Sabtu, 25 Agustus 2018

REALITA JUJUR


Ada orang yang Mengatakan “Jujurlah Meskipun itu Menyakitkan”

Bagiku itu Sedikit Meleset.

Okay, Kita Lanjut ke Ceritanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Qobla Maghrib,,

Aku Mengajak Arkan Untuk Menyingkir kesamping Masjid. Aku ada Suatu Pembicaraan Pribadi; yang Mungkin Menyakitkan.

Kolam Ikan yang Remang Remang Keliatan oleh Lampu Masjid, Sepertinya Pas Buat Dia Kesel.
Kubuka Pembicaraannya.

“Eh, Ana Mau Jujur nih. Tapi Janji dan Sumpah Jangan Marah ya.”

“Iya”

“Sebenarnya Ana udah Nikung Antum.”

(Aku telah Membiasakan untuk tak Memanggil Abang Kepadanya lagi)

“HAH?”

“Iya. Si May itu, Pas Antum Masih Suka”

Mukanya Telah Memasam.

“Awalnya Gini. Dia Ngechat ana Terus Bilang ‘Kamu Kenal Arkan?’ ya Dijawab Iya.”

“Lama Lama Chat, Basa Basi, Sampai Ke Puncak Keakraban Hingga Terbesit Niat Ngeprank”

“Eh BTW antum tau Prank kan?”

“Ngga”

“Ngerjain”

“ooh”

“Ana Prank Dia. Dia Awalnya Nanyain Lagi Ngapain. Trus Ana Jawab Melamun. Dia jawab Mikirin Apa, Ntar Kesurupan loh. Trus Ana Jawab Mikirin Kamu. Dia Nanya Maksudnya Berkali Kali, Ana Jawab Itu Terus. ‘Mikirin Kamu’”

“Sampe Akhirnya Ana Bilang ‘Aku Suka Kamu’ dan dia bilang Berarti ‘Sama Dong’ Dia Ngirimin Kata Kata Mutiara tentang Cinta Terus, Sampe Ana Muak dan Akhirnya Jujur Itu Cuma Prank. Nangis deh.”
“Cuma Sehari aja Ana Bisa Dapetin Dia. Awal dia Chat Ba’da Maghrib dan Dapet Besoknya Ba’da Isya.”
“Lain lo”
Dia Pergi Saja tapi dengan muka Biasa, Meninggalkan Dua Kata tadi. Tetapi Aku tau Di Hatinya itu Sangat Panas.

Besoknya, Kelihatannya dia Curhat.

“Ana Gabisa Kalau Tikung Tikung tu doh. Meskipun udah Ga Sayang Lagi, Rasanya Lain aja. Ana Udah Dukung Antum Dengan Salma Sampe Sebegitunya. Kenapa Antum Balas Kaya’ Gitu. Kecewa.”, Dengan Nada  Memelas.

Aku yang Mendengar Kalimat itu Langsung Menyesal telah Menikungnya.

Setelah itu, Sepertinya Dia Curhat ke Bang Hamid. Ba’da Ashar aku Diceramahi Bang Hamid.

“Eh. Antum Pacar Antum Kakak Kelas Antum Pula.”
“hah?”
“Ah, Entahlah. Kayaknya Ana Salah Dengar.”
“Apayaaa”
“Gaboleh kita Nikung nikung tu. Coba Ibu Antum Sebelum Nikah Digituin. Sakit Hati Antum Kan?”

What? Padahal Kan May Setingkat Kelas, Kelas 7...
Aku Cerna Kalimat kalimat itu.

Aku Menyesal.

2 dari 12 Orang Fansku telah Aku Prank dengan Kejam. Seberapa Berdosanya Aku. HAH! Parah banget Gua. Gua Kayaknya Laki Laki Murahan.

Setelah Kejadian Jujur itu, Aku Dipanas Panasin Arkan Terus. Dia Mengancam Akan Mengambil Salma, terus Akan Diprank juga Supaya dia Gamau Suka Suka Lagi. Cih, Hatiku Berhasil Dibuat Panas.

Besoknya, Aku Bertanya Ke Bang Hamid.

“Abang Kenal Dimana dengan dia? Bang Zikri juga Suka Katanya?”
“disini”
“hah?”
“Kok Bisa?”
“Ai Kan?”
“NJER...NJERR... yang Kami Bicarain tuh MAY.... MAYZAHRAHKHALILLAH...”
“Kan... Bener.... Salah Denger... Ah Gara Gara Main Bola nih Semuanya Jadi Gagal Faham”,, Dengan Nada Rasa Malu.


Malamnya Aku Langsung Katakan Kepada Arkan.
Aku Ke Asrama Sebelah, Ke Ujung, Kedipannya Arkan.
Kulihat Arkan Lagi Santai Santai Diatas Dipan, Aku Bilang Ada yang Mau Dibilang. Dia Mempersilahkanku Naik Keatas, Kedipannya.

“Salah Dengar Kalian tu. Bang Hamid Salah Dengar Pula May dibilang Ai. Antum Bilangnya pas Maen Bola ya?”

“Hah? Salah Dengar? Oooh Mungkin Karena Capek tu. Berarti Mereka ga Kenal ya Sama May” dengan Nada Malu.

Besok Besoknya Hubungan Kami Tambah Membaik.

Suatu Sore Setelah Olahraga...
“THOR!”

Ada Seseorang Memanggilku, yang Suaranya tak Asing Lagi di Telingaku. Arkan.

“Ada Berita Buruk Bagi Ana. Ternyata May sekarang Pacarnya Kevin!”

“Apah? Bukannya Kevin SD Jambak Sedangkan May di SDN 09?”

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“Gini Awalnya hah. Ana Lihat ditangan Kevin tu Ada Tulisan MZ. Fikiran ana Langsung Kesana Aja. Ana Tanyain ke dia, Eh Ternyata Benar. Mereka Sama Sama Les GO (Ganesha Operation)”

Setelah Kejadian Itu, Kami Kembali Seperti Dulu. Yel-yel Kami Berdua, Sepertinya Bukan Yel yel sih. Ketika Salaman Kami Biasanya Melakukan: Arkan Menyebutkan Sal, Sedangkan Aku Menyebutkan Saf. Artinya Kami Deal Membalikkan Kesepakatan dulu. Wkwkwkw Bukan Kesepakatan, tapi Ancaman dia. Saat Sakit Hati dia Sering Mengatakan,, Salma Untuk Ana Aja ya, Biar Safna Buat Antum. Wkwkwkw Gamaoo...!
Ternyata Jujur Walaupun Menyakitkan itu Benar adanya, Tapi Butuh Waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar