Episode ini SPECIAL for NAUFAL.
Aku sangat Kehilangan Sosok Naufal didalam Hidupku. Sosok yang Setia denganku walau Kenakalanku, Kejahilanku dan lain lain. Kini Aku Sangat Sedih dan Tak dapat Berkata kata lagi tentangnya.
Di SMP IT AL KAHFI, ada Seseorang yang "Sosok"nya Mirip Naufal. Dari Warna Kulit dan Rambutnya, Dia Sangat mirip Naufal. Tapi kalau dilihat dari Pola Muka, Ga Mirip.
Dialah ROFIQ. Kami Pernah Bertemu Sebelumnya, yaitu disaat Pendaftaran Tunggu. Saat itu Orangtua kami Berbincang Sebentar, Hingga Akhirnya Selesai.
Ternyata Dipannya Disamping kiri Atasku. Aku agak merasa diuntungkan dengan keadaan ini.
Hari Percobaan PDKT Pertama,, Kutawari dia Chips Ahoy saat Dia Bersama Abrar diatas Dipannya Rofiq. Abrar Mengambil 1, Sedangkan Rofiq tidak. Aku Suruh Abrar Ambil lagi buat Rofiq, masih Gamau juga. Abrar pun Menceritakan Bahwa Rofiq ini Sebenernya Rakus, Cuma Palingan Malu.
Strategi Kedua yaitu Pendekatan Melalui Sosialisasi. Aku mencoba Seperti Bocah Cerewet, tapi Cerewetnya Berkualitas. seperti Cerita. Ternyata, Rofiq ini Kenal Naufal. Tapi Naufalnya Mungkin kenal sama Rofiq. Ibunya ini Kawannya Ibuku, dan Lain Lain.
Makin Lama, Makin Ia Dekat Padaku. Aku tak Bisa Menjelaskan Satu Persatu Perjuanganku mendekatinya.
Hingga,,
Waktu itu Pemilihan Ketua Asrama. Kuacungkan tanganku tanda Mengajukan Ikut Pemilihan. Saat itu Banyak yang Memilih, namun Yang Kulihat Cuma 1. yaitu Rofiq. Sungguh Berhasil.
Lama kelamaan Kami Berteman di Asrama, bukan Kelas. kalau Kelas Abda lah. Kami jadi lumayan Dekat.
Hingga Hakim Gosip Gosip Tetangga kepadaku. Katanya:
" Rofiq tu Nampaknya Aja Pendiam nyoh. Tapi kalau Udah Ngomong, Kasar aja tu ."
Iyakah?
Aku Ingin Testing.
Aku Jahili Sedikit dengan Menggelitiki dia. Dia Auto Ngomong "Pant*k".
Aku Harus Sabar.
Kejadian itu Membuatku Kurang dekat dengannya lagi.
Hari Hari Berlalu.
Disuatu Saat..,
Prinsipku Sebelum Ambil Air Minum ialah "Menikung itu Dianjurkan". Aku Biasa Mengatakan itu saat ingin Mengambil Air. Sekali aku Gitukan Rofiq, Tanganku langsung dipukul pake MY BOTTLE miliknya.
Naufal tak Pernah Begini.
Ini Bukan Naufal.
Saat itu Langsung Terlintas Dikepalaku:
...
Aku Rindu Dia.
Aku Rindu Naufal.
Aku tak Tahu Disebrang Sana Dia Mengingatku atau Tidak. yang Penting Aku Tak Akan Pernah Melupakan Memori ini. Memori Saat Bersamanya. Kau Pasti tau Rssanya Kehilangan Sahabat Dekat. SAKIT.
...
Pasca Kejadian itu, Aku tak Pernah Lagi Mendekati Rofiq. NAUFAL TETAPLAH NAUFAL. Posisinys takkan dapat Digantikan Siapapun dihatiku.
~~~
Rindu yang Terbalaskan.
Kini Aku hanya Bisa Meratapi Nasib,, yang Mungkin Dia sendiri Tak Ingat lagi Padaku.
Disaat perpulangan Eid Al Adha...
Aku Baru Saja Bernafas Usai Disiksa Seminggu di Rimbo Binuang. Aku Mencari Gelas Didapur untuk Minum.
Ada Panggilan dari depan, Sepertinya Kakakku.
Aku Segera Mengambil Gelas Kaca yang Berstiker Angka, Serta Menuju Kedepan.
"Tuh" Kakakku Menujuk kedepan. Aku Sedikit Geram dengan Perlakuan itu. Hanya Satu kata.
...
Kulewati Pintu,, Kulihat Orang yang Ada Disebalik Meja Merah berlabel PALOMA Tersebut.
Haru. Satu Kata Tersebut Mewakili Perasaanku saat itu.
Moodku yang Rusak karena Lelah Selepas Dari Asrama pun Membaik Total.
Ingin ku Peluk dia, Tanya Kabarnya dan lain lain, tapi Sepertinya itu Agak Kelebay-an ya.
Dialah MUHAMMAD NAUFAL ABQARI.
Kusalami dia.
Penampilannya agak Berbeda Sekarang, Rambutnya Agak Keatas.
Senyumku tak Luntur luntur saat itu.
Dia Mulai Bercerita Panjang Lebar Tentang SMPnya.
Ditengah Ceritanya, Dia Senyum Kearah jalan. Aku auto Nengok.
Kecewa.
Itu yang kurasakan.
Ikhwah SMPIT DARUL HIKMAH yang Paling Kubenci ternyata yang Mengantarnya. Ternyata Naufal Dekat Dengannya. Dialah Rahmat Faudzan. Dia Ada Hubungan Dengan kakakku, dulu.
Aku menghapus Muka Kecewaku, Serta Melanjutkan Mendengarkan Ceritanya.
Hingga Giliranku Menceritakan Kejadian dan Tentang Al Kahfi.
Tak Terasa kami telah Berbincang Sampai Jam 05:30. Saatnya dia Pulang. Aku Mengantarnya dengan Motor. Aku Bawa dia Jalan jalan, Sambil Nostalgia.
"Dulu kita sering Begini ya"
...
Kubawa dia ke Jalur 32 lalu Putar Balik. Sayupan Angin Sore dan Jingganya Matahari Membuat Suasana Kami Hangat.
Naufal, You'll Never Changed.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar