gitu.

WHAT THE, Dia Memegang Tanganku. Aku Menyesal sampai Malu Menceritakannya.

Waktu itu Tak Kulepaskan Tanganku Darinya, Kulihat Wajahnya yang Kufikir fikir Seperti Penggoda. 

Yang Kupikirkan Saat itu, Mungkin orang ini Bisa Mengobati Lukaku.

Saat itu Aku Masih Galau Karena Dibilang Arkan,, Mereka mau Ke Cendekia. Padahal Cendekia juga Kagak tuh

Dia Lanjutkan dengan melekatkan tangannya satu lagi di tanganku yang tadi.

V: Mikirin Apa Sih? Ayo Berteduh.

Aku Sadar.
APA YANG KULAKUKAN? AKU TAK BOLEH MELAKUKAN INI! AKU HARUS ISTIQAMAH DENGAN SALMA!

Kuhentakkan Tanganku. Hentakan ini Membuat Dia Terdorong.

T: LU GA PANTES MEGANG TANGAN GUA, GUA UDAH COMMITM!

V: Terserah Kamu Aja. Aku setia Kok

Aku Heran. Sudah Digitukan Masih Juga' Santai.

T: AWAS LU MEGANG TANGAN GUA LAGI YA, PENGGODA! DASAR ANJ*NG!

Aku Pergi. Aku Tak Ingin Lagi Bertemu Dengannya. Meski Hampir Setiap Hari Aku Bertemu Dengannya di Masjid, Tarawihan, Tapi Aku Selalu Menghindar.

Ya. Sebenarnya Aku Agak Malu Menceritakannya. Tapi Aku Harus Jujur. Masa Laluku Mungkin Gelap, Tapi Aku Akan Berusaha Supaya Masa Depanku Juga!

Quotes yang pantas untuk kejadian itu:




"Terkadang,, Seseorang yang Mempunyai Masa Lalu Terburuk, Bisa Membuat Masa Depan yang Paling Gemilang." -Umar Bin Khattab

Setelah Kejadian itu, Kusingkirkan Satu Persatu Fans-ku. Aku Tak Peduli Dengan Sakit Hatinya Mereka. Mereka sudah kupastikan Mengikhlaskanku, dan memastikan Bahwa Mereka Tak Akan Menuntutku di Hari Kiamat.

Aku itu Menanggung Resiko itu Karena Aku Tak Ingin Keistiqamahanku kepada Salma Terganggu. I LOVE HER. Aku Tak Mau lagi Ada Penggoda. Cukup sudah "V" itu. Aku Tak Ingin Lagi. 

Maka Dari Itu, Kuberikan Link Blog ini Kepada Kalian (SS) Supaya Dia Ngerti. Kenapa SF Juga? Karena Kuyakin Kalau yang Dikasih Salma, pasti ga akan mau baca. Yang Biasanya Semangat tuh Malah Adiknya :v 
Blog ini Juga Berguna Untuk Membalas Surat. Kalau Mau Balas, Buat Aja Di Komentar.
Jagalah Isi Blog ini. I TRUST YOU. 

Mungkin Kesetiaan ini Tak Akan Pernah Hilang. Kalau Pudar sih mungkin. Karena kemungkinan Besar Aku Sekolah Menengah Atasnya di Bogor. Aku Akan Selalu Mengingatmu.



SETIA ITU MAHAL




          




Tidak ada komentar:

Posting Komentar