Aku Telah Menjadi Anak SMP IT AL
KAHFI. Tentunya Banyak Perubahan. Kali ini Aku Akan Menceritakan Sekitar
Perubahan.
Bagi Anak Pesantren, Mau Gamau Harus
Pisah dengan Orangtuanya. Meski Udah Ada yang terbiasa, tapi Semua Anak
Pesantren Pasti Rindu Orangtuanya. Begitu juga denganku. Karena Aku Sudah
Sebulan Tanpa Orangtua di Jakarta, dalam Soal Rindu Aku Minim. Tapi yang
Membuat Rinduku Bangkit ialah Ketidakbiasaanku Melakukan Pekerjaan. Contohnya
Dalam Hal Mencuci. Awalnya Aku Mencuci itu Asal Nyuci Doang, Gapake Dibilas.
Dua Kali Nyuci Aku Seperti itu, Hingga Orang UGC Menertawakanku, melihat saat
dijemur bukan Air yang bercecer, malah Busa Sabun. Sekarang Aku Mencuci 2 Hari
Sekali, Tak Seperti Zaki A yang Tak Pernah Mencuci, Selalu dibawa Pulang.
Dalam Hal Cinta, Ini Perlu Komitmen
yang Kuat. Meski Rindu tak Tertahankan tetapi Kita Harus Sabar, Komitmen kuat.
Bahwa aku Takkan Berpaling. Aku Akan Tetap Setia. Aku Tak yakin yang
Kucintaipun Komitmen atau Tidak. Aku Hanya Ingin YAKIN Padanya.
Berteman, Berkat Sifat Baruku ini
Aku Mudah Sekali Membaur dengan Temanku. Malahan yang TEMAN Paling dekat
ialah dari Kelas Sebelah. Ingat ya, Teman, Bukan Sahabat.
HP, Aku Agak Susah Dalam Hal Ini.
Ketikan Akan Numpuk Semakin Lama. Dalam Hari ini Saja, Hari Terakhir Libur Aku
Telah Menghabiskan 4 Jam dan 3 Postingan. DEADLINE.
Di Al Kahfi ini, Aku Jarang Memakai Bahasa Indonesia Kepada Abang Abang. Aku Biasanya Memakai Bahasa Inggris. Terlebih lagi Kepada Abang Abang English Club. Seseorang yang Paling Sering Berbincang denganku, dengan Bahasa Inggris yaitu Bang Hamid. Kepada Teman Teman Begitu, Tetapi Seperti Ustadz Isran, Campur campur.
Di Al Kahfi ini, Aku Jarang Memakai Bahasa Indonesia Kepada Abang Abang. Aku Biasanya Memakai Bahasa Inggris. Terlebih lagi Kepada Abang Abang English Club. Seseorang yang Paling Sering Berbincang denganku, dengan Bahasa Inggris yaitu Bang Hamid. Kepada Teman Teman Begitu, Tetapi Seperti Ustadz Isran, Campur campur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar