Periode Cahaya Makkah Telah Usai. Kini Aku Hanya Ingin Segera Menyembuhkan Penyakit Post-Vacation Blues - ku. Salah Satu Cara Ampuh Untuk Menyembuhkannya adalah dengan Cara Bersosial. Sosial yang Terbaik Kurasa Hanya Sekolah. di Sisi Lain Aku Tak Ingin Meninggalkan Liburan ini. Liburan ini Terasa Sangat Mahal dan Berharga untuk Ditinggalkan. Begitu Banyak Kenangan Terukir di Memoriku, Hingga ku tak Tega lagi untuk Menyudahi Semua ini...
Lama lama Penyakit ini Merenggut Diriku yang Asli. Aku jadi Sering Marah, Rasa Sakit Batin yang Teramat Sangat, Hingga Depresi.
Aku Takut Penyakit ini Mengubah Status Warasku. (:v) Hingga Kuputuskan untuk Move on dari Liburan itu dan Mulai Berkemas untuk Pergi ke Rute Perjalanan Selanjutnya, yaitu SMP IT AL-KAHFI. Alhamdulillah Hanya 3 Hari Saja, (Sorry Nabiila :v) Semuanya Beres.
Malam itu, Semalam Sebelum Masuk.
Aku teringin Begadang. Aku Ingin Kembali kepada Profesiku lagi, yaitu Menulis. Ya. Maksudnya Blog ini. Karena yang Kutulis ialah Impossible Episode, yang Mana Ku Menulis 30 Hari dalam 3 Hari. Ditambah lagi Seluruh Pembacanya tak Tahu Orang, Sifat dan Tempatnya itu Seperti apa.
Ku terus Menulis.
Pada Jam 11:30,,
Aku Sedang Membuat Denah Rumah Sepupuku, Nanda Iftikhar.
Baru Saja Setengah Denah, Ibuku Batuk Batuk Didepan. Yaa Gua Auto Panik Lah Cuy. Langsung Pura Pura Tidur lah gua. Beberapa Menit Berlalu, Ibuku tidak Juga Menghasilkan Suara. Aku Lanjut Membuat Denah.
Beberapa Detik Selanjutnya...
Sesuatu yang Berdaster Putih Melewati Pintu. (AUTO JANTUNGAN) Dia Balik Lagi, daan,, Sosok yang Lewat itu Lebih Kutakutkan Muncul saat Ku Begadang daripada "Sesuatu". Ia Adalah Ibuku. Dia Auto Marah dan Memerintahkan Meletakkan HP dan Tidur. Dan Akupun Tertidur.
Setelah Liburan Ini, Aku Banyak Dapat Pelajaran dan Bisa Dibilang Diriku Sendiri "Dewasa." Jadi Aku tak Perlu Beradaptasi tanpa Game.
Aku Berangkat Jam 4pm tepat, Waktu yang Tepat Untuk Datang.
Ibuku Tancap Gas. Mobil Terios Berplat Nomor B 1415 EKB itu Melaju dengan Kencang.
Setibanya disana Aku Melihat Rombongan Cahaya Makkah- Aulad yang Berangkat ke Masjid. Ingin ku Memanggilnya, Tapi aku Sadar Banyak Orang Disekelilingku. Ralat deh.
Ku Melihat Ke Arah Asrama Ikhwat, Ada Yazid dan Ibunya disana. Aku Langsung Menepuk Pundak Yazid, Menyapa dan Masuk Kedalam Asrama. Selang Beberapa Waktu, Aku Berangkat ke Masjid untuk Shalat Ashar. Kulihat Yazid dan Sepupunya, yang Ternyata Bernama Hakim.
Aku Menghela Nafas. Pasti akan Banyak Yang Berbeda disini. Teman, Suasana, Fasilitas,...
Semuanya Terasa Berbeda.
Sudahlah. Aku tak Ingin Bermenung Terlalu lama. Sawan lo ko :v. Canda, canda.
Sebelum Beberes, Aku Shalat Ashar saja dulu, Karena Rombongan Ikhwah CM. Aku Kearah Masjid, Bertanya kepada Ariq, dimana Tempat Berwudhu. Ehweladalah, Ternyata Tempat Wudhu'nya cuma ada di Asrama. Anjeng bener. Aku ditemani Ariq ke Kamar Mandi, Sambil Menunjukkan Kata Katanya, yang Mengatakan WC/Klosetnya "Aneh". Aku yang Melihatnya juga Merasa "WOW", Karena Klosetnya Terbuka Begitu Saja. "Kata Abang Abang Pakai Sarung aja Buang Hajatnya",, Lanjut Ariq. WADDAFAQ, Masa' Pake Sarung Eeknya njir, Mana nanti Resikonya Nempel Nempel di Sarung Kuning Kuningnya :v GUA KAGA MAOOO
Sementara Aku Berwudhu', Aku Dibuat Lega dengan Melihat Ruang WC Kelas 8.
Dalam Perjalanan ke Masjid, yang Pastinya tanpa ditemani Siapapun, Aku Dibuat Grogi dengan Rombongan Akhwat CM. Percaya ga Percaya, Aku Akan Shalat di Masjid yang sama tanpa Hijab (Pembatas). Shalatku Agak Terganggu dengan Mereka dibelakangku, yang Sedari tadi Meng "Ehem Ehem"in Diriku. Ditambah lagi Kedatangan Hazeq kedalam Masjid, yang Membuat Para Akhwat Manggil Manggil dia. Lambat laun Suara Hazeq Semakin Memudar. Ternyata Rasyid Memanggil manggilnya dari Luar, yang kutahu baru detik aku menulis ini.
Disaat Selesai Shalat, Akupun Segera Keluar dari Masjid yang masih Penuh Ehem Eheman dengan Buru buru. Aku tak Sadar, Aku Sangat Rugi. Itu Saat Terakhirku Melihatnya dari dekat. Detik ini Aku Masih Menyesali itu.
Saat keluar, Aku Melihat Banyak Anak CM Ikhwah lagi Bermain dengan Hazeq. Aku Segera Menuju mereka, yang Bertepatan ditengah Lapangan Bola. Aku Mengambil Sebuah Balon yang Berada di Mobil, untuk Menghibur si Hazeq.
di Perjalanan Menuju Mobil,,
Aku Melihat Orang yang Ku Sama sekali tak ingin bertemu dengannya semenjak Tes. Seorang Preman Geng Tawurannya Arkan, Rambutnya Bercat Coklat dengan Gaya jalan Khas Preman,
 |
| Facebook: David |
serta Berbicara dengan Teman Ngajiku dulu, Rayhan Gusti Anugrah. Dia Orang yang Lumayan dekat denganku dulu.
Aku mengacuhkan saja, Serta Langsung Mengambil Balon itu. Alhasil, Kami Bermain Balon, Hingga Balon itu Terletuskan oleh 'Abda.
Aku Pergi Ke Asrama lagi, dimana aku ditunjukkan arah dipanku oleh bang Rendy, yang biasa dipanggil ke Selvy. Dipannya Sudah Rapi Saja.
Tibalah saatnya Pemanggilan Santri baru ke Masjid, Tanda Dimulainya Acara Pelepasan.
Aku duduk di Agak kiri Belakang Ikhwah, yang disekitarku orang Ujunggading saja.
Berbagai Materi Disampaikan Ust. Firdaus dan Seorang Bapak, aku tak tau itu siapa.
Hingga...
Sampailah disaat Peragaan Baju Jas. Dua Orang dipanggil kedepan, yang pasti Akhwatnya Salma Mutiara Irza.
Aku sih Awalnya Biasa aja ya, Tetapi Setelah Dipanas Panasin orang CM dan Ada Beberapa UGC (Ujunggading Community) Bilang "Foto Pernikahan"....
Hatiku membara.
Emosi ini tak Terbendung.
- Berlanjut di Episode yang Lain.