Jumat, 05 Juli 2019

Mi Dispiace

Assalamu'alaikum.

Yap, Kukira hasratku tak tersampaikan pada tekad yang kuikrarkan beberapa 'waktu' yang lalu. Akupun tak dapat berjanji takkan mengulanginya. Karena tak dapat disangkal, Kondisi saat ini sangatlah rumit. Jika kau tanya alasanku, banyak. 

Pertama, Kondisi Fisik dan Psikisku yang telah mengalami perubahan.
yang Kedua, Cemoohan dari pihak yang tak bertanggung jawab dan sama sekali tidak tahu menahu tentang situs ini.
Ketiga, Perasaan yang muncul bahwa blog ini tak ada harganya lagi di mata siapapun.
Keempat, Waktu yang terbatas, dan yang terbatas itupun dilakukan untuk hal lain.
dan banyak lagi.

Kini, kuanggap blog ini sebagai gubahan batinku. Tak ayal pihak manapun yang tak suka. Karena terkadang Lisan dan Chat App saja tak cukup bagiku untuk menumpahkan tinta batinku ini. dan Situs ini adalah tempatnya.

Kurasa ini sudah hitungan tahun, {eh-Entahlah mungkin masih bulan yak} Semenjak ketikan terakhir di blog ini. dan mungkin kalau diperhatikan, Bahasaku juga sudah mulai berubah[belฮฑgฮฑ puitis gblk].

Maaf ya, Telah merepotkan kalian yang baca cerita absurd inih.

Okay, Setelah kusetujui dengan salah satu sahabatku untuk melanjutkan huruf demi huruf ini, Aku masih saja tak punya waktu untuk mengetik. Munafiq Banget yah,,.

Sebelum kau Menghakimiku, Ada baiknya jika aku menjelaskan.

Hari #1 setelah Kontrak (Persetujuan)

Waduh, Hari ini aku Harus Menjadi Panitia Halal bi Halal di Komplekku. Bukan karena tak ikhlas atau tak ingin ikut, namun tadi malam aku telah menyetujui pengetikan blog. Bisa dempet, nih. Berabe. 

Malamnya aku sangat letih karena menyiapkan semua properti dan bahan. Aku bahkan langsung tertidur setelah isya.

Hari #2 Setelah Kontrak.

Nah loh, Kapan jadinya inih ?  Hamdan dateng, Mana ini hari H acaranya lagi ?  Ga Sempet tidur siang dan capek nih malemnya ! 

Malamnya.

Aku merebahkan diri di atas kasur seraya melepas semua keletihan hari ini. Kunyalakan HPku yang kubawa dari tadi, lalu menyalakan Facebook. 

Eits, Ada pesan dari Mufaqar S Ran. 

Sahabatku yang bernama asli Muhammad Naufal Abqari ini mengirim sebuah pesan yang berisi.,

๐Ÿ˜ "Thar, Besok Main Futsal yuk di Swagita, Ajakin sekalian Teman teman SD, Pokoknya selain Arkan dan Rafi"

๐Ÿ˜ง"Lha kok baru malem ini ngajakinnya, BTW Swagita tuh dimana yak ? yaudah cepetan ajakin semuanya...

Oiya Napa selain Arkan dan Rafi ?  awokawokawok Trauma yak ? "

๐Ÿ˜…"di Simpang Tiga, Hahaha ga ada doh"

๐Ÿ˜"Lah jauh amat woy mendingan deket rumah ana aja :v"

๐Ÿ˜"Latifa ya, oke."

๐Ÿ˜"Ajakin sonoh yang laen"

><><><><><><><><

Huft.

Kuhirup udara sedalam dalamnya, lalu meletakkan gawai lebih jauh. Tidurku pun tak terelakkan lagi, Besok akan ada Acara yang penting. ๐Ÿ˜

.
Munafiq? Aku mungkin munafiq dalam satu hal, yaitu ketika mulut mengucapkan selesai namun hatiku tak Sanggup beranjak dari suatu hati.



Wassalamu'alaikum.



Minggu, 03 Maret 2019

Survive

Hari-hari berlalu, berganti bulan. Bahkan masapun tiada hentinya mengalir. Namun diriku masih saja mengidam-idamkan satu nama, yaitu Kamu. Iya, kamu.



Sudah berbulan- bulan, yang hampir berubah statusnya menjadi tahun semenjak kejadian itu. Iyap, benar. Kejadian dimana aku mulai terpukul atas kepergianmu. Entah mengapa aku masih terpaku pada tragedi itu , namun yang kutahu pasti ialah namamu yang terukir dihatiku tak sedikitpun memudar.


Terukir. Benar, aku tidak salah tulis. Namamu memang telah terukir sempurna di hatiku, jauh lebih indah dari Ukiran club pemenang Champions League di Thropy mewah itu. Jauh sekali.

Bermacam pasang surut juga telah kulewati setahun belakangan ini. Saking parahnya, aku nyaris saja "punya" hubungan dengan yang lain. Mau tahu? Udah, gausah dibahas lagi. Pokoknya dia seseorang dengan rolling blade di kaki lincahnya, yang bisa dibilang telah sekian kali menyentuhku. <warga SMPN 1 Luhak nan Duo> Itu udah parah banget. Kronis yak. Dia hanya kuanggap PHO. Sudahlah, usahlah dibahas lagi.

Beragam pujian juga dilayangkan oleh SMP IT sebrang. Ya, yang mana lagi kalau bukan Darul Hikmah. Kakak kelas maupun setingkat denganku, ada saja yang punya niat tersirat padaku. Mungkin itu berkat kakakku KetOs disana, aku juga kena dampak terkenalnya ;p

Waduh, waduh. Sepertinya ini sudah terlalu keluar jalur. Tapi yang terpenting, bermacam macam cobaan dan ujian, Sesurut apapun, InsyaAllah bisa kulewati. Sekali lagi berkat ukiran di hatiku ini.

InsyaAllah aku bisa SURVIVE dalam kondisi apapun.

. . .

Namun, satu yang kukhawatirkan.

Apakah kau juga sepertiku?

○  ●  ○


Wahai diri ini, mengapa namanya selalu melayang di batinku? Oh, sungguh bodohnya aku. Bahkan aku tak tahu isi hatinya. Aku juga tak tahu apakah kami berjuang bersama, ataukah selama ini aku cuma berdiri sendirian disini? Hari hariku kulewati dengan memandanginya dari kejauhan, namun apakah dia berusaha? Sungguh, hidup ini penuh dengan keraguan.

Sabtu, 23 Februari 2019

Reconstruction

Hari demi hari berlalu, Bulan kian berganti bulan. Dan Masa-pun silih berganti.


Aku belum juga menepati tekadku. 

Sebuah tekad takkan terselenggara dengan baik,
Jikalau kombinasi antara kemauan, tindakan, dan keistiqamahan yang kuat.

Tiga hal itu yang kurang, sepertinya.
Tekadku untuk membangun situs ini huruf perhuruf, kata perkata, hingga menjadi suatu kalimat yang kokoh..,

Rasanya kini tak didapati lagi.

Kalian merasakannya juga, bukan?

Kalau aku pribadi sih, iya banget.

Terasa banget, tahu.

Postingan- Postingan ...
Pada belum kelar... eh authornya entah lari kemana.

Janji- janjiku ...
Rasanya seperti janji buta, njir.


Sudahhlah, Lupakan.


Meski itu sama sekali tidak bisa di-Forgive maupun di-Forget begitu saja,

Cobalah untuk mengerti.

Aku butuh waktu untuk berfikir. 

§ § §

Hei, kau yang disana
Kucoba sudah menggapaimu
Lagi, dan lagi
Begitu juga seterusnya.

Iya, kuakui
Kau bak mutiara ditengah gemerlap laut
Sungguh keelokan nan abadi
Mengalahkan eloknya permadani syurga

Tapi, tolong peliharalah hatimu.

§ § §

Kumaafkan salahmu, ataupun salahnya.

Apapun masalah yang kuhadapi darimu,

Aku tak peduli.

Ribuanpun seranganmu,
Jika telah terukir namamu di hati
Tak apa.

dan dengan ini,

Kutiti ulang situs bersejarah ini.

Kuubah kembali link situs ini.
Jangan lupa share nama blog ini ke yang lain, jangan lupa linknya.

↑↑
Untuk yang pernah kenal blog ini

Almacerauthorized.blogspot.com



#AA23






Jumat, 26 Oktober 2018

Broke

  Di malam itu, Ketika Ba'da Aidil Adha, Pemanggangan Sate Sate...


  Diantara Urusanku dengan Bang Zikri, Ada Satu Momen yang Mencolok.

~~~

  Kami berdua, aku dengan Zikri masih dibawah langit, merajut mimpi mimpi, dan Mencoba mewujudkan itu Menjadi Kenyataan, Hanya Beralaskan Karung.

  Kulihat arah Asramaku. Semua orang Telah Berbahagia Memakan sate. Aku yang sedari tadi masih bersantai santai, Melihat seseorang dari kejauhan spontan bangun dan izin ke Zikri untuk pergi mengisi kembali perutku. Kemudian mulai menjauh.

  Panggangan asramaku masih penuh dengan sate orang orang. Jika aku ke Sa'ad bin Abi Waqash, pasti aku akan dihina. Untuk itu, aku Membalik arah ke Asrama Khalid bin Walid, Asrama kelas 8.

  Kudekati Pemanggang itu. Tanpa dilihat Senior, kuletakkan 3 Batang sate itu, namun gagal karena Panasnya Bara api seperti menghujam kulitku. Bukan karena serakah, tetapi jatah setiap orang memang 3 tusuk. Ketika aku hendak mencoba untuk keduakalinya, ada Seseorang yang menghentikan gerak tanganku, Ia tak lain dan tak bukan Ketua kelas 8, Muhammad Raivan.  Ya. Kakak kandung laki laki Syifa, Seseorang yang pernah kumainkan.

  Awalnya kupikir ia Menghentikanku dikarenakan Tak diizinkan membakar disitu. Tapi, Sepersekian detik selanjutnya ia melanjutkan, "Sini, biar abang bantu".

  Kuberikan saja. Ia membakar dengan keseriusan yang sama seperti miliknya. Melihatnya jongkok.., menatap sateku dan sesekali membalikkannnya...

  Rasanya bagai Dadaku tertusuk pisau dapur. Pilu. Menyesal.

  Apa yang terjadi jika ia tahu apa yang kulakukan padanya?

  Aku tak Bisa membayangkan ia kecewa padaku, padahal sebelumnya ia pernah memperlakukanku seperti ini.

  Jikapun ia telah tahu, Betapa kesabarannya itu perlu dibayar mahal.

  Sakit. Sakit sekali.

  Menyesal. Menyesal sekali.

  Rupanya,, kata kata Mutiara yang pernah kutemui di Instagram terbukti adanya.

  Satu persatu Penyesalan akan datang menghampiri, Menyadarkan apa arti dari Karma.

  Mayzahrah,, Syifa,...

  I'm so Sorry.

  Aku tak seharusnya dan tak sepantasnya memainkan hati kalian.

  Sorry.

  ~~~

  Ia serahkan sate itu padaku, yang menjadi satu satunya sate di tempat itu.

  Aku memutuskan untuk memulai dari yang kecil, dengan mengatakan, "Ehmm... Buat Abang ajalah satu"
"Yang mana?"

Aku mencari yang paling besar. Bukan untuk diselamatkan, melainkan untuk diberikan.

"Nih,, yang paling besar"

"Makasih"

"Sama sama"

Aku meneruskan malam dengan menyambung merajut asa bersama Zikri, sambil menatap langit cerah. Tak peduli esok UH Sains.

Salah

Judul sebenarnya dari best holiday ever ialah "...." (rahasia)bukan itu. Itu kepencet terkirim

Sabtu, 25 Agustus 2018

KUHARAP DIA MASIH SUDI MEMBACA BLOG INI.

BALADA MENJADI KETUA

Malam itu, Aku Sedang Berbincang dengan Bang Safwa dan Bang Zaki. Ketika sedang Seru Serunya, Abrar datang dan Mengatakan.., "Thariq,, Antum Dipanggil Ustadz"

Aku Menuju ke Asrama dengan Perasaan Kesal. Lagi Seru serunya njir... .  Aku Masuk ke Asrama dan telah Melihat Seasrama lagi Ngumpul. Aku Auto duduk juga.

"Nah,, Sekarang Siapa yang Mengusulkan Jadi Ketua?",, Tanya Ust. Iqbal.

Aku Langsung Nunjuk Aja. Kali Kali Diangkat :v. Pemilihan Berakhir dengan Perolehan:

Aku: 18/32
Aldi: 7/32
Abrar: 7/32.

Dengan Resmi Aku Diangkat jadi Presiden Asrama Zaid bin Tsabit.

Hasil Akhir:

Presiden: Thariq Almas Neil Authar
Sekretaris Jendral: 'Abda Muhammad Subhi
Bendahara: Muhammad Abrar Mustaqim
Mentri Keamanan: Mickya Davadhil Perdana
Mentri Kebersihan: Habibi Syifau Rahman & Wafiq Azani
Mentri Komunikasi: Rayhan(ile)

~~~

Ketika itu, Aku dipersilahkan untuk Menyampaikan Visi dan Misi, Kalau tidak, Aku Gugur. Aku Auto Bingung lah. Gua Aja Baru dateng njay. Aku Minta 1 Menit untuk Berfikir.

Akhirnya aku Membuat 4 Visi dan Misi, yang Aku sendiri Sekarang Hanya Ingat 2.

Ketika Pengangkatan, Terasa Ada Beban Amanah Menimpaku. Beban.

Esok Malamnya, Ketika Hari Pertama Belajar Malam... Orang orang Pemilihan. Siapa yang Setuju kalau Struktur Kelas dengan Struktur Asrama Sama aja? daaan yang Lebih banyak ialah Struktur Kelas Sama Dengan Struktur Asrama.

Hari Hariku Dipenuhi Mengurus Urusan, Tanggungjawab, Bahkan Kalau Sandal orang di Asrama itu Tidak Rapi maka Aku harus Tanggungjawab Rapiin.

Aku Sering Diprotes Anggotaku. Seperti Nyesal ana Milih Antum, Ketua ga Teladan, dll.

Protes itu Agak Membuatku Stress. Saat Suatu Pagi Sebelum Mandi, Aku Sangat Benci dengan Keadaan ini. Protes Mereka itu Membuatku Teringin turun. Mereka tak tahu, Aku yang ada dibalik Semua Kedamaian kalian. Terkadang ada Pertengkaran, Aku yang Melerai. Seperti Pertengkaran Hakim & Wafiq, Wafiq & Ariq, Dava dan David, dll. Aku yang Mendamaikan. Tetapi Aku Orangnya ga Ngumbar ngumbar bahwa "GUA YANG NGEDAMAIIN MEREKA TADI". Bukan. Aku bukan Orang yang Seperti itu. Aku Sakit Hati dengan Protes Mereka. 
Hingga suatu Sore saat aku Meminta Nasehat dan Motivasi dari Bang Safwa. Aku Kembali Semangat, Walaupun Sedih dan Stress ini Takkan Hilang. Aku Akan Membuat Mereka Dewasa.

Berbeda dengan Kelas Sebelah, yang Isinya Preman semua tapi Tertib. LAH KELAS GUA,, BOCAH BOCAH MICIN ANJENG!
Semuanya Terlihat Bocah. Ribut lah, Susah Diatur lah, Kalau Pagi pagi Kelas 7.2 Udah Rapi aja di Barisan. Lah Kelas Gua Nyebar Njir... Nah Gitu gitu Protes pula tu.

yang Paling Susah Diatur Ialah:

-Wafiq Azani.
Ia adalah Orang Ujunggading. Putih, Berbadan Gempal, Sepupunya Bang Hafiz. Berbanding Terbalik dari Bang Hafiz yang Shaleh, Dia Bisa Gua Bilang BOCAH. Stiap Hari Bikin Masalah. Aku Telah Menjinakkannya DIHADAPANKU, Bukan Hadapan Orang Lain. Caranya:

Disaat Belajar Malam Aku Berada di Bagian Kiri Asrama. Aku Jauh Dengan Ariq. Sedangkan Ariq didekat Wafiq waktu itu. Ariq Bercandain Wafiq, Dengan Mencibir cibirnya. Eh malahan Langsung dibody, dengan Badan Gempalnya, Semua Orang Bisa Kalah dengan Bodynya. Saat Ariq Sudah Tersudut, Ariq Mainkan Sikutnya. Alhasil Pipi Wafiq Lebam. Saat Lebam, Aku Memisahkan Mereka Berdua. Ariq Seperti Biasa, Bisa Mengontrol Emosi, Membetulkan Poninya dan Senyum Puas Bonyokin Muka Wafiq. 

Besoknya Ariq Memanas manasinya. Ariq bilang bahwa Wafiq gaakan Kuat Melawanku. Wafiq memintaku untuk Memperlihatkan ototku. Yaa Bukannya sombong, Ototku memang terurus, Lebih dari Faras. Dia tercengang. Alhasil dia takut padaku.

Oiya sedikit diluar Topik, Semenjak di Al Kahfi Gaya Rambutku Berubah. Tak Pernah Kebawah. Selalu Tegak. Ariq pun Mengakui dia Iri kepadaku. Ia bilang aku ini gagah sekarang (Ahayahay Kembang Hidung 5 meter) Ia pun Mengakui bahwa Aku ini Lebih daripadanya.

Etatapi...
Aku Pangkas rambut. Semenjak pangkas, jika Rambutku tak Dipakaikan Minyak rambut, Bentuk Botak anjir. tapi kalo Pake Masih masih lah.

Oiya. Jika Mau Mengetahui Keberadaanku Pagi pagi liat aja Asrama Tengah pas Lagi Baris yang Nyiapin,, sama yang Rapiin semua Sepatu di sudut belakang kanan masjid. dan Tempat dudukku ada di Paling dekat Pintu Belakang Masjid. Aku Biasa Ngintip Keluar.

Ustadz Iqbal, dari Aceh. Dia Jika Melihatku salah cuma Melihat Tajam dan pandangan Kecewa. Berbeda dengan Ustadz Bambang yang Ngomong Terang Terangan. Aku Lebih takut dengan Ust. Iqbal kalau sedang Marah padaku.

Pagi itu, Aku Menyiapkan. Aku Memanggil semua orang untuk baris. Leherku seketika seperti Kesambet apaa gitu,, yang Membuatku Batuk Sampe Sekarang. daan Itu juga Karena Mereka.


SERBA SALAH.


ADAPTASI


Aku Telah Menjadi Anak SMP IT AL KAHFI. Tentunya Banyak Perubahan. Kali ini Aku Akan Menceritakan Sekitar Perubahan.

Bagi Anak Pesantren, Mau Gamau Harus Pisah dengan Orangtuanya. Meski Udah Ada yang terbiasa, tapi Semua Anak Pesantren Pasti Rindu Orangtuanya. Begitu juga denganku. Karena Aku Sudah Sebulan Tanpa Orangtua di Jakarta, dalam Soal Rindu Aku Minim. Tapi yang Membuat Rinduku Bangkit ialah Ketidakbiasaanku Melakukan Pekerjaan. Contohnya Dalam Hal Mencuci. Awalnya Aku Mencuci itu Asal Nyuci Doang, Gapake Dibilas. Dua Kali Nyuci Aku Seperti itu, Hingga Orang UGC Menertawakanku, melihat saat dijemur bukan Air yang bercecer, malah Busa Sabun. Sekarang Aku Mencuci 2 Hari Sekali, Tak Seperti Zaki A yang Tak Pernah Mencuci, Selalu dibawa Pulang.

Dalam Hal Cinta, Ini Perlu Komitmen yang Kuat. Meski Rindu tak Tertahankan tetapi Kita Harus Sabar, Komitmen kuat. Bahwa aku Takkan Berpaling. Aku Akan Tetap Setia. Aku Tak yakin yang Kucintaipun Komitmen atau Tidak. Aku Hanya Ingin YAKIN Padanya.

Berteman, Berkat Sifat Baruku ini Aku Mudah Sekali Membaur dengan Temanku. Malahan yang TEMAN Paling dekat ialah dari Kelas Sebelah. Ingat ya, Teman, Bukan Sahabat.

HP, Aku Agak Susah Dalam Hal Ini. Ketikan Akan Numpuk Semakin Lama. Dalam Hari ini Saja, Hari Terakhir Libur Aku Telah Menghabiskan 4 Jam dan 3 Postingan. DEADLINE.

Di Al Kahfi ini, Aku Jarang Memakai Bahasa Indonesia Kepada Abang Abang. Aku Biasanya Memakai Bahasa Inggris. Terlebih lagi Kepada Abang Abang English Club. Seseorang yang Paling Sering Berbincang denganku, dengan Bahasa Inggris yaitu Bang Hamid. Kepada Teman Teman Begitu, Tetapi Seperti Ustadz Isran, Campur campur.

REALITA JUJUR


Ada orang yang Mengatakan “Jujurlah Meskipun itu Menyakitkan”

Bagiku itu Sedikit Meleset.

Okay, Kita Lanjut ke Ceritanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Qobla Maghrib,,

Aku Mengajak Arkan Untuk Menyingkir kesamping Masjid. Aku ada Suatu Pembicaraan Pribadi; yang Mungkin Menyakitkan.

Kolam Ikan yang Remang Remang Keliatan oleh Lampu Masjid, Sepertinya Pas Buat Dia Kesel.
Kubuka Pembicaraannya.

“Eh, Ana Mau Jujur nih. Tapi Janji dan Sumpah Jangan Marah ya.”

“Iya”

“Sebenarnya Ana udah Nikung Antum.”

(Aku telah Membiasakan untuk tak Memanggil Abang Kepadanya lagi)

“HAH?”

“Iya. Si May itu, Pas Antum Masih Suka”

Mukanya Telah Memasam.

“Awalnya Gini. Dia Ngechat ana Terus Bilang ‘Kamu Kenal Arkan?’ ya Dijawab Iya.”

“Lama Lama Chat, Basa Basi, Sampai Ke Puncak Keakraban Hingga Terbesit Niat Ngeprank”

“Eh BTW antum tau Prank kan?”

“Ngga”

“Ngerjain”

“ooh”

“Ana Prank Dia. Dia Awalnya Nanyain Lagi Ngapain. Trus Ana Jawab Melamun. Dia jawab Mikirin Apa, Ntar Kesurupan loh. Trus Ana Jawab Mikirin Kamu. Dia Nanya Maksudnya Berkali Kali, Ana Jawab Itu Terus. ‘Mikirin Kamu’”

“Sampe Akhirnya Ana Bilang ‘Aku Suka Kamu’ dan dia bilang Berarti ‘Sama Dong’ Dia Ngirimin Kata Kata Mutiara tentang Cinta Terus, Sampe Ana Muak dan Akhirnya Jujur Itu Cuma Prank. Nangis deh.”
“Cuma Sehari aja Ana Bisa Dapetin Dia. Awal dia Chat Ba’da Maghrib dan Dapet Besoknya Ba’da Isya.”
“Lain lo”
Dia Pergi Saja tapi dengan muka Biasa, Meninggalkan Dua Kata tadi. Tetapi Aku tau Di Hatinya itu Sangat Panas.

Besoknya, Kelihatannya dia Curhat.

“Ana Gabisa Kalau Tikung Tikung tu doh. Meskipun udah Ga Sayang Lagi, Rasanya Lain aja. Ana Udah Dukung Antum Dengan Salma Sampe Sebegitunya. Kenapa Antum Balas Kaya’ Gitu. Kecewa.”, Dengan Nada  Memelas.

Aku yang Mendengar Kalimat itu Langsung Menyesal telah Menikungnya.

Setelah itu, Sepertinya Dia Curhat ke Bang Hamid. Ba’da Ashar aku Diceramahi Bang Hamid.

“Eh. Antum Pacar Antum Kakak Kelas Antum Pula.”
“hah?”
“Ah, Entahlah. Kayaknya Ana Salah Dengar.”
“Apayaaa”
“Gaboleh kita Nikung nikung tu. Coba Ibu Antum Sebelum Nikah Digituin. Sakit Hati Antum Kan?”

What? Padahal Kan May Setingkat Kelas, Kelas 7...
Aku Cerna Kalimat kalimat itu.

Aku Menyesal.

2 dari 12 Orang Fansku telah Aku Prank dengan Kejam. Seberapa Berdosanya Aku. HAH! Parah banget Gua. Gua Kayaknya Laki Laki Murahan.

Setelah Kejadian Jujur itu, Aku Dipanas Panasin Arkan Terus. Dia Mengancam Akan Mengambil Salma, terus Akan Diprank juga Supaya dia Gamau Suka Suka Lagi. Cih, Hatiku Berhasil Dibuat Panas.

Besoknya, Aku Bertanya Ke Bang Hamid.

“Abang Kenal Dimana dengan dia? Bang Zikri juga Suka Katanya?”
“disini”
“hah?”
“Kok Bisa?”
“Ai Kan?”
“NJER...NJERR... yang Kami Bicarain tuh MAY.... MAYZAHRAHKHALILLAH...”
“Kan... Bener.... Salah Denger... Ah Gara Gara Main Bola nih Semuanya Jadi Gagal Faham”,, Dengan Nada Rasa Malu.


Malamnya Aku Langsung Katakan Kepada Arkan.
Aku Ke Asrama Sebelah, Ke Ujung, Kedipannya Arkan.
Kulihat Arkan Lagi Santai Santai Diatas Dipan, Aku Bilang Ada yang Mau Dibilang. Dia Mempersilahkanku Naik Keatas, Kedipannya.

“Salah Dengar Kalian tu. Bang Hamid Salah Dengar Pula May dibilang Ai. Antum Bilangnya pas Maen Bola ya?”

“Hah? Salah Dengar? Oooh Mungkin Karena Capek tu. Berarti Mereka ga Kenal ya Sama May” dengan Nada Malu.

Besok Besoknya Hubungan Kami Tambah Membaik.

Suatu Sore Setelah Olahraga...
“THOR!”

Ada Seseorang Memanggilku, yang Suaranya tak Asing Lagi di Telingaku. Arkan.

“Ada Berita Buruk Bagi Ana. Ternyata May sekarang Pacarnya Kevin!”

“Apah? Bukannya Kevin SD Jambak Sedangkan May di SDN 09?”

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“Gini Awalnya hah. Ana Lihat ditangan Kevin tu Ada Tulisan MZ. Fikiran ana Langsung Kesana Aja. Ana Tanyain ke dia, Eh Ternyata Benar. Mereka Sama Sama Les GO (Ganesha Operation)”

Setelah Kejadian Itu, Kami Kembali Seperti Dulu. Yel-yel Kami Berdua, Sepertinya Bukan Yel yel sih. Ketika Salaman Kami Biasanya Melakukan: Arkan Menyebutkan Sal, Sedangkan Aku Menyebutkan Saf. Artinya Kami Deal Membalikkan Kesepakatan dulu. Wkwkwkw Bukan Kesepakatan, tapi Ancaman dia. Saat Sakit Hati dia Sering Mengatakan,, Salma Untuk Ana Aja ya, Biar Safna Buat Antum. Wkwkwkw Gamaoo...!
Ternyata Jujur Walaupun Menyakitkan itu Benar adanya, Tapi Butuh Waktu.

DIANTARA TEMAN LAMA DENGAN SAHABAT.


Aku Sudah Mulai Terbiasa di Asrama. Ariqpun Semakin dekat denganku, Walaupun Kata Kata Kasarnya itu tak Pernah Berhenti.

Disuatu Maghrib,,

Aku Memakai Sarung dibelakang Hijab Masjid dengan Kelas. Tiba tiba Aku Mendengar Suara Kebisingan Dari Depan, yang Lebih Mirip Suara Perkelahian. Kalau Bahasa Minangnya; Badabuih. Suara itu Berulang Beberapa kali. Orang orang Beranjak dari Duduk Untuk? Aku Masih Belum Tau Waktu itu. Aku Melihat Kesebalik Hijab, FARAS Te.... eh. Tunggu dulu. Aku Akan Memperkenalkannya dulu.

FARAS, Seorang yang Tampan Kelahiran 2004, yang Mungkin Bisa Membuat Akhwat akan Langsung Tertarik Melihatnya. Apalagi dengan Badan yang Lumayan Bagus, Sekedar Berbidang tapi tak Berbentuk. Ia Dari SDN 09 Pasaman.

Dah. Kita Lanjut. Faras Menimpa bagian paha Seseorang, Lalu Meninju Ninju dada dan Muka Orang itu. Tampaknya Keras. Akupun Melihatnya Ngilu.
Setelah Melerai Mereka, Aku Segera ingin Tahu Siapa yang Dihabisi Tadi. WOW. Tidak Kusangka. Aku Melihat Sosok yang Sangat Kusayangi. Masya Allah. Ialah Sahabatku, Ariq. Setelah dia “Dikeroyok” (Aku Menyebutnya dikeroyok karena Tinjuan Beruntun tadi Level Keroyok) Faras, Dia Hanya Menghela Nafas dan Membetulkan Poni Rambutnya, Serta dengan Gaya Santai, Menjauh. Aku tak Terima Sahabatku diperlakukan Seperti itu. Takkan Rela.
 Selama Beberapa Saat, Mereka dipanggil Bang Fikri. Didamaikan, yang tampaknya Muka Faras masih Emosi.

Aku Mengatakan Kepada Ariq yang Kurasakan, Bahwa aku tak rela ia Diperlakukan macam itu. Ariq Cuma Berkata :
“Ana Gak papa Sebenarnya. Biasa Aja.”

Meski Kalimat tadi Bertujuan untuk Menenangkanku, aku tak Tenang juga. Hingga aku Duduk dan Istighfar.

Aku tanya Baik Baik.

T: Tadi tu Sebenarnya Kenapa ya? Siapa yang duluan?
A:  Ana yang Duluan. Tapi Sebenarnya dikit nyoh.

Aku jarang Melihat Ras Manusia Macam ini;Jujur. Jarang ada yang Mengakui Kesalahannya Sendiri.

POKOKNYA FUCK DAH BUAT FARAS!!

~~~~~~~~~~

Ku mendekati Faras disebelah Kiri Masjid. Kusalami dan Senyum Kepadanya. Aku duduk Disampingnya.

“Sebenarnya yang Salah tadi Siapa?”
“Dia nyoh. Diejek ejeknya ana tadi”
“Ooh. Udah Maaf Maafan?”
“Ga Sudi”
“Kenapa?”
Dia tak Menjawab.
“Oh yaudah.”

“Eh Antum Masih Ingat Ana ga?”
“Hm?”
“Kita kan Temenan Baik Di TK AL FARAS Dulu,,”
Faras Menepuk Pundakku.

“Iyalah. Thariq kan?”
“yap”

Aku tak Menyangka Reuni Terjadi disini. Kami dulu Sedekat Sahabat, Hingga Terpisah dan melanjutkan Hidup Masing masing, Seperti Tak Kenal.

Sebenarnya Aku Fifty-Fifty Memihak Pada Mereka. Disatu Sisi, Faras Adalah Sahabat Lamaku. Dia Anak Bu Guruku di TK. Sedangkan Ariq, Sahabatku Hingga Sekarang. Yang “Fuck dah buat Faras” diatas hanyalah PRANK buat Kalian.