Ada orang yang Mengatakan “Jujurlah
Meskipun itu Menyakitkan”
Bagiku itu Sedikit Meleset.
Okay, Kita Lanjut ke Ceritanya.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Qobla Maghrib,,
Aku Mengajak Arkan Untuk Menyingkir
kesamping Masjid. Aku ada Suatu Pembicaraan Pribadi; yang Mungkin Menyakitkan.
Kolam Ikan yang Remang Remang
Keliatan oleh Lampu Masjid, Sepertinya Pas Buat Dia Kesel.
Kubuka Pembicaraannya.
“Eh, Ana Mau Jujur nih. Tapi Janji
dan Sumpah Jangan Marah ya.”
“Iya”
“Sebenarnya Ana udah Nikung Antum.”
(Aku telah Membiasakan untuk tak
Memanggil Abang Kepadanya lagi)
“HAH?”
“Iya. Si May itu, Pas Antum Masih
Suka”
Mukanya Telah Memasam.
“Awalnya Gini. Dia Ngechat ana Terus
Bilang ‘Kamu Kenal Arkan?’ ya Dijawab Iya.”
“Lama Lama Chat, Basa Basi, Sampai
Ke Puncak Keakraban Hingga Terbesit Niat Ngeprank”
“Eh BTW antum tau Prank kan?”
“Ngga”
“Ngerjain”
“ooh”
“Ana Prank Dia. Dia Awalnya Nanyain
Lagi Ngapain. Trus Ana Jawab Melamun. Dia jawab Mikirin Apa, Ntar Kesurupan
loh. Trus Ana Jawab Mikirin Kamu. Dia Nanya Maksudnya Berkali Kali, Ana Jawab
Itu Terus. ‘Mikirin Kamu’”
“Sampe Akhirnya Ana Bilang ‘Aku Suka
Kamu’ dan dia bilang Berarti ‘Sama Dong’ Dia Ngirimin Kata Kata Mutiara tentang
Cinta Terus, Sampe Ana Muak dan Akhirnya Jujur Itu Cuma Prank. Nangis deh.”
“Cuma Sehari aja Ana Bisa Dapetin
Dia. Awal dia Chat Ba’da Maghrib dan Dapet Besoknya Ba’da Isya.”
“Lain lo”
Dia Pergi Saja tapi dengan muka
Biasa, Meninggalkan Dua Kata tadi. Tetapi Aku tau Di Hatinya itu Sangat Panas.
Besoknya, Kelihatannya dia Curhat.
“Ana Gabisa Kalau Tikung Tikung tu
doh. Meskipun udah Ga Sayang Lagi, Rasanya Lain aja. Ana Udah Dukung Antum
Dengan Salma Sampe Sebegitunya. Kenapa Antum Balas Kaya’ Gitu. Kecewa.”, Dengan
Nada Memelas.
Aku yang Mendengar Kalimat itu Langsung
Menyesal telah Menikungnya.
Setelah itu, Sepertinya Dia Curhat
ke Bang Hamid. Ba’da Ashar aku Diceramahi Bang Hamid.
“Eh. Antum Pacar Antum Kakak Kelas
Antum Pula.”
“hah?”
“Ah, Entahlah. Kayaknya Ana Salah
Dengar.”
“Apayaaa”
“Gaboleh kita Nikung nikung tu. Coba
Ibu Antum Sebelum Nikah Digituin. Sakit Hati Antum Kan?”
What? Padahal Kan May Setingkat
Kelas, Kelas 7...
Aku Cerna Kalimat kalimat itu.
Aku Menyesal.
2 dari 12 Orang Fansku telah Aku
Prank dengan Kejam. Seberapa Berdosanya Aku. HAH! Parah banget Gua. Gua
Kayaknya Laki Laki Murahan.
Setelah Kejadian Jujur itu, Aku
Dipanas Panasin Arkan Terus. Dia Mengancam Akan Mengambil Salma, terus Akan
Diprank juga Supaya dia Gamau Suka Suka Lagi. Cih, Hatiku Berhasil Dibuat
Panas.
Besoknya, Aku Bertanya Ke Bang
Hamid.
“Abang Kenal Dimana dengan dia? Bang
Zikri juga Suka Katanya?”
“disini”
“hah?”
“Kok Bisa?”
“Ai Kan?”
“NJER...NJERR... yang Kami Bicarain
tuh MAY.... MAYZAHRAHKHALILLAH...”
“Kan... Bener.... Salah Denger... Ah
Gara Gara Main Bola nih Semuanya Jadi Gagal Faham”,, Dengan Nada Rasa Malu.
Malamnya Aku Langsung Katakan Kepada
Arkan.
Aku Ke Asrama Sebelah, Ke Ujung,
Kedipannya Arkan.
Kulihat Arkan Lagi Santai Santai
Diatas Dipan, Aku Bilang Ada yang Mau Dibilang. Dia Mempersilahkanku Naik
Keatas, Kedipannya.
“Salah Dengar Kalian tu. Bang Hamid
Salah Dengar Pula May dibilang Ai. Antum Bilangnya pas Maen Bola ya?”
“Hah? Salah Dengar? Oooh Mungkin
Karena Capek tu. Berarti Mereka ga Kenal ya Sama May” dengan Nada Malu.
Besok Besoknya Hubungan Kami Tambah
Membaik.
Suatu Sore Setelah Olahraga...
“THOR!”
Ada Seseorang Memanggilku, yang
Suaranya tak Asing Lagi di Telingaku. Arkan.
“Ada Berita Buruk Bagi Ana. Ternyata
May sekarang Pacarnya Kevin!”
“Apah? Bukannya Kevin SD Jambak
Sedangkan May di SDN 09?”

“Gini Awalnya hah. Ana Lihat
ditangan Kevin tu Ada Tulisan MZ. Fikiran ana Langsung Kesana Aja. Ana Tanyain
ke dia, Eh Ternyata Benar. Mereka Sama Sama Les GO (Ganesha Operation)”
Setelah Kejadian Itu, Kami Kembali
Seperti Dulu. Yel-yel Kami Berdua, Sepertinya Bukan Yel yel sih. Ketika Salaman
Kami Biasanya Melakukan: Arkan Menyebutkan Sal, Sedangkan Aku Menyebutkan Saf.
Artinya Kami Deal Membalikkan Kesepakatan dulu. Wkwkwkw Bukan Kesepakatan, tapi
Ancaman dia. Saat Sakit Hati dia Sering Mengatakan,, Salma Untuk Ana Aja ya,
Biar Safna Buat Antum. Wkwkwkw Gamaoo...!
Ternyata Jujur Walaupun Menyakitkan
itu Benar adanya, Tapi Butuh Waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar