Aku Sudah Mulai Terbiasa di Asrama.
Ariqpun Semakin dekat denganku, Walaupun Kata Kata Kasarnya itu tak Pernah
Berhenti.
Disuatu Maghrib,,
Aku Memakai Sarung dibelakang Hijab
Masjid dengan Kelas. Tiba tiba Aku Mendengar Suara Kebisingan Dari Depan, yang
Lebih Mirip Suara Perkelahian. Kalau Bahasa Minangnya; Badabuih. Suara itu
Berulang Beberapa kali. Orang orang Beranjak dari Duduk Untuk? Aku Masih Belum
Tau Waktu itu. Aku Melihat Kesebalik Hijab, FARAS Te.... eh. Tunggu
dulu. Aku Akan Memperkenalkannya dulu.
FARAS, Seorang yang Tampan Kelahiran
2004, yang Mungkin Bisa Membuat Akhwat akan Langsung Tertarik Melihatnya.
Apalagi dengan Badan yang Lumayan Bagus, Sekedar Berbidang tapi tak Berbentuk.
Ia Dari SDN 09 Pasaman.
Dah. Kita Lanjut. Faras Menimpa
bagian paha Seseorang, Lalu Meninju Ninju dada dan Muka Orang itu. Tampaknya
Keras. Akupun Melihatnya Ngilu.
Setelah Melerai Mereka, Aku Segera ingin
Tahu Siapa yang Dihabisi Tadi. WOW. Tidak Kusangka. Aku Melihat Sosok yang
Sangat Kusayangi. Masya Allah. Ialah Sahabatku, Ariq. Setelah dia “Dikeroyok”
(Aku Menyebutnya dikeroyok karena Tinjuan Beruntun tadi Level Keroyok) Faras,
Dia Hanya Menghela Nafas dan Membetulkan Poni Rambutnya, Serta dengan Gaya
Santai, Menjauh. Aku tak Terima Sahabatku diperlakukan Seperti itu. Takkan
Rela.
Selama Beberapa Saat, Mereka dipanggil Bang
Fikri. Didamaikan, yang tampaknya Muka Faras masih Emosi.
Aku Mengatakan Kepada Ariq yang
Kurasakan, Bahwa aku tak rela ia Diperlakukan macam itu. Ariq Cuma Berkata :
“Ana Gak papa Sebenarnya. Biasa
Aja.”
Meski Kalimat tadi Bertujuan untuk
Menenangkanku, aku tak Tenang juga. Hingga aku Duduk dan Istighfar.
Aku tanya Baik Baik.
T: Tadi tu Sebenarnya Kenapa ya?
Siapa yang duluan?
A:
Ana yang Duluan. Tapi Sebenarnya dikit nyoh.
Aku jarang Melihat Ras Manusia Macam
ini;Jujur. Jarang ada yang Mengakui Kesalahannya Sendiri.
POKOKNYA FUCK DAH BUAT FARAS!!
~~~~~~~~~~
Ku mendekati Faras disebelah Kiri
Masjid. Kusalami dan Senyum Kepadanya. Aku duduk Disampingnya.
“Sebenarnya yang Salah tadi Siapa?”
“Dia nyoh. Diejek ejeknya ana tadi”
“Ooh. Udah Maaf Maafan?”
“Ga Sudi”
“Kenapa?”
Dia tak Menjawab.
“Oh yaudah.”
“Eh Antum Masih Ingat Ana ga?”
“Hm?”
“Kita kan Temenan Baik Di TK
AL FARAS Dulu,,”
Faras Menepuk Pundakku.
“Iyalah. Thariq kan?”
“yap”
Aku tak Menyangka Reuni Terjadi
disini. Kami dulu Sedekat Sahabat, Hingga Terpisah dan melanjutkan Hidup Masing
masing, Seperti Tak Kenal.
Sebenarnya Aku Fifty-Fifty Memihak
Pada Mereka. Disatu Sisi, Faras Adalah Sahabat Lamaku. Dia Anak Bu Guruku di
TK. Sedangkan Ariq, Sahabatku Hingga Sekarang. Yang “Fuck dah buat Faras”
diatas hanyalah PRANK buat Kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar